Oct 1, 2012

Oppa Gangnam Style

Kecuali untuk urusan masuk kelas ketika kuliah, bisa dikatakan bahwa saya adalah termasuk tipe orang berslogan “better latter than never”. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Termasuk dalam hal yang satu ini. Gangnam Style.

Mungkin hampir semua dari kita sudah tau, atau setidaknya pernah dengar dan atau melihat, tentang Gangnam Style. Sebuah fenomena yang bisa dikatakan luar biasa fenomenalnya. Hampir di seluruh dunia rasanya sudah tau dengan yang namanya  Gangnam Style.

Untuk ukuran fenomena yang sangat fenomenal, saya termasuk yang telat menyadarinya. Karena kalau mau jujur, saya baru ngeh tentang Gangnam Style setelah membaca beberapa berita yang mengabarkan tentang berbagai “prestasi” yang berhasil ditorehkan oleh fenomena alam bernama Gangnam Style ini. Maklum, saya nggak gaul.

Kalo mau merunut, yang paling gampang, dan memang yang paling menonjol dari Gangnam Style, adalah “prestasi” nya di YouTube. Menjadi salah satu video yang paling banyak dilihat, dan manjadi video yang paling banyak menerima jempol alias di like sepanjang sejarah YouTube, hingga masuk Guiness World Records, tentu bukan perkara remeh yang bisa begitu saja kita acuhkan.

Saya pun termasuk salah satu yang menjadi korban. Korban penasaran akan Gangnam Style. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mencari dan kemudian mendownload videonya. Beberapa kali menontonnya, pada awalnya saya merasa biasa saja. Dalam arti bahwa, menurut pandangan awam saya, nggak ada yang benar-benar istimewa.

Berhasrat meyakinkan diri sendiri, sayapun meng-Google sang pembuat fenomena, PSY. Penyanyi Korea yang berada dibalik fenomena Gangnam Style. Dari situlah saya sedikit banyak membaca tentang sosok PSY. Rapper, yang juga dancer, yang sudah cukup kondang di Korea karena gaya menyanyi maupun aksi panggungnya yang unik. Termasuk dalam mencipta gaya dance dalam aksi-aksinya. Yang membuat saya  lebih respect padanya adalah semangatnya untuk membuktikan bahwa, ditengah kepopuleran K-Pop yang lebih didominasi kaum hawa alias wanita, dan biasanya dalam formasi girlband, termasuk para pria jadi-jadian berformat boyband, ia ingin membuktikan bahwa penyanyi solo pria Korea juga bisa sukses di barat, di Amerika, ataupun Eropa.

Ok. Saya memang nggak ngerti bahasa Korea. Dan kalaupun saya ngerti, belum tentu saya juga akan suka dengan lagu-lagu Korea pada umumnya, maupun Gangnam Style, secara lebih khusus. Lalu apa yang menarik dari Gangnam Style? Well, buat saya, sederhana saja. Ternyata Gangnam Style tak semudah yang saya kira. Hahaa.

Harus diakui, bahwa saya sempat under-esteem terhadap Gangnam Style yang menurut praduga saya saat belum pernah menonton videonya, pastilah hanya dance gaya Korea yang sudah sering ditampilkan oleh para armada K-Pop. Walaupun kenyataanya, saya sama sekali nggak mengikuti euphoria K-Pop. Jadilah praduga saya semakin tak beralasan. Mungkin karena saya memang tak simpatik terhadap demam K-Pop sehingga saya tak terlalu aware akan segala tetek bengek tentangnya.

Barulah setelah saya liat lagi untuk beberapa kali, tak kuasa juga saya menahan birahi. Birahi untuk mencoba menari a la tari kuda bernama Gangnam Style ini. Dan seperti yang saya kata, sama sekali tak semudah yang terlihat. Mungkin juga karena saya sama sekali nggak ada bakat nge-dance. Gerakan-gerakan yang terlihat begitu sederhana dan mudah, ternyata cukup njlimet dan susah. Lumayan membuat bergairah. Walaupun akhirnya tetaplah membuat lelah. Baru beberapa kali mencoba satu dua gerakan, saya sudah keringetan. Belum lagi kamar yang tanpa disadari menjadi (lebih) berantakan karena ini itu yang tak sengaja ketendang.

Hahaa. Ok lah. Itu hanya sekedar lucu-lucuan saya tentang Gangnam Style. Something interesting yang cukup menarik, minimal buat saya. Dan kayaknya juga buat banyak orang di seluruh dunia. I’m not alone, after all.

 You wanna try? Feel free!

Oppa Gangnam Style!

No comments: