Ok. Saya baru tau hari ini Hari Batik. Maklum dong ya, di Indonesia
kan banyak sekali hari-harinya. Segala macem ada harinya. Tak apalah. Sekarang ngomongin
Hari Batik.
Sekarang jam 00:07. Sudah 2 Oktober.
Hari ini, 2 Oktober, katanya Hari Batik. Nasional. Pertanyaannya kemudian: Bagaimana merayakannya?
Saling memberi ucapan selamat Hari Batik? Memakai batik hari
ini? Apresiasi batik? Dan apalagi?
Entahlah. Silakan dijawab sendiri-sendiri.
Yang apatis akan bertanya, “Apakah dengan mengucapkan
selamat, atau dengan memakai dan atau mengapresiasinya, kita jadi paham dan
mengerti esensi Hari Batik? Kalaupun dengan yang demikian bisa membangun dan
atau meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan batik, lalu apa signifikansinya
terhadap batik itu sendiri?”
Yang simpatis akan berkata, “Memperingati dan atau merayakan
Hari Batik, termasuk diantaranya dengan memakai batik, bisa jadi langkah awal,
langkah kecil, langkah sederhana, yang bisa kita lakukan sebagai sebuah bangsa
untuk menghormati kebudayaannya. Bukankah kita bisa disebut “bangsa” karena
memiliki budaya? Bukankah kita juga marah ketika batik dengan gampangnya
diklaim oleh negara tetangga? Bukankah kita juga merasa terhina dan terlecehkan
ketika kebudayaan yang nyata-nyata warisan dari nenek moyang dengan begitu saja
diambil orang, meskipun “hanya” dengan label klaim?
Sejenak mungkin perlu direnungkan.
Sembari Anda merenungkan, saya mau nyetrika batik saya dulu
untuk dipakai besok. :p
Selamat Hari Batik. Batik Indonesia yang punya.
Merdeka!
No comments:
Post a Comment