Dilihat dari judulnya, gampang ditebak bahwa tulisan ini
adalah tentang membaca. Ya, membaca. Believe it or not, belakangan ini saya
seperti sedang keranjingan bin kesetanan membaca. Lebay ya? Ok, belakangan ini rasanya
saya sedang teramat sangat doyan sekali membaca. Bukan berarti
sebelum-sebelumnya saya sama sekali nggak doyan, hanya saja belakangan ini
tingkat ke-doyan-an saya membaca seolah meningkat luar biasa drastisnya. Bahkan
mungkin terkesan fluktuatif. Mungkin malah surplus.
Tanya kenapa? Nggak ada penjelasan ilmiahnya.
Sedikit sok bijaksana, mungkin saya patut “berterima kasih”
lagi pada nasib yang belakangan menjadikan saya jobless. Menjadikan saya pengangguran,
yang dengan sendirinya membuat saya nggak punya (banyak) kerjaan selain
nyari-nyari kerjaan, yang tentu saja tak sebegitu menyita waktunya seperti
orang yang bekerja alias punya kerjaan. Ambil saja hikmahnya, pikir saya. Look at everything
at their bright side. Mungkin roda kehidupan memang sedang memberi saya waktu, memberi
saya kesempatan, sekaligus kembali mengingatkan kembali akan sesuatu yang kalau
dijalani dan dinikmati, ternyata terasa luar biasa nikmatnya: membaca.
Begitulah. Belakangan saya jadi (lebih) rajin membaca. Belakangan
saya jadi (lebih) sering ke toko buku. Walaupun tetep saja, nggak selalu beli. Hihihii.
Maklum, pengangguran nggak berpenghasilan harus pinta-pintar menahan birahi
membeli buku yang selalu saja seakan membuncah tak tertahankan setiap kali
mengunjungi toko buku. Pengen beli buku ini, buku itu, dan yang ini, dan yang itu,
sama yang ini, sama yang itu, dan begini, dan begitu. Dan untungnya lagi, kantong
celana senantiasa mengingatkan betapa seksinya bokong saya (baca: betapa tipisnya dompet
saya – karena nggak banyak isinya).
Bagaimanapun, lebih dari apapun saya masih pantas dan harus
merasa selalu bersyukur, bahwa sebagai manusia yang notabene sempat mengalami “mati
suri” dalam hal membaca, saya kembali diberi kesempatan untuk merasakan
nikmatnya membaca. Atau setidaknya, ketertarikan saya untuk membaca. Sederhana.
Tapi indah rasanya. Buat saya.
Akhirnya... Mari membaca.
No comments:
Post a Comment