Hari ini hari Minggu. Minggu pagi tepatnya, saat saya
menulis tulisan ini. Sejenak mencoba mengingat, rasanya sudah cukup lama saya
tak merasakan (apalagi menikmati) suasana Minggu pagi. Karena seperti kebanyakan
orang yang suka males-malesan di hari senggang, setelah Shubuh biasanya saya
langsung balik tidur. Yeah, that’s so me.
Minggu pagi. Bangga nggak sih bisa bangun pagi di hari
Minggu?! Bagi sebagian orang mungkin enggak. Buat saya, it’s something special. Paling
enggak, it’s something unusual untuk ukuran orang yang suka tidur. Jangankan hari
Minggu, hari “kerja” pun kadang masih tak cukup menjadi alasan untuk
membangunkan diri di pagi hari. Namanya juga manusia. Seperti halnya mati dan
rejeki, ngantuk kan di luar kuasa kita. Hahaa.
Menengok beberapa bulan ke belakang, rasanya memang sedikit
susah rasanya untuk bisa bangun pagi. Apalagi di hari Minggu. Selain karena alasan
kecapekan, alasan kebiasaan mungkin bisa lebih meyakinkan. Hingga akhirnya
semua alasan itu satu persatu mulai hilang. Tak ada lagi yang bikin saya
kecapekan seperti beberapa bulan belakangan. Nggak ada lagi yang namanya bangun
siang, karena semenjak beberapa hari dan atau beberapa minggu belakangan ini,
saya kembali bisa bangun pagi. Walaupun juga nggak setiap hari. Namanya juga
belajar. Belajar untuk mulai membiasakan bangun pagi kembali. Insyaallah.
Dan karena (buat saya) bukanlah sesuatu yang mudah, wajar
kalo saya jadi terkesan sedikit lebay ngomongin ”hanya” soal bangun pagi. Everyone
can do it. Yeah, everyone.
Lucky me, I’m not everyone. Terkadang, beberapa hal
yang buat sebagian (besar) orang dipandang sebagai sesuatu yang biasa, sesuatu
yang gampang, buat saya justru sering terasa berbeda. Beda dalam segala
bentuknya. Beda rasanya, beda cara memandangnya, beda cara menanggapinya, beda cara
menyiasatinya dan beda beda yang lainnya. Ya bangun pagi itu tadi, salah
satunya. Hal se-simple bangun pagi pun bisa jadi something occurs buat orang
seperti saya.
Singkat kata, karena merasa sudah cukup “berhasil” bangun
pagi dalam beberapa hari belakangan ini, maka dengan percaya diri saya pun
mulai memasang target baru: lari pagi. Ya. Lari pagi. Aktivitas yang sebenarnya
cukup sering saya lakukan dulu. Dulu sekali ketika saya masih (merasa) muda. Entah
itu sudah berapa lama.
Seperti halnya juga dengan bangun pagi, lari pagi, atau
jogging lah kalaupun tidak beneran lari, merupakan aktivitas sederhana yang
sebenernya juga sederhana dan gampang saja dilakukan semua orang. Dan sekali
lagi, untungnya saya bukan semua orang. Sekali lagi saya merasa teralienisasi
oleh kenyataan bahwa saya susah bangun pagi dan apalagi untuk lari pagi.
Sebagian orang mungkin tak akan pernah repot berpikir kenapa
harus pusing mikirin hal sesepele itu. Tapi buat saya, somehow, justru hal-hal
sepele seperti itu yang tak jarang justru sering kepikiran. Bukankan kehidupan
memang dipenuhi dengan hal-hal sepele?! Itu menurut saya.
So, saya pun tak akan berkilah. Bangun pagi bukan sesuatu yang
mudah. Lari pagi, apalagi. Ketika bangun pagi sudah kembali mulai terbiasa,
lari pagi masih dalam rencana. Rencana mulia yang semoga saja tak kan selamanya
berada dalam tahap wacana. Sebagai manusia biasa, saya cuma bisa berusaha dan
berdo’a sepenuh hati, semoga suatu hari nanti, saya bisa lari pagi.
Merdeka!
No comments:
Post a Comment