Ahh terlalu lama sudah rasanya saya tak menyampah. Terlalu lama
terbawa arus kehidupan pengangguran yang menuntut fokus dan konsentrasi. Nggak segitunya
juga ding! Pokoknya, sudah terasa sangat lama sekali sejak terakhir kali saya
nulis. Yang beneran nulis. Walopun yang ditulis belum tentu “bener”. Dan.. demi
semangat menggugurkan “kewajiban”, hadirlah sampah yang kali ini terinspirasi
dari... dari apa ya?! Wis lah, pokok’e tak tulis’e sik.
Begini prolog-nya.
Sejak hari Minggu yang lalu, karena alasan yang nggak terlalu
penting untuk disebutkan, saya berada di Surabaya, salah satu kota terbesar di
tanah air kita Indonesia Raya tercinta. Katanya. Iya nggak sih?! Dan sampai
sekarang, dan insyaalloh sampai beberapa bulan ke depan. Jika tuhan mengijinkan.
Excited! Begitulah perasaan saya pertama kali mengetahui
bahwa saya akan ke Surabaya. Dan beberapa saat akan di sana. Di samping karena
belum pernah ke Surabaya, apalagi tinggal di Surabaya, kenyataan bahwa saya
akan melihat tempat baru saja sungguh sudah suatu daya tarik tersendiri buat
saya. Melihat tempat baru. Suasana baru. Orang-orang baru. Dan mungkin
lain-lainnya yang serba baru. Setidaknya buat saya.
Perjalanan dari Jogja yang hampir memakan waktu 10 jam tak menyurutkan
nafsu saya bertemu Surabaya. Perjalanan darat yang kurang bisa dinikmati seakan
menjadi pemanasan untuk something new. Someplace new. And I thought it was
worth.
Daaaaan singkat kata singkat cerita, sampailah saya di
Surabaya. Ketika hari sudah gelap. Berbekal uang seadanya dan nekat secukupnya
saya beranikan diri nyegat taksi dan
berpetualang mencari alamat tujuan. Yang puji tuhan, akhirnya saya temukan. Pertanyaan
selanjutnya: mau tidur di mana?
Kembali berbekal nekat dan ngantuk yang teramat sangat,
sepasang kaki jenjang saya paksakan untuk melangkah menuju perkampungan untuk
mencari kosan, yang sekali lagi puji tuhan, dengan do’a dan perjuangan, akhirnya
juga saya temukan. Dan singkat cerita, ya saya tidur! :p
To be continued…
No comments:
Post a Comment