Well, sebagian dari kita, nggak tau juga sebagian besar atau sebagian kecil, mungkin sudah cukup tau berbagai berita tentang polisi-polisi kita belakangan ini. Berita tentang polisi yang nggak “polisi”. Berita tentang polisi yang sebenernya nggak ada kaitannya sama aktivitas berbau kepolisian.
Selain unik, berita-berita tentang polisi ini juga (biasanya) tak jarang kemudian menjadi buah bibir di mana-mana. Diperbincangkan siapa saja. Dimuat diberbagai berita. Dan ujung-ujungnya, jadi trending di Twitter. Hehee.. Mulai dari polisi penyanyi (atau sok berlagak penyanyi?), polisi cantik, polisi ganteng, polisi-polisi cantik yang bikin “girlband”, sampai terakhir yang saya lihat di berita tv, polisi yang jago sulap. Hahaa.. ada-ada saja polisi kita.
Sekali lagi, saya tak bermaksud meremehkan, apalagi menertawakan “fenomena” ini, walopun sekali waktu, polisi yang sok penyanyi bikin saya (kita) tak kuasa menolak untuk tertawa. Polisi yang cantik membuat saya (dan banyak cowok lain se-endonesa) terpesona, polisi ganteng yang, jujur saja, saya nggak tau sebelah mana gantengnya, tapi juga membuat banyak wanita terpedaya, hingga polisi jago sulap yang dengan mantapnya bilang siap diadu dengan pesulap professional. Cadas nggak tuh?! :)
Selain lucu, buat saya hal itu cukup unik. Unik yang menggelitik. Betapa tidak, polisi yang selama ini dicitrakan sebagai orang-orang tegas dan keras (kalo saya mencitrakan polisi sebagai oportunis jalanan - karena keseringan ditilang), ternyata kini seolah ingin merubah “wajah”. Atau setidaknya, menunjukkan “wajah” yang lain. Sisi yang lain. Sisi lain dari polisi yang mungkin tak banyak diketahui orang selama ini.
Terlepas dari bagaimana operasionalisasinya secara institusional, harus diakui bahwa “trik” tersebut cukup berhasil. Walaupun mungkin tidak serta merta seketika merubah citra polisi yang nampaknya cukup questionable belakangan ini, namun harus diakui bahwa, secara teori dasar-dasar public relation, hal itu setidaknya berhasil menunjukkan sisi lain dari kepolisian yang ternyata banyak menyimpan bakat terpendam.
Kita mungkin tak kan pernah tau ada polisi jago lip sync lagu india kalo nggak ada ex Briptu Norman. Saya mungkin tak akan sebegitu bad prejudice nya pada polisi-polisi lalu lintas kalo yang biasa menilang saya adalah polisi secantik Briptu Eka Frestya. Para wanita mungkin juga akan dengan senang hati “ditangkap” polisi seganteng Saeful Bahri (saya nggak tau pangkatnya), yang konon katanya kegantengannya sudah terdengar hinnga ke negeri jiran, dan sebaginya dan sebagainya. Intinya, banyak sisi lain dari figur polisi yang kemudian diketahui dan disadari publik, hingga membuat polisi, belakangan ini, menjadi layaknya selebritis. Jadi sering nongol di tv, diwawancarai, masuk infotainment, diundang ke berbagai talk show, dan entah apa lagi. Polisi benar-benar menjadi public figure. Belakangan ini.
Ahh.. polisi kita. Saya juga tak tau apakah “fenomena” seperti ini terjadi di belahan dunia yang lain. Yang jelas, hal-hal macam begini membuat saya, membuat kita, semakin percaya jika ada yang bilang, alangkah lucunya negeri ini. Alangkaah lucunya polisi kita. Hahaa..
Bagaimanapun, sesuai dengan semboyannya, semoga polisi bisa tetap "melindungi dan mengayomi."
Cheers.
No comments:
Post a Comment