dengan alasan relevansi, sekali lagi saya meminjam judul sebuah film untuk dijadikan judul tulisan saya kali ini. karena dari segi cerita, keduanya memang sama sama 'aneh'. bahkan aneh sekali. lebih aneh dari fiksi. begitu kira kira lebay nya. walopun bedanya, cerita saya jelas tanpa skenario sebelumnya. dan sebisa mungkin, saya deskripsikan dalam versi yang paling mendekati kebenaran! ;)
rasanya rada susah juga menulis tentang ciuman pertama. karena sejujurnya, di samping nyaris tak pernah.. (munafik ya kalo bilang tak pernah?! hehee), okelah.. di samping jarang dan atau sedikit sekali memiliki pengalaman berciuman, saya juga tak ingat persis, yang mana yang benar benar yang paling pertama. namun dengan dalih 'tuntutan' tema, tak ada salahnya saya mencoba menulis yang terlintas di kepala saja. atau yang setidaknya yang saya anggap sebagai ciuman pertama saya.
here we go..
pada suatu masa di mana Indonesia sudah merdeka,
adalah paman saya yang pada suatu hari mengajak saya untuk ikut dengannya ke sebuah kota di Jawa Barat bernama Cirebon. kota di mana paman saya bekerja, saat itu. dengan alasan juga pengen liburan, sayapun mengiyakan.
singkat cerita, pada hari yang telah ditentukan, berangkatlah kami berdua dari terminal bus ketika senja hendak menjelang. dan beberapa saat terombang ambing di kegalauan bus antar kota itu, haripun telah gelap. seperti kebanyakan bus ekonomi tak tau diri, bus yang saya tumpangi saat itupun sering sekali berhenti untuk menaik-turunkan penumpang. tempat pemberhentiannya pun sembarang. di mana saja terlihat ada (calon) penumpang. hingga di suatu pemberhentian, -saya tak tau tepatnya di mana karena hari sudah gelap- naiklah seorang bapak yang seingat saya belum terlalu tua, dengan anak perempuannya yang saya kira umurnya sedikit lebih muda dari saya.
setelah memastikan badannya terangkut oleh bus, keduanyapun celingukan mencari kursi untuk duduk. sayapun tak pengen sok hero dengan menawarkan kursi, seperti adegan di film film. entah karena terpaksa, dan atau memang karena tak ada pilihan lainnya, sang bapakpun merelakan anaknya duduk di sebelah saya, karena kebetulan kursi di sebelah saya kosong. dan sang bapak duduk tepat di barisan depan anaknya. mungkin khawatir anak perempuannya duduk di samping orang asing yang tak jelas asal usulnya. alias saya. karena saya duduk di barisan yang terdiri dari tiga kursi, jadilah saya duduk di tengah tengah di antara paman saya dan si gadis yang saya juga tak tau rimba asalnya.
waktu berlalu, dan malam makin gelap. suasana hening, karena selain sopir, rasanya semua makhluk hidup dalam bus itu sudah tertidur. sedangkan saya terjebak di antara keduanya. tak bisa dianggap sadar, walaupun tak sepenuhnya tertidur.
rasanya aneh juga duduk sebelahan dengan cewek yang sama sekali tak saya kenal. rasanya serba nggak nyaman. terlebih, saya memang belum 'sempat' ngobrol dengannya. atau setidaknya bertegur sapa. sekedar bermaksud say hi biar terkesan sopan. tapi nyatanya tak saya lakukan. we were totally stranger for each other.
malampun beranjak semakin menua, dan sayapun tertidur makin dalam. hingga dalam tidur saya merasa bermimpi. mimpi yang terbilang janggal untuk orang yang tidur di kendaraan. yap, benar sekali. saya mimpi berciuman. berciuman dengan seorang gadis, yang seperti di kebanyakan mimpi, seakan sengaja dibikin samar siapa gerangan sebenarnya dia. tapi tak apa. yang penting menikmati mimpi. hihii..
mimpi yang sungguh aneh, karena sebelumnya, belum pernah sekalipun saya bermimpi mencium bibir seorang gadis. mimpi yang terasa begitu memabukkan, melenakan, dan terasa begitu nyata. mungkin akan terdengar munafik kalo saya bilang saya tak menikmatinya. maklum, saat itu umur saya masih belasan. masih remaja SMA dimana puber sedang dalam masa menuju mateng matengnya. ahh, wajar remaja seusia saya saat itu mimpi begituan. walopun tentu saja, untungnya, saya nggak sampai mimpi basah! ;)
entah makhluk apa yang mencoba membangunkan, sesaat kemudian sayapun terbangun. dan sungguh demi apapun saya tak pernah menyangka, ketika membuka mata, ada seberkas muka dengan mata sedikit sayu yang tepat berada di depan mata saya. yang lebih tak terduga, bibirnya ternyata tepat menempel di bibir saya. kaget yang bercampur.. entahlah.. saya lupa gimana persisnya perasaan saya waktu itu. karena ternyata, sedari tadi saya TIDAK sedang bermimpi. saya benaran berciuman. dengan gadis yang sedari pertama tak pernah saya hiraukan. what a shock!
untuk beberapa saat, kami hanya bisa saling memandang. rasanya seperti tak ada yang memisahkan antara kedua matanya dan kedua mata saya selain celah beberapa mikromilimeter. namun sesaat kemudian, dengan bermaksud sok sopan, saya lepaskan ciuman tak terencana dan tak terduga itu. saya bingung, harus malu, atau pura pura tak tau malu. hehe.. dan sekali lagi, saya tak tau apa yang harus di katakan.
hal lebih bodoh yang terjadi kemudian adalah, kami asik saling berpegangan tangan, tanpa menyadari siapa yang memulai duluan. tak cukup sampai di situ, bodohpun meningkat menjadi kuadrat. kami kembali berciuman. dan kali ini, tentu saja, sengaja dan terencana! ;D
seperti layaknya seorang dewasa yang sedang dikuasai birahi setan insomnia, tangan sayapun mulai mencari sesuatu untuk dijamah, sembari tetap berciuman. dan anda pasti juga dapat menduga, di mana tangan setan saya akhirnya berlabuh dan melakukan aktivitas kesetanannya. walaupun sesaat kemudian, si gadis mengangkat tangan saya yang mungkin hampir membuatnya asma karena sedari tadi 'membebani' dadanya. ;)
kembali saya menjadi tak enak rasa. canggung. grogi. dan entah apa lagi. tapi yang jelas, kami masih melakukannya beberapa kali. sambil curi curi pandang, berharap harap cemas semoga tak ketauan orang. rasanya nggak lucu juga kalo kepergok sedang berciuman kemudian di saksikan seisi bus.
tapi sekali lagi kata kata bang napi terbukti. cuma butuh niat dan kesempatan, semuanya bisa kejadian. pinternya setan malam itu adalah, semuanya terjadi ketika malam sudah sangat larut. mungkin sudah menjelang pagi. dan sudah pasti, semua lampu di dalam bus mati. dan kegelapan adalah satu perangkap setan yang luar biasa menjebaknya. dan mungkin karena kadung tanggungnya, saya memilih untuk terjebak saja. hahaa..
beberapa jam sebelumnya, saya dan dia adalah orang asing. namun sejurus kemudian, kami seperti dua orang yang sudah lama berpacaran. walaupun pada kenyataannya, kami masih tetap dua orang asing, yang sama sekali tak saling kenal. buat saya, saat itu ciuman adalah sesuatu yang masih asing. lebih asing lagi ketika dilakukan dengan orang asing. di tempat yang asing. di antara orang orang yang juga asing. lengkaplah keasingan malam itu.
dan begitulah. hingga akhirnya waktu jualah yang memisahkan. dia dan bapaknya yang (untungnya) nggak menyadari apa yang terjadi pada anak perempuannya, turun dari bus. dan saya masih harus melanjutkan perjalan ke barat. maksudnya ke Jawa Barat.
kadang saya masih sering berandai andai, kenapa dulu saya tak minta nomor handphonenya. atau bertanya di mana rumahnya. tapi jangankan nomer telfon atau bahkan alamat rumah, namanya saja hingga saat ini, saya masih tak tau. dan mungkin tak kan pernah tau.
seorang gadis yang nyaris semalaman jadi partner in desire, nyatanya tetap jadi misteri. misteri yang walaupun meninggalkan rasa penasaran, namun tak pernah bermaksud saya lupakan. misteri yang selamanya akan jadi kenangan.
I knew it wasn't love, just kind of an odd fond
made us act like we were in love with no bond
couldn't deny I got a little bit satisfaction
'though I realized it was stranger than fiction
cheers.
rasanya rada susah juga menulis tentang ciuman pertama. karena sejujurnya, di samping nyaris tak pernah.. (munafik ya kalo bilang tak pernah?! hehee), okelah.. di samping jarang dan atau sedikit sekali memiliki pengalaman berciuman, saya juga tak ingat persis, yang mana yang benar benar yang paling pertama. namun dengan dalih 'tuntutan' tema, tak ada salahnya saya mencoba menulis yang terlintas di kepala saja. atau yang setidaknya yang saya anggap sebagai ciuman pertama saya.
here we go..
pada suatu masa di mana Indonesia sudah merdeka,
adalah paman saya yang pada suatu hari mengajak saya untuk ikut dengannya ke sebuah kota di Jawa Barat bernama Cirebon. kota di mana paman saya bekerja, saat itu. dengan alasan juga pengen liburan, sayapun mengiyakan.
singkat cerita, pada hari yang telah ditentukan, berangkatlah kami berdua dari terminal bus ketika senja hendak menjelang. dan beberapa saat terombang ambing di kegalauan bus antar kota itu, haripun telah gelap. seperti kebanyakan bus ekonomi tak tau diri, bus yang saya tumpangi saat itupun sering sekali berhenti untuk menaik-turunkan penumpang. tempat pemberhentiannya pun sembarang. di mana saja terlihat ada (calon) penumpang. hingga di suatu pemberhentian, -saya tak tau tepatnya di mana karena hari sudah gelap- naiklah seorang bapak yang seingat saya belum terlalu tua, dengan anak perempuannya yang saya kira umurnya sedikit lebih muda dari saya.
setelah memastikan badannya terangkut oleh bus, keduanyapun celingukan mencari kursi untuk duduk. sayapun tak pengen sok hero dengan menawarkan kursi, seperti adegan di film film. entah karena terpaksa, dan atau memang karena tak ada pilihan lainnya, sang bapakpun merelakan anaknya duduk di sebelah saya, karena kebetulan kursi di sebelah saya kosong. dan sang bapak duduk tepat di barisan depan anaknya. mungkin khawatir anak perempuannya duduk di samping orang asing yang tak jelas asal usulnya. alias saya. karena saya duduk di barisan yang terdiri dari tiga kursi, jadilah saya duduk di tengah tengah di antara paman saya dan si gadis yang saya juga tak tau rimba asalnya.
waktu berlalu, dan malam makin gelap. suasana hening, karena selain sopir, rasanya semua makhluk hidup dalam bus itu sudah tertidur. sedangkan saya terjebak di antara keduanya. tak bisa dianggap sadar, walaupun tak sepenuhnya tertidur.
rasanya aneh juga duduk sebelahan dengan cewek yang sama sekali tak saya kenal. rasanya serba nggak nyaman. terlebih, saya memang belum 'sempat' ngobrol dengannya. atau setidaknya bertegur sapa. sekedar bermaksud say hi biar terkesan sopan. tapi nyatanya tak saya lakukan. we were totally stranger for each other.
malampun beranjak semakin menua, dan sayapun tertidur makin dalam. hingga dalam tidur saya merasa bermimpi. mimpi yang terbilang janggal untuk orang yang tidur di kendaraan. yap, benar sekali. saya mimpi berciuman. berciuman dengan seorang gadis, yang seperti di kebanyakan mimpi, seakan sengaja dibikin samar siapa gerangan sebenarnya dia. tapi tak apa. yang penting menikmati mimpi. hihii..
mimpi yang sungguh aneh, karena sebelumnya, belum pernah sekalipun saya bermimpi mencium bibir seorang gadis. mimpi yang terasa begitu memabukkan, melenakan, dan terasa begitu nyata. mungkin akan terdengar munafik kalo saya bilang saya tak menikmatinya. maklum, saat itu umur saya masih belasan. masih remaja SMA dimana puber sedang dalam masa menuju mateng matengnya. ahh, wajar remaja seusia saya saat itu mimpi begituan. walopun tentu saja, untungnya, saya nggak sampai mimpi basah! ;)
entah makhluk apa yang mencoba membangunkan, sesaat kemudian sayapun terbangun. dan sungguh demi apapun saya tak pernah menyangka, ketika membuka mata, ada seberkas muka dengan mata sedikit sayu yang tepat berada di depan mata saya. yang lebih tak terduga, bibirnya ternyata tepat menempel di bibir saya. kaget yang bercampur.. entahlah.. saya lupa gimana persisnya perasaan saya waktu itu. karena ternyata, sedari tadi saya TIDAK sedang bermimpi. saya benaran berciuman. dengan gadis yang sedari pertama tak pernah saya hiraukan. what a shock!
untuk beberapa saat, kami hanya bisa saling memandang. rasanya seperti tak ada yang memisahkan antara kedua matanya dan kedua mata saya selain celah beberapa mikromilimeter. namun sesaat kemudian, dengan bermaksud sok sopan, saya lepaskan ciuman tak terencana dan tak terduga itu. saya bingung, harus malu, atau pura pura tak tau malu. hehe.. dan sekali lagi, saya tak tau apa yang harus di katakan.
hal lebih bodoh yang terjadi kemudian adalah, kami asik saling berpegangan tangan, tanpa menyadari siapa yang memulai duluan. tak cukup sampai di situ, bodohpun meningkat menjadi kuadrat. kami kembali berciuman. dan kali ini, tentu saja, sengaja dan terencana! ;D
seperti layaknya seorang dewasa yang sedang dikuasai birahi setan insomnia, tangan sayapun mulai mencari sesuatu untuk dijamah, sembari tetap berciuman. dan anda pasti juga dapat menduga, di mana tangan setan saya akhirnya berlabuh dan melakukan aktivitas kesetanannya. walaupun sesaat kemudian, si gadis mengangkat tangan saya yang mungkin hampir membuatnya asma karena sedari tadi 'membebani' dadanya. ;)
kembali saya menjadi tak enak rasa. canggung. grogi. dan entah apa lagi. tapi yang jelas, kami masih melakukannya beberapa kali. sambil curi curi pandang, berharap harap cemas semoga tak ketauan orang. rasanya nggak lucu juga kalo kepergok sedang berciuman kemudian di saksikan seisi bus.
tapi sekali lagi kata kata bang napi terbukti. cuma butuh niat dan kesempatan, semuanya bisa kejadian. pinternya setan malam itu adalah, semuanya terjadi ketika malam sudah sangat larut. mungkin sudah menjelang pagi. dan sudah pasti, semua lampu di dalam bus mati. dan kegelapan adalah satu perangkap setan yang luar biasa menjebaknya. dan mungkin karena kadung tanggungnya, saya memilih untuk terjebak saja. hahaa..
beberapa jam sebelumnya, saya dan dia adalah orang asing. namun sejurus kemudian, kami seperti dua orang yang sudah lama berpacaran. walaupun pada kenyataannya, kami masih tetap dua orang asing, yang sama sekali tak saling kenal. buat saya, saat itu ciuman adalah sesuatu yang masih asing. lebih asing lagi ketika dilakukan dengan orang asing. di tempat yang asing. di antara orang orang yang juga asing. lengkaplah keasingan malam itu.
dan begitulah. hingga akhirnya waktu jualah yang memisahkan. dia dan bapaknya yang (untungnya) nggak menyadari apa yang terjadi pada anak perempuannya, turun dari bus. dan saya masih harus melanjutkan perjalan ke barat. maksudnya ke Jawa Barat.
kadang saya masih sering berandai andai, kenapa dulu saya tak minta nomor handphonenya. atau bertanya di mana rumahnya. tapi jangankan nomer telfon atau bahkan alamat rumah, namanya saja hingga saat ini, saya masih tak tau. dan mungkin tak kan pernah tau.
seorang gadis yang nyaris semalaman jadi partner in desire, nyatanya tetap jadi misteri. misteri yang walaupun meninggalkan rasa penasaran, namun tak pernah bermaksud saya lupakan. misteri yang selamanya akan jadi kenangan.
I knew it wasn't love, just kind of an odd fond
made us act like we were in love with no bond
couldn't deny I got a little bit satisfaction
'though I realized it was stranger than fiction
cheers.
1 comment:
ahhh,,,bisa-bisanya yaaaa...ini cerita paling aneh memang :)
Post a Comment