Anda mungkin tak tau apa nama shampo anti ketombe nomer dua di dunia. tapi saya yakin, sebagian besar dari anda yang mungkin membaca tulisan ini tau, kalo judul tulisan saya kali ini terlihat, dan kalo diucapkan juga akan terdengar, mirip dengan nama brand sebuah shampo yang katanya shampo anti ketombe nomer satu di dunia. saya juga tak tau, maksudnya dunia yang mana. tapi sudahlah. disamping nggak mau terkesan seperti sedang beriklan, toh juga bukan soal itu yang ingin saya tuliskan.
beranjak dari.. beranjak? sik opo yo kata yang lebih tepat.. mmm... mmm... oke..
terinspirasi dari twit salah seorang kawan (sejak) lama saya yang berinisial N.A.N.A alias Nana ato saya lebih suka memanggilnya Po, maka terpikirlah di kepala saya untuk menulis tulisan (yang lagi lagi tetaplah) sampah ini. twit singkat yang iseng iseng saya balas dengan twit yang sama singkatnya. tanpa bermaksud sok gimana, saya memang suka ngrusuhi orang. salah satunya ya dengan sok nyamber twitnya. mohon maklumnya saja. sudah kebiasaan dari sononya! ;)
Nana >> @princessraia: Need a shoulder
Saya >>@iklikfabregaz: I have two! ;) RT @princessraia: Need a shoulder
Nana >>@princessraia: @iklikfabregaz would you lend it to me :'(
Saya >>@iklikfabregaz: If we were near, my friend. Aren't there any other shoulders around you?! ;) RT @princessraia: @iklikfabregaz would you lend it to me :'(
singkat kata, begitu kurang lebih kronologisnya. terus apa menariknya? tak ada. hahahaa.
begini.
kita, semua, tanpa kecuali, pasti pernah merasakan perasaan yang tidak mengenakkan. macemnya bisa apa saja. sedih perih sedu sedan gundah gulana tiada tara, you name it. intinya, kita semua bangsa manusia yang punya kesadaran emosional, pasti dan pasti pernah merasakan gejolak 'emosi' ini. terutama anda yang wanita, yang perempuan, yang cewek, ato apalah sebutannya, relatif lebih pandai mengungkapkannya. lebih pandai mengekspresikannya. namun di sisi yang lain, juga lebih pandai menahannya. paham maksudnya? kalo tidak juga tak apa. no need to be too serious. sekali lagi, saya katakan relatif. tanpa bermaksud menggenaralisasi.
banyak cara yang kemudian kita lakukan untuk mencari ajang pelampiasan. tanpa bermaksud mempertajam isu gender, karena dalam kasus ini teman saya adalah seorang cewek, seorang wanita, maka saya akan lebih berbicara tentang segi wanitanya.
seperti yang barusan saya tuliskan, kaum wanita biasanya relatif lebih pandai mengungkapkan atau mengekspresikan perasaannya. caranya pun macam macam pula. ada yang curhat sama sahabatnya. ada yang sok nyari kesibukan. ada yang milih mencoba melupakan masalah dengan makan. ato ada juga yang kemudian tak melakukan apa apa karena memang tak tau harus ngapain. (anda termasuk yang mana? hahaa). dan mungkin masih ada jutaan cara lainnya. terserah anda.
Need a shoulder.
sekilas mungkin terbaca atau terdengar sepele. namun anda mungkin tak pernah membayangkan, bagi anda yang wanita, gimana jika kalimat singkat nan sederhana tersebut dibaca, atau didengar oleh pria yang naksir pada anda. yang ada rasa kepada anda. atau bahkan yang sudah jadi pacar anda. you have no idea how it felt, girls! ;)
apalagiii, jika kata kata tersebut memang anda tujukan buat si pria yang karena berkah Tuhan, juga anda taksir. sempurnalah taksiran anda. taksiran yang tak bertepuk sebelah badan. rasanya mungkin seperti lagunya Queen, It's Kind of Magic.
bagi seorang cewek, atau wanita, terlebih jika dianya wanita labil (hahaaa), mendapatkan bahu untuk bersandar adalah 'sesuatu banget' kalo bahasa alay sekarang bilang. baik mendapatkan bahu untuk bersandar dalam pengertian denotatif maupun secara kiasan. intinya, mendapatkan tempat untuk sejenak berbagi 'beban' dikepala, dan mungkin di jiwa raga, adalah sesuatu yang sangat berarti bagi seorang wanita. terlebih ketika dalam keadaan emosi yang sedang 'bergejolak'.
tentu saya tak akan membantah jika mungkin ada diantara anda yang cowok dan ternyata suka menyandarkan kepalanya ke cewek, atau justru ke sesama cowok. itu hak anda. selama yang punya bahu tak keberatan, silakan! ;D
itu dari sudut pandang wanita. biar terkesan cover both side, mungkin saya harus sedikit berkisah. untuk me-nyudut pandang-kan pria.
in my entire life, so far, cuman ada 2 wanita yang pernah menyandarkan kepalanya di bahu saya. yang pertama adalah ibunya ibu saya yang berarti juga adalah nenek saya. dan yang kedua adalah.. bukan nenek saya. rasanya nggak terlalu asik juga kalo ngomongin nenek saya, karena romannya pasti akan berbeda. jadi saya lebih memilih yang kedua. wanita yang bukan nenek saya. ;)
sebut saja namanya.. ehh, nggak usah disebut saja dink. nanti dia ge er! hihii. singkatnya, she was one of my senior high girl-friends. baiklah, saya dulu memang naksir dia. dan memang sedang dalam masa dekatepe. tau sendiri lah ya gimana kelakuan anak sma kalo lagi jatuh cinta. kadang norak. dan sering ngisin-isini. tapi tak apa. namanya juga anak sma. sukanaya cari perhatian dari sang pujaan.
singkat kata singkat cerita, hingga pada suatu jam pelajaran kosong, dia mendatangi saya yang sedang duduk sendirian di bangku paling belakang dan sekonyong konyong menyandarkan kepala kecilnya dibahu saya, yang jujur saja, dari dulu sampai sekarang tak berubah. tetep cengkring. kayak orang kurang gizi. ehh, bukan kayak, emang beneran kurang gizi.
what a blast!
"I love you like very much. and now you are leaning your head on my shoulder."
kurang lebih begitu pikir saya waktu itu. tentu saja waktu itu dalam bahasa jawa. hahaa.
entah kenapa dia hanya diam. dan saya pun, sebagai seorang lelaki jantan, tentu saja juga ikut diam! ;D
at that very moment, saya merasa, this is one of the happiest times of my life. yak, sampai kinipun saya masih merasa, saat itu adalah salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup saya. apa yang lebih membahagiakan bagi seorang pria dari menjadi tempat bersandar seorang wanita yang dia cinta? *mungkin begitu lebay nya*
saat itu, untuk sesaat, tiba tiba saya merasa seperti menjadi makhluk yang lebih berguna. buat dia. atau paling tidak, dia yang saya cinta mengakui kalo saya ada. I was exist for her. atleast, I had a shoulder for she leaned her head to.
saya curhat ya?! hahaa. tak apa. namanya juga ilustrasi. mohon dimaafkan juga kalo saya terlalu banyak menggunakan kata 'cinta'. kata yang absurd. memang. biar lebih dramatis lah ya! ;D
intinya dari semua cerita sampah di atas adalah, bahagialah anda yang memiliki bahu yang masih bisa dijadikan tempat bersandar bagi orang lain. karena bagaimanapun, sekecil apapun, meski tanpa anda sadari sedikitpun sekalipun, that means a lot! for others, or atleast for your own satisfaction.
cheers!
beranjak dari.. beranjak? sik opo yo kata yang lebih tepat.. mmm... mmm... oke..
terinspirasi dari twit salah seorang kawan (sejak) lama saya yang berinisial N.A.N.A alias Nana ato saya lebih suka memanggilnya Po, maka terpikirlah di kepala saya untuk menulis tulisan (yang lagi lagi tetaplah) sampah ini. twit singkat yang iseng iseng saya balas dengan twit yang sama singkatnya. tanpa bermaksud sok gimana, saya memang suka ngrusuhi orang. salah satunya ya dengan sok nyamber twitnya. mohon maklumnya saja. sudah kebiasaan dari sononya! ;)
Nana >>
Saya >>
Nana >>
Saya >>
singkat kata, begitu kurang lebih kronologisnya. terus apa menariknya? tak ada. hahahaa.
begini.
kita, semua, tanpa kecuali, pasti pernah merasakan perasaan yang tidak mengenakkan. macemnya bisa apa saja. sedih perih sedu sedan gundah gulana tiada tara, you name it. intinya, kita semua bangsa manusia yang punya kesadaran emosional, pasti dan pasti pernah merasakan gejolak 'emosi' ini. terutama anda yang wanita, yang perempuan, yang cewek, ato apalah sebutannya, relatif lebih pandai mengungkapkannya. lebih pandai mengekspresikannya. namun di sisi yang lain, juga lebih pandai menahannya. paham maksudnya? kalo tidak juga tak apa. no need to be too serious. sekali lagi, saya katakan relatif. tanpa bermaksud menggenaralisasi.
banyak cara yang kemudian kita lakukan untuk mencari ajang pelampiasan. tanpa bermaksud mempertajam isu gender, karena dalam kasus ini teman saya adalah seorang cewek, seorang wanita, maka saya akan lebih berbicara tentang segi wanitanya.
seperti yang barusan saya tuliskan, kaum wanita biasanya relatif lebih pandai mengungkapkan atau mengekspresikan perasaannya. caranya pun macam macam pula. ada yang curhat sama sahabatnya. ada yang sok nyari kesibukan. ada yang milih mencoba melupakan masalah dengan makan. ato ada juga yang kemudian tak melakukan apa apa karena memang tak tau harus ngapain. (anda termasuk yang mana? hahaa). dan mungkin masih ada jutaan cara lainnya. terserah anda.
Need a shoulder.
sekilas mungkin terbaca atau terdengar sepele. namun anda mungkin tak pernah membayangkan, bagi anda yang wanita, gimana jika kalimat singkat nan sederhana tersebut dibaca, atau didengar oleh pria yang naksir pada anda. yang ada rasa kepada anda. atau bahkan yang sudah jadi pacar anda. you have no idea how it felt, girls! ;)
apalagiii, jika kata kata tersebut memang anda tujukan buat si pria yang karena berkah Tuhan, juga anda taksir. sempurnalah taksiran anda. taksiran yang tak bertepuk sebelah badan. rasanya mungkin seperti lagunya Queen, It's Kind of Magic.
bagi seorang cewek, atau wanita, terlebih jika dianya wanita labil (hahaaa), mendapatkan bahu untuk bersandar adalah 'sesuatu banget' kalo bahasa alay sekarang bilang. baik mendapatkan bahu untuk bersandar dalam pengertian denotatif maupun secara kiasan. intinya, mendapatkan tempat untuk sejenak berbagi 'beban' dikepala, dan mungkin di jiwa raga, adalah sesuatu yang sangat berarti bagi seorang wanita. terlebih ketika dalam keadaan emosi yang sedang 'bergejolak'.
tentu saya tak akan membantah jika mungkin ada diantara anda yang cowok dan ternyata suka menyandarkan kepalanya ke cewek, atau justru ke sesama cowok. itu hak anda. selama yang punya bahu tak keberatan, silakan! ;D
itu dari sudut pandang wanita. biar terkesan cover both side, mungkin saya harus sedikit berkisah. untuk me-nyudut pandang-kan pria.
in my entire life, so far, cuman ada 2 wanita yang pernah menyandarkan kepalanya di bahu saya. yang pertama adalah ibunya ibu saya yang berarti juga adalah nenek saya. dan yang kedua adalah.. bukan nenek saya. rasanya nggak terlalu asik juga kalo ngomongin nenek saya, karena romannya pasti akan berbeda. jadi saya lebih memilih yang kedua. wanita yang bukan nenek saya. ;)
sebut saja namanya.. ehh, nggak usah disebut saja dink. nanti dia ge er! hihii. singkatnya, she was one of my senior high girl-friends. baiklah, saya dulu memang naksir dia. dan memang sedang dalam masa dekatepe. tau sendiri lah ya gimana kelakuan anak sma kalo lagi jatuh cinta. kadang norak. dan sering ngisin-isini. tapi tak apa. namanya juga anak sma. sukanaya cari perhatian dari sang pujaan.
singkat kata singkat cerita, hingga pada suatu jam pelajaran kosong, dia mendatangi saya yang sedang duduk sendirian di bangku paling belakang dan sekonyong konyong menyandarkan kepala kecilnya dibahu saya, yang jujur saja, dari dulu sampai sekarang tak berubah. tetep cengkring. kayak orang kurang gizi. ehh, bukan kayak, emang beneran kurang gizi.
what a blast!
"I love you like very much. and now you are leaning your head on my shoulder."
kurang lebih begitu pikir saya waktu itu. tentu saja waktu itu dalam bahasa jawa. hahaa.
entah kenapa dia hanya diam. dan saya pun, sebagai seorang lelaki jantan, tentu saja juga ikut diam! ;D
at that very moment, saya merasa, this is one of the happiest times of my life. yak, sampai kinipun saya masih merasa, saat itu adalah salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup saya. apa yang lebih membahagiakan bagi seorang pria dari menjadi tempat bersandar seorang wanita yang dia cinta? *mungkin begitu lebay nya*
saat itu, untuk sesaat, tiba tiba saya merasa seperti menjadi makhluk yang lebih berguna. buat dia. atau paling tidak, dia yang saya cinta mengakui kalo saya ada. I was exist for her. atleast, I had a shoulder for she leaned her head to.
saya curhat ya?! hahaa. tak apa. namanya juga ilustrasi. mohon dimaafkan juga kalo saya terlalu banyak menggunakan kata 'cinta'. kata yang absurd. memang. biar lebih dramatis lah ya! ;D
intinya dari semua cerita sampah di atas adalah, bahagialah anda yang memiliki bahu yang masih bisa dijadikan tempat bersandar bagi orang lain. karena bagaimanapun, sekecil apapun, meski tanpa anda sadari sedikitpun sekalipun, that means a lot! for others, or atleast for your own satisfaction.
cheers!
No comments:
Post a Comment