Aug 3, 2011

Ramadhan (Datang) Lagi

dan rasanya saya selalu spechless tiap kali ingin megungkapkan perasaan tentang ramadhan. hehe.. lebay ya?! tak apa. memang begitu kenyataannya. ramadhan memang bulan yang serba lebih, jadi rasanya juga tak salah kalo mengapresiasinya pun juga dengan perasaan 'berlebihan'.


salah satu contoh paling gampang, dan mungkin yang paling sering kita dengar di ceramah ceramah, ramadhan adalah bulan yang lebih banyak berkah. orang Islam yang beriman rasanya tak ada yang menyangkal, kalo bulan ramadhan adalah bulan di mana Allah swt melimpahkan begitu banyak berkah rahmat nikmat karunia pahala, dan entah apa lagi namanya. tidak seperti di bulan bulan lainnya, di bulan ramadhan semuanya itu serba dilipatgandakan. berkali kali lipatnya. bulan ramadhan menjadi kesempatan yang sungguh luar biasa bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah dan berburu pahala. bulan ramadhan seolah menjadi ladang amal kebaikan yang rasanya akan sangat terlalu sayang untuk begitu saja dilewatkan dengan amalan yang biasa biasa saja. maka tak heran, ketika ramadhan banyak orang yang kemudian jadi (makin) rajin beribadah, dalam segala bentuknya. karena memang, mumpung ramadhan!


ramadhan juga bulan yang lebih rame. lebih berisik. lebih meriah. sekali lagi, dalam artian yang baik. yang asik. coba saja tengok mesjid mesjid yang mendadak jadi terlihat kekecilan karena jama'ahnya kebanyakan. hehee. mesjid seakan menjadi lebih hidup selama bulan ramadhan, karena banyaknya kegiatan keagamaan yang dilakukan. belum lagi 'efek' bulan ramadhan kepada para pedagang (terutama menjelang waktu berbuka) yang mendadak juga ikut ikutan ngeramein jalan jalan hingga tak jarang menimbulkan kemacetan. tapi semua itu seolah tak mengurangi niat banyak orang untuk sengaja 'bermacet ria' dengan latar belakang ramadhan. karena memang, rasanya nggak begitu kalo nggak ramadhan.


ramadhan juga adalah bulan yang lebih banyak cinta. hahaa. bulan ramadhan adalah bulan kasih sayang. kenapa? karena ramadhan menjadi ajang pembersihan hati dari segala penyakitnya. dari segala perasaan negatif yang menyelimuti hati. halahh. menjalankan puasa menjadi arena mengendalikan berbagai emosi yang intinya dari hati. selama puasa kita dilatih untuk mensucikan hati. bahkan sebelum menjalankan puasa, kita dianjurkan untuk membersihkan hati dari segala perasaan tidak mengenakkan dan saling memaafkan dengan sesama sebagai 'modal' menjalankan puasa. malaikat saja mendo'akan agar Allah tidak menerima puasanya orang yang masih memiliki perasaan buruk terhadap sesama di hatinya. anak yang dendam kepada orang tuanya. istri yang mangkel sama suaminya. dan orang yang tidak rukun dengan tetangganya. semoga saja kita tidak termasuk salah satu diantaranya.


dan entah berapa banyak lagi kelebihan bulan ramadhan, yang murni karena ke-tidak tahu-an, tak bisa semuanya saya tuliskan. tapi yang pasti, bulan ramadhan adalah bulan yang sungguh terlalu luar biasa untuk dibiarkan berlalu begitu saja, tanpa kita isi dengan sebanyak mungkin amal kebaikan. karena jangankan bisa menjalani ibadah ramadhan, sekedar bisa bertemu (lagi) dengan bulan ramadhan saja, sudah karunia yang rasanya perlu kita panjatkan syukur yang tak terhingga besarnya. karena kita tak pernah tau, apakah kita masih akan diberi kesempatan untuk bertemu dengan ramadhan tahun depan. kita bahkan tak akan pernah tau, apakah akan masih bisa menikmati bulan ramadhan di hari esok.


marhaban ya ramadhan. selamat datang bulan ramadhan.


selamat menjalankan ibadah ramadhan. semoga berkah berlimpah bagi kita semua. selamat menjalankan ibadah puasa. semoga kita tidak termasuk golongan orang orang yang tidak mendapat apa apa dari puasanya selain lapar dan dahaga.


amin yaa rabbal 'alamiin.