Jul 9, 2011

Wedding Thing

selain musim dingin, bulan Juli ternyata juga musim kawin.

hahaa.. begitulah kira kira yang terlintas dalam pikiran saya ketika membaca beberapa wedding invitation yang kalo mau sedikit lebay, rasanya bertubi tubi seakan tiada henti nongol di halaman fesbuk saya. ketauan ya kalo belakangan jadi lebih sering buka fesbuk lagi! ;D

sungguh, baru belakangan ini saya diundang beberapa kawan yang semuanya serba kawinan. itu belum termasuk beberapa 'status' di fesbuk maupun kicauan di Twitter yang menyebutkan, dan atau mengisyaratkan hal yang sama. yang berbau kawinan. yang ada hubungannya sama kawinan. pokoknya yang ujung ujungnya kawinan. sekian.

ehh masih ada lagi dink.. hehehe..

ehh, kawinan kesannya kasar nggak sih?! berdasar sense of sensitivity saya yang sungguh sensitif, mungkin saya akan mengganti istilah kawinan dengan nikahan saja. selain terlihat lebih etis, kayaknya juga terdengar lebih sopan! ;)

well, kalo boleh jujur, sebenernya saya rada minder kalo ngomongin soal pernikahan dan atau serba serbi yang ada kaitan dengannya. kenapa? selain yang pasti saya belum berpengalaman, juga karena.. mmm.. mm.. karena apa ya.. kayaknya nggak ada alasan lain dink. itu saja. saya belum berpengalaman.

kalo alasan pengalaman belum terlalu meyakinkan, mungkin saya akan kasih alasan lain. walopun mungkin terkesan ngelantur dan yang pasti ngawur, pernikahan, bagi saya pribadi merupakan sesuatu hal yang serius. hal yang besar. bahkan hanya untuk sekedar diomongin. bukankah selain kelahiran dan kematian, peristiwa terbesar dalam hidup (kebanyakan) manusia adalah pernikahan?!

manusia yang masih senang berpikiran kekanak kanakan seperi saya rasanya belum waktunya, atau lebih tepatnya, belum nyampe pikirannya, kalo kata orang tua. tapi memang begitulah. saya masih merasa belum pantas membicarakan soal pernikahan. walopun sebagai manusia biasa yang normal, saya juga menginginkannya. kelak. suatu saat. nanti.

sayapun mencoba kembali sedikit mengenang, sedikit flashback ke masa lalu yang tak terlalu lampau. rasanya belum lama saya 'berpisah' dari kawan kawan saya seperjuangan semasa muda. walopun juga nggak bisa dibilang sebentar. kawan kawan yang bisa dikatakan jarang, ato malah nyaris tak pernah bertatap muka lagi semenjak terakhir kali saling semprot phylox ke seragam putih abu abu waktu itu. maka tak heran jika tiap ada kesempatan untuk bisa bertemu dan berkumpul lagi untuk sekedar temu rindu, sungguh saya tak mengelak saya merasa senang. tapi sungguh pula berbeda rasanya, dan apa mau dikata, jika sekalinya kesempatan itu datang, ianya datang dalam wujud undangan pernikahan. #JLEB

sayapun sering merasa simalakama. serba salah. di satu sisi, undangan datang dari kawan. tak enak kalo tak datang. di sisi yang lain, saya merasa seperti tak ada nyali. ya, tak ada nyali. nggak berani. nggak beraninya seperti apa dan kenapa, rada susah juga menjelaskannya. karena saya sendiri juga nggak tau gimana persis alasannya.

jujur saja, saya memang bukan tipe orang yang suka acara macam begituan. pernikahan dan sejenisnya. yang mengharuskan berdandan. berpakaian sopan. dan sebaginya. singkatnya, mungkin bisa dikatakan saya alergi pada segala macem kegiatan yang mengharuskan berpakaian rapi! ;D

jangankan pernikahan atau hajatan dari kawan kawan, acara pernikahan atau hajatan maupun segalama macem acara kerabat atau bahkan keluarga sendiri saja, saya kadang masih males malesan. well, bukan kadang kadang, lebih tepatnya, selalu. saya selalu merasa enggan menghadiri acara acara hajatan dan semacamnya. entah kenapa, tapi begitulah kenyataannya.

mungkin banyak yang kemudian menganggap saya tak sopan. bukankah sebagai seorang muslim yang baik, harusnya datang ketika diundang, selama memang tak berhalangan?! tapi apa mau dikata, jangankan muslim yang baik, saya bahkan bukan orang yang baik. atau dalam hal ini, mungkin saya memang bukan teman yang baik.

karma itu ada. dan saya percaya. jika sekarang saya nggak datang ketika diundang, mungkin di masa mendatang hal demikian terjadi pada saya. mungkin ketika nanti saya menikah, banyak yang tak datang meskipun saya undang. tapi tak apalah. toh saya juga nggak berencana nikahan dengan acara gede gedean! hahaa.


buat kawan kawan yang berbaik hati mengundang, setulus hati saya mohon maaf jika sekiranya tak datang ke pernikahan kalian. banyak alesan klise dan retoris yang mungkin akan terdengar picisan jika harus disebutkan. bagaimanapun, saya hanya bisa memberi do'a dan ikut berbahagia. sebagai kawan, apa yang bisa saya lakukan selain ikut senang atas kebahagiaan kalian.

selamat menempuh hidup baru, kawan kawanku. semoga saya juga diberi kesempatan untuk merasakan indahnya pernikahan. suatu hari nanti. semoga! ;D

bahagia untuk kalian. bahagia untuk kita semua.

'till death do us apart!


cheers.

No comments: