Many years from now
Will you still be sending me a valentine
Birthday greetings bottle of wine?
If I'd been out till quarter to three
Would you lock the door
Will you still need me, will you still feed me
When I'm sixty-four?
begitulah penggalan lirik lagu When I'm Sixty-Four nya The Beatles yang mendadak jadi trending song saya hari ini. lagu karya Sir Paul McCartney itu rasanya paling tepat jadi bahan 'perenungan' saya di Minggu yang sempet mendung ini. walopun pada kenyataannya, tentu saja saya nggak bisa sebegitu merenungnya.
hari ini, Minggu 17 Juli 2011. kalo yang ngetik akte kelahiran saya nggak salah ketik, berarti hari ini saya genap berusia 24 tahun. dua puluh empat. DUA PULUH EMPAT. angka yang sudah cukup banyak untuk ukuran usia. usia yang cukup tua untuk ukuran manusia biasa yang pasti nggak akan muda selamanya. kalo rata rata umur manusia biasa sekitar 60 taunan, berarti saya sudah menjalani kurang lebih sepertiga jatah hidup di dunia yang di berikan Tuhan. tersisa dua per tiga. jika Tuhan mengijinkan saya berumur panjang.
when I'm 24.
rasanya saya selalu malu jika berbicara tentang usia. malu dalam arti yang sebenar benarnya. bukan malu karena sudah bisa dibilang tua ato jadi sering dikatain tua. tapi lebih kepada malu karena sudah bisa dibilang tua tapi belum jadi apa apa. kecuali MASIH jadi mahasiswa. belum jadi orang kalo kata orang tua. juga belum melakukan apa apa. baik bagi diri saya sendiri. apa lagi buat keluarga. dan lebih jauh, buat orang orang di sekitar saya. singkat kata, saya masih tidak berguna sebagai manusia.
when I'm 24.
walopun tak berguna, bukan berarti saya tak tau diri. bagaimanapun, terlalu banyak hal yang harus selalu saya syukuri. saya bersyukur hingga detik ini masih bisa bernafas. saya bersyukur masih bisa menghirup udara seenaknya dengan cuma cuma. saya bersyukur masih diberikan jiwa dan raga yang sehat. saya bersyukur masih hidup. dan merasa bahagia dengan bagaimanapun keadaan hidup saya.
saya bersyukur punya ibu yang selalu (mau) maklum ketika bertanya kapan saya lulus dan selalu saya jawab "Insyaallah tahun depan". saya bersyukur punya lebih dari cukup teman untuk membuat hidup saya lebih berwarna. apapun warnanya. saya bahkan bersyukur bahwasanya terkadang saya dianggap menyebalkan oleh sebagaian orang. hahahaa. dan banyak lagi hal hal yang sepatutnya saya syukuri yang sepertinya tak terhingga. jadi nggak perlu ditulis semuanya.
when I'm 24.
hanya do'a dan harapan sederhana yang bisa dipanjatkan. saya tak akan muluk meminta umur panjang. walopun tentu saja saya akan sangat bersyukur jika diberi umur panjang nan berkah. saya bahkan beruntung jika saya masih bisa merasakan umur 25. tapi yang pasti, sampai seberapapun waktu yang diberikan Tuhan mengijinkan saya menghuni dunia sebagai manusia, saya hanya ingin menjadi manusia yang lebih baik. bukan manusia terbaik, hanya manusia yang lebih baik. memang terkesan ambigu dan terdengar klise. tapi tak apa. saya memang manusia ambigu. dan lebih dari itu pula, hidup memang penuh dengan hal hal klise.
when I'm 24.
I just wanna be simply a better man.
p.s : terima kasih tak berhingga buat temanku sahabatku sodariku Mahar Prastiwi yang menjadi orang pertama dan satu satunya yang memberi ucapan dan do'a, walopun demi Tuhan saya tak mengharapkannya. terima kasih kau masih ingat. terima kasih masih mau mendo'akan temanmu yang useless dan menyebalkan ini.
terima kasih.