this is a very simple story... but not easy one to tell.
sedikit berbicara sok filosofis, secara kodrat, manusia adalah makhluk sosial. yang kalo diartikan secara ngawur artinya manusia hidup perlu sosialisasi. dalam hidupnya manusia perlu manusia lainnya. ato dengan kalimat lebih singkat, manusia nggak bisa hidup tanpa orang lain. kenapa? ya saya juga nggak tau. pokoknya begitu! ;D
hidup jadi 'berasa' karena ADA orang lain di sekitar kita. ADA saja mungkin belum cukup. hidup jadi berasa lebih 'berasa' karena BANYAK orang di sekitar kita. coba bayangkan kita hidup sendirian di bumi yang gede bulet telor ini. kita punya semua muanya yang kita inginkan. katakanlah semua yang ada di dunia jadi milik kita, tapi kita sendirian. nggak ada orang lain di sekitar kita. bagaimana rasanya? well, mungkin percuma. kenapa? karena kita nggak punya orang lain untuk 'berbagi' rasa. kita nggak ada 'tempat' untuk bersama menikmati apa yang kita punya. intinya, hidup kita jadi ada rasanya karena ada manusia lain di sekitar kita. hidup kita jadi ada artinya karena kita hidup dengan manusia lainnya.
some places are like people: some shine and some don't.
banyak manusia berarti juga banyak kepala, yang berarti juga banyak isi kepalanya. walopun saya nggak tau juga kalo ada manusia yang punya kepala tapi nggak ada isinya. isi kepala ini salah satunya yang bikin tiap manusia beda dengan yang lainnya. tapi justru dengan begitu, dunia manusia jadi ada 'warna' nya. sekali lagi coba bayangkan kalo semua manusia sama saja. bayangkan kalo semua manusia seragam. alangkah membosankankannya kalo semuanya serba sama.kemana angin berhembus, yang kita lihat itu itu saja. sejauh mata memandang, yang kita lihat begitu begitu saja. ahh, mending ke laut saja! ;D
there's no point of living, if you can't feel alive.
kalo ngomongin bijak kehidupan, jujur saja saya nggak paham. tapi setidaknya saya tau satu hal sederhana tentang hidup, bahwa hidup adalah untuk dihidupi. memang terdengar klise dan mungkin absurd, bahkan sepele, tapi percayalah, nggak semua manusia menyadarinya! ;D
hidup di dunia yang cuma sekali kalinya, sudah semestinya kita jalani dengan sebaik baiknya. sekali lagi, menjalani hidup yang baik itu bagaimana, saya juga nggak mau sok tau dan sok tua, di samping juga karena saya yakin, pendapat orang pasti beda beda, dan itu wajar saja. bukakah memang manusia dicipta berbeda beda?! satu hal yang saya tau, menjalani hidup nggak perlu melulu harus dengan muluk. karena seperti kata iklan, hidup nggak selamanya datar datar saja. ada kalanya hidup tak seperti yang kita duga, yang sekali lagi memberikan pelajaran, bahwa kita adalah manusia, makhluk tuhan yang dicipta paling tinggi derajatnya. jika begitu, apakah kita masih ingin menyia nyiakan hidup di dunia yang cuma sekali kalinya?!
saya jelas tak bermaksud sama sekali untuk sok bijaksana, karena sebenarnya saya memang bukan orang bijaksana. saya hanya mengungkapkan pikiran saya sebagai manusia. ato setidaknya, begitulah yang saya rasa sebagai seorang manusia yang hidup di tengah tengah manusia lainnya. hidup di dunia hanya sekali dan teramat singkat untuk dihabiskan dengan percuma. disyukuri dan dijalani saja. dengan jalan dan cara yang sebaik baiknya. walopun saya juga tau, menjalaninya nggak segampang ngomongnya. makanya sekarang saya 'ngomong' saja! ;D
the most beautiful thing in the world is, of course, the world itself.
seperti saya bilang di muka, hidup kita sebagai manusia jadi lebih 'berasa' karena ada (banyak) manusia lain di sekitar kita. baik yang kita kenal sedekat dekatnya maupun yang tidak kita tau sama sekali asal rimbanya. orang orang yang tidak kita kenal, sekalipun tidak secara 'langsung' berpengaruh pada kehidupan kita sebagai individu manusia, ibarat sebuah lagu, tetap saja memberi nada nada tersendiri bagi kehidupan kita. walopun nadanya nggak tentu selalu merdu. berbeda dengan orang orang yang secara hubungan manusianya kita kenal. keluarga. orang tua. sodara. teman. sahabat. pacar. mantan pacar. selingkuhan. mantan selingkuhan. mantan pacarnya mantan selingkuhan. dan sebaginya dan lainnya! ;D
percaya ato tidak, disadari ato tidak, dunia kita jadi berwarna karena mereka. hidup kita jadi ada lika likunya karenanya. hidup jadi layak kita sebut KEHIDUPAN. dengan segala rupa warnanya. jadi daripada meratapinya, mending dijalani dan dinikmati saja.
cheers.
sedikit berbicara sok filosofis, secara kodrat, manusia adalah makhluk sosial. yang kalo diartikan secara ngawur artinya manusia hidup perlu sosialisasi. dalam hidupnya manusia perlu manusia lainnya. ato dengan kalimat lebih singkat, manusia nggak bisa hidup tanpa orang lain. kenapa? ya saya juga nggak tau. pokoknya begitu! ;D
hidup jadi 'berasa' karena ADA orang lain di sekitar kita. ADA saja mungkin belum cukup. hidup jadi berasa lebih 'berasa' karena BANYAK orang di sekitar kita. coba bayangkan kita hidup sendirian di bumi yang gede bulet telor ini. kita punya semua muanya yang kita inginkan. katakanlah semua yang ada di dunia jadi milik kita, tapi kita sendirian. nggak ada orang lain di sekitar kita. bagaimana rasanya? well, mungkin percuma. kenapa? karena kita nggak punya orang lain untuk 'berbagi' rasa. kita nggak ada 'tempat' untuk bersama menikmati apa yang kita punya. intinya, hidup kita jadi ada rasanya karena ada manusia lain di sekitar kita. hidup kita jadi ada artinya karena kita hidup dengan manusia lainnya.
some places are like people: some shine and some don't.
banyak manusia berarti juga banyak kepala, yang berarti juga banyak isi kepalanya. walopun saya nggak tau juga kalo ada manusia yang punya kepala tapi nggak ada isinya. isi kepala ini salah satunya yang bikin tiap manusia beda dengan yang lainnya. tapi justru dengan begitu, dunia manusia jadi ada 'warna' nya. sekali lagi coba bayangkan kalo semua manusia sama saja. bayangkan kalo semua manusia seragam. alangkah membosankankannya kalo semuanya serba sama.kemana angin berhembus, yang kita lihat itu itu saja. sejauh mata memandang, yang kita lihat begitu begitu saja. ahh, mending ke laut saja! ;D
there's no point of living, if you can't feel alive.
kalo ngomongin bijak kehidupan, jujur saja saya nggak paham. tapi setidaknya saya tau satu hal sederhana tentang hidup, bahwa hidup adalah untuk dihidupi. memang terdengar klise dan mungkin absurd, bahkan sepele, tapi percayalah, nggak semua manusia menyadarinya! ;D
hidup di dunia yang cuma sekali kalinya, sudah semestinya kita jalani dengan sebaik baiknya. sekali lagi, menjalani hidup yang baik itu bagaimana, saya juga nggak mau sok tau dan sok tua, di samping juga karena saya yakin, pendapat orang pasti beda beda, dan itu wajar saja. bukakah memang manusia dicipta berbeda beda?! satu hal yang saya tau, menjalani hidup nggak perlu melulu harus dengan muluk. karena seperti kata iklan, hidup nggak selamanya datar datar saja. ada kalanya hidup tak seperti yang kita duga, yang sekali lagi memberikan pelajaran, bahwa kita adalah manusia, makhluk tuhan yang dicipta paling tinggi derajatnya. jika begitu, apakah kita masih ingin menyia nyiakan hidup di dunia yang cuma sekali kalinya?!
saya jelas tak bermaksud sama sekali untuk sok bijaksana, karena sebenarnya saya memang bukan orang bijaksana. saya hanya mengungkapkan pikiran saya sebagai manusia. ato setidaknya, begitulah yang saya rasa sebagai seorang manusia yang hidup di tengah tengah manusia lainnya. hidup di dunia hanya sekali dan teramat singkat untuk dihabiskan dengan percuma. disyukuri dan dijalani saja. dengan jalan dan cara yang sebaik baiknya. walopun saya juga tau, menjalaninya nggak segampang ngomongnya. makanya sekarang saya 'ngomong' saja! ;D
the most beautiful thing in the world is, of course, the world itself.
seperti saya bilang di muka, hidup kita sebagai manusia jadi lebih 'berasa' karena ada (banyak) manusia lain di sekitar kita. baik yang kita kenal sedekat dekatnya maupun yang tidak kita tau sama sekali asal rimbanya. orang orang yang tidak kita kenal, sekalipun tidak secara 'langsung' berpengaruh pada kehidupan kita sebagai individu manusia, ibarat sebuah lagu, tetap saja memberi nada nada tersendiri bagi kehidupan kita. walopun nadanya nggak tentu selalu merdu. berbeda dengan orang orang yang secara hubungan manusianya kita kenal. keluarga. orang tua. sodara. teman. sahabat. pacar. mantan pacar. selingkuhan. mantan selingkuhan. mantan pacarnya mantan selingkuhan. dan sebaginya dan lainnya! ;D
percaya ato tidak, disadari ato tidak, dunia kita jadi berwarna karena mereka. hidup kita jadi ada lika likunya karenanya. hidup jadi layak kita sebut KEHIDUPAN. dengan segala rupa warnanya. jadi daripada meratapinya, mending dijalani dan dinikmati saja.
cheers.
No comments:
Post a Comment