Apr 12, 2011

She Loves Me Not

hari ini saya dapet cerita bodoh. tapi lucu. menurut saya. mungkin juga tidak menurut anda.

seorang kawan saya, yang walopun sudah sebaya tapi kadang kelakuannya masih kayak anak ABG cewek yang lagi telat datang bulan, adalah sumber ceritanya. tidak seperti biasanya yang selalu nampak ceria, hari ini dia terlihat sedikit murung. setidaknya kalo dilihat dari raut mukanya yang... yang murung tentunya! ;)

dengan maksud sok akrab, sayapun menanyakan apa gerangan sebabnya dia berduka. singkat dia jawab, karena smsnya nggak dibalas. saya masih nggak ngerti. saya tanya lagi emang dianya sms siapa. dengan nada lemes mirip kayak suara perempuan sehabis melahirkan dia menjawab lebih singkat "****".
bagian itu sebenernya nama seorang cewek. namun demi alasan menjaga nama baik, saya menyamarkannya ;)

setelah rada reda duka citanya, dia mulai bercerita. dengan gaya dukun beranak yang perhatian, saya pura pura memperhatikan. ternyata dia berduka karena smsnya kepada seorang cewek tak dibalas. dan cewek yang dimaksud adalah cewek yang selama ini jadi pujaan hatinya. bodohnya, kalo saya bilang lucunya, dia menganggap bahwa cintanya tak berbalas (hanya) karena smsnya tak dibalas. sebenernya saya tak tega, tapi mendengar penjelasan begonya, saya tak kuasa juga menahan tawa. hahahaa.

aneh. bodoh. dan lucu. sejenak saya lihat muka kawan saya yang merana. karena mukanya yang nampak menghayati penderitaannya, sayapun menghentikan tawa. walopun tentu saja masih cekikikan. hihihii. sejenak saya jadi berpikir, ternyata ada orang sepolos, selugu, selucu (dan sebego) kawan saya itu. hahahaa.
percayalah, saya nulis ini sambil senyum senyum sendiri ;)

well, memang bodoh. memang lucu. tapi lebih dari itu, saya anggap cerita kawan saya tadi sebagai sebuah ungkapan sederhana tapi jujur. ya. jujur adalah poin penting. menurut saya. segala yang didasari kejujuran selalu terasa lebih menyenangkan. termasuk cerita bodoh kawan saya yang juga 'bodoh' barusan.

sejenak saya jadi bertanya pada diri sendiri. meminjam pengalaman kawan saya tadi, saya berpikir, how about me? whatthehell. ternyata saya juga sering, bahkan teramat sangat sering sekali mengalami apa yang dialami kawan saya tadi. kalo CUMA masalah sms nggak dibales, mungkin saya bisa jadi kandidat masuk MURI sebagai orang indonesia yang smsnya paling sering nggak dibales. jangankan oleh cewek, cowok saja kadang males malesan bales sms saya. hahahaa. nasib!

untungnya, saya nggak berpikir seperti dia. kenapa? banyak sebabnya.

pertama, saya sering mengirim sms bernada retoris. seperti halnya pertanyaan retoris yang tak butuh jawaban, sms saya yang retoris juga sebenernya tak butuh balesan. walopun ada juga yang tetap mengirim balesan. hingga tak jarang saya harus menambahkan kata kata nggak usah dibales ato no need to reply. walopun sebenernya saya bukannya nggak suka jika mereka mengirim balasan. saya justru berterimakasih mereka masih mau membalasnya, padahal saya tak mengharapkan balasan.

kedua, dan ini yang paling sering, saya suka mengirim sms yang nggak penting. entah kenapa saya selalu memiliki kebiasaan aneh dengan mengirim sms kepada teman teman yang menurut saya sudah lama tak bertegur sapa, atau bahkan sudah lama tak berjumpa. sekedar sms say hi, apa kabar ato smiley. memang nggak penting. tapi bagi saya pribadi, sangatlah penting untuk selalu menjaga komunikasi. walopun cuma dengan sms. walopun hanya say hi.

ketiga, yang mungkin terdengar rada absurd, saya lebih suka berbaik sangka saja. ketika sms tak berbalas, saya lebih memilih untuk berpikir bahwa mungkin memang dianya sedang sangat sibuk hingga tak sempat mengetik sms balasan. mungkin dianya sedang nggak ada pulsa. ato bisa saja dianya memang nggak menerima pesan saya karena sedang diluar angkasa. hahahaa. whatever.

biar nggak terkesan diskriminatif, sudah semestinya saya menempatkan diri seperti posisi kawan saya di muka. katakanlah jika saya sms cewek yang saya suka, dan ternyata dia tak membalasnya. well, sedikit kecewa mungkin iya. tapi sepertinya saya nggak pernah, atau setidaknya belum pernah, merasa cinta saya nggak berbalas hanya karena sms saya tak dibalas. walopun siapa tau itu adalah tanda dari si dia kalo dianya memang nggak bermaksud membalas cita saya. sayanya saja yang nggak terlalu mau tau! ;D

lain cerita satu tema, sebenarnya sms adalah hal teramat sepele tapi memiliki 'dampak' yang menurut saya bisa dikatakan cukup signifikan. setidaknya bila dipandang dari sisi komunikasi diantara kita bangsa manusia di era informatika seperti sekarang ini. saya sendiri sangat sering mengirim sms nggak jelas kepada kawan kawan lama hanya untuk sekedar say hi atau bertanya kabar. dan memang, sebagian tak membalasnya. tapi tak apa. yang penting saya sudah sms mereka, sekedar tanda bahwa saya masih 'ingat' mereka. terlepas mereka membalasnya ato tidak, itu tak terlalu saya pikirkan karena sedari awal niat saya hanya untuk menyapa. paling tidak untuk sekedar menjaga tali silaturahmi. bukankan silaturahmi dapat memperpanjang umur?! ;)

membalas sms juga bukannya sesuatu yang nggak penting. walopun kadang dianggap nggak penting penting banget, terutama jika smsnya memang nggak penting. seperti sms sms yang sering saya kirimkan kepada kawan kawan saya, contohnya. maka dari itu, sudah sewajarnya saya maklum kenapa sms sering nggak dibalas. karena sms saya kebanyakan emang nggak punya 'kepentingan' untuk dibalas. that's simple! jadi rasanya saya tak perlu terlalu kecewa atau bahkan berduka cita hanya karena sms tak berbalas. bahkan jika itu juga berarti cinta saya tak berbalas. hahahaa.

cheers.

No comments: