ada (banyak) yang bilang kalo hari ini adalah hari ibu. maklum saja saya tak tau, karena selain tanggal 17 Agustus yang adalah hari ulang tahunnya Republik Indonesia, dan tanggal 1 Juni yang adalah hari ulang tahunnya Marilyn Monroe, saya tak tau lagi hari hari 'penting' yang biasa 'dirayakan' oleh masyarakat kita. tanggal di kalender pun, seperti biasanya berwarna hitam. yang artinya bukan hari libur (nasional). barulah ketika sejenak menengok fesbuk (dan kemudian meyakinkannya dengan bertanya kepada seorang teman) saya mendapati kalo hari ini adalah hari ibu, ato orang bule menyebutnya mother's day.
sayapun mencoba kembali mengingat ingat, dan untungnya sedikit ingat, kalo sebelumnya saya pernah menulis tentang hari ibu. seperti nggak ada jejaknya, waktu ternyata begitu cepat berlalu, karena ternyata saya masih mahasiswa. ehh, maksudnya ternyata sudah hari ibu. lagi. berarti sudah satu tahun sejak terakhir kali saya menulis tentang hari ibu. hari ibu setaon sekali kan ya?! lalu kenapa saya menulis tentang hari ibu lagi?? jawabannya sederhana. daripada nggak ada yang ditulis.
well, hari ibu. walopun bisa dikatakan ini bukan pertama kalinya saya menulis tentang hari ibu, toh sampai detik inipun saya tetep belum ngerti dengan maksudnya hari ibu, selain definisi sok taunya. mungkin seperti kebanyakan orang memahaminya. seperti juga hari hari 'penting' lain, hari ibu pastilah HARI TENTANG IBU. hari yang spesial dipersembahkan bagi kaum ibu. mungkin. tapi saya nggak perlu dan nggak mau terlalu pusing memikirkan maknanya. toh, kalo mau jujur, saya bukan termasuk orang yang terlalu aware dengan eksistensi hari ibu.
let's just talk a very little bit about Mom..
The most important thing in life, is family! Family, always comes first.
sebagian besar orang pasti akan memaknai secara berbeda bila ditanya tentang apa itu keluarga. mungkin ada yang akan bilang keluarga adalah ayah, ibu, adek, kakak, om, tante, ponakan, encing enyak babe dan seterusnya, yang pokoknya adalah mencakup orang orang terdekat, minimal secara biologis. mungkin ada juga yang akan bilang keluarga adalah dimanapun seseorang itu merasa menjadi 'anggota' dari sebuah 'keluarga'. bisa dengan teman, kawan, sahabat, komunitas, organisasi, pacar, ato bahkan dengan selingkuhannya. siapa tau.
apapun persepsi (ato mungkin imajinasi) kita tentang keluarga, nampaknya kata keluarga tak akan bisa lepas dari sosok ibu, baik secara biologis, apalagi secara psikologis tentang bagaimana sebuah keluarga dapat berjalan dan bertumbuh kembang. secara biologis jelas, ibu adalah yang melahirkan kita [tentu saja dengan kerjasama kooperatif dengan si bapak ;)]. secara psikologis, peran ibu bisa lebih dahsyat lagi. semua pasti tidak akan menyangkal jika dikatakan salah satu orang yang paling berjasa ato berperan besar dalam kehidupan kita adalah sosok seorang ibu.
apa ato bagaimana peran ato jasa seorang ibu kepada kita, saya tak akan menulis detailnya karena pasti tidak akan ada habisnya. intinya, sosok ibu tidak bisa tidak untuk menjadi salah satu figur sentral yang membuat kita bisa seperti sekarang ini. apapun dan bagaimanapun kita saat ini. maka tak jarang, ketika kita sedang senang, sedang berbahagia, pertama yang ingin kita bagi adalah dengan keluarga. pun ketika kita sedang merasa sedih, merasa berduka, pertama yang ingin kita jadikan tempat bersandar, tempat berkeluh kesah adalah keluarga. keluarga menjadi tempat istimewa bagi kita, karena rasanya tak semua tempat bisa se welcome keluarga.
Sometimes I feel like nobody understands me.
diakui ato tidak, disadari atopun tidak, selain diri kita sendiri, seorang ibu bisa jadi adalah orang yang paling tau tentang bagaimana diri kita, dibanding manusia manapun di dunia. alasan sebagai 'darah daging' bisa menjadi argumen paling gampang. namun lebih dari itu, seorang ibu selalu memiliki pemahaman yang mungkin kadang kita sendiri anak anaknya tak memahaminya. seorang ibu lebih tau bagaimana anak anaknya yang kadang anaknya sendiri tidak menyadarinya. naluri sebagai seorang ibu, mungkin adalah salah satu anugerah yang luar biasa yang diberikan Tuhan kepada para wanita, khususnya yang sudah menjadi seorang ibu. ketika kita merasa tak ada orang yang mengerti dan memahami kita, ibu seolah menjadi satu satunya manusia yang bertindak sebaliknya.
Mama always had a way of explaining things so I could understand them.
tidak jarang kita merasa bahwa dalam berbagai hal tertentu, kadang kita merasa orang lain tidak bisa memahami. anda yang seorang murid, mungkin kadang merasa bapak ibu guru nggak mengerti anda. saya yang (masih) mahasiswa sering merasa dosen nggak memahami saya. ato anda yang sudah bekerja mungkin kadangkala merasa atasan tidak memahami anda yang notabene adalah bawahannya. kecuali kalo anda yang jadi bosnya. tapi seorang ibu.. seorang ibu nampaknya nyaris tanpa cela dalam hal mengerti dan memahami. seorang ibu, dalam posisinya sebagai seorang istri, bisa jadi adalah orang yang paling mengerti dan memahami suaminya. seorang ibu dalam kapasitasnya sebagai seorang ibu, bisa jadi (dan hampir pasti) adalah orang yang paling (mau) mengerti dan memahami anak anaknya. walopun kadang (ato malah sering) anak anaknya yang nggak mau mengerti dan memahami orang tuanya, terutama ibunya. betapapun susahnya kita dimengerti oleh orang lain, ibu selalu bisa memahami kita. dengan caranya sendiri yang mungkin tak pernah kita duga, ato bahkan tak pernah kita sadari.
Kids, just because I'm not listening doesn't mean I don't care.
seorang ibu, dalam perspektif saya, adalah guru, dosen, ato bahkan 'atasan' yang paling ideal. sebagai guru, beliau adalah orang yang paling banyak memberi pelajaran dalam hidup. bukan pelajaran yang membuat kita mendapat nilai raport yang bagus, tapi pelajaran yang membuat kita menjadi manusia yang baik. dan lebih baik. dari hari ke hari. dari waktu ke waktu. sebagai seorang dosen, ibu bukanlah dosen yang menempatkan mahasiswanya sebagai peserta seminar sehingga setiap hari hanya diberi ceramah dan ceramah, tapi dosen yang tau bagaimana memanfaatkan potensi mahasiswanya, sekecil apapun potensi yang dimiliki si mahasiswa. sebagai seorang 'atasan', seorang ibu bukanlah atasan yang ekslusif apalagi diktator, tapi atasan yang mau bergaul, berbicara, akrab, dan mengenal lebih jauh tentang bagaimana bawahannya, sehingga selain mendapat respect lebih dari bawahannya, para bawahanpun tak akan sungkan untuk bekerja maksimal buat sang atasan. singkatnya, ibu adalah contoh ideal untuk nyaris semua hal tentang bagaimana kita (seharusnya) memposisikan diri.
Life's hard. It's supposed to be. If we didn't suffer, we'd never learn anything.
seperti yang sering saya 'curhat' kan sebelumnya, betapa sering kita merasa bahwa hidup kita kadang kala terasa begitu susah, sedih, duka dan sebagainya. tak jarang ibu menjadi pelarian kita. beliau seakan tak pernah bosan mendengar keluh kesah anak anaknya. beliau selalu membuat kita merasa lebih nyaman, walopun kita dalam keadaan yang sebenarnya tidak. ibu selalu memiliki cara bijak tentang bagaimana menghadapi kesusahan, kesedihan, ato bahkan penderitaan, yang tak jarang kemudian diajarkan kepada kita anak anaknya, dengan harapan kita juga bisa menghadapinya. mungkin tak perlu dipertanyakan lagi tentang bagaimana seorang ibu mengerti akan artinya susah, sedih, duka, derita dan sebagainya. cobalah kita sedikit merenung, dan bertanya pada diri kita sendiri, siapa diantara orang orang disekitar kita yang paling banyak merasakan susah, sedih, duka ato bahkan derita demi keluarganya, terutama anak anaknya?? ibu, bisa jadi adalah salah satu jawaban paling tepat. demi anak anaknya, seorang ibu rela menanggung susah. ketika anak anaknya bersedih, tak jarang ibu merasa ikut sedih. ketika anak anaknya sedang berduka, tak jarang justru sang ibu yang lebih menderita. bahkan hingga meneteskan air mata.
that's Mom.
seperti kata lagu masa TK, kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. mungkin tak ada orang lain yang bisa menyayangi kita seperti seorang ibu menyangi kita, anak anaknya. hanya memberi tak harap kembali. seorang ibu adalah panutan, teladan sejati tentang bagaimana kita menjalani kehidupan. kasih sayang, keikhlasan, ketulusan seorang ibu mungkin (saya sendiri yakin) tak ada yang menyamainya. wallahua'lam.
dan sebagai akhir tapi semoga bukan yang terakhir.. buat ibu saya, ibu anda, dan ibu ibu dimanapun di dunia, saya do'akan beliau beliau semuanya masuk surga.
Thank you, Mom for having me. I know it's been a lot of pain.
sayapun mencoba kembali mengingat ingat, dan untungnya sedikit ingat, kalo sebelumnya saya pernah menulis tentang hari ibu. seperti nggak ada jejaknya, waktu ternyata begitu cepat berlalu, karena ternyata saya masih mahasiswa. ehh, maksudnya ternyata sudah hari ibu. lagi. berarti sudah satu tahun sejak terakhir kali saya menulis tentang hari ibu. hari ibu setaon sekali kan ya?! lalu kenapa saya menulis tentang hari ibu lagi?? jawabannya sederhana. daripada nggak ada yang ditulis.
well, hari ibu. walopun bisa dikatakan ini bukan pertama kalinya saya menulis tentang hari ibu, toh sampai detik inipun saya tetep belum ngerti dengan maksudnya hari ibu, selain definisi sok taunya. mungkin seperti kebanyakan orang memahaminya. seperti juga hari hari 'penting' lain, hari ibu pastilah HARI TENTANG IBU. hari yang spesial dipersembahkan bagi kaum ibu. mungkin. tapi saya nggak perlu dan nggak mau terlalu pusing memikirkan maknanya. toh, kalo mau jujur, saya bukan termasuk orang yang terlalu aware dengan eksistensi hari ibu.
let's just talk a very little bit about Mom..
The most important thing in life, is family! Family, always comes first.
sebagian besar orang pasti akan memaknai secara berbeda bila ditanya tentang apa itu keluarga. mungkin ada yang akan bilang keluarga adalah ayah, ibu, adek, kakak, om, tante, ponakan, encing enyak babe dan seterusnya, yang pokoknya adalah mencakup orang orang terdekat, minimal secara biologis. mungkin ada juga yang akan bilang keluarga adalah dimanapun seseorang itu merasa menjadi 'anggota' dari sebuah 'keluarga'. bisa dengan teman, kawan, sahabat, komunitas, organisasi, pacar, ato bahkan dengan selingkuhannya. siapa tau.
apapun persepsi (ato mungkin imajinasi) kita tentang keluarga, nampaknya kata keluarga tak akan bisa lepas dari sosok ibu, baik secara biologis, apalagi secara psikologis tentang bagaimana sebuah keluarga dapat berjalan dan bertumbuh kembang. secara biologis jelas, ibu adalah yang melahirkan kita [tentu saja dengan kerjasama kooperatif dengan si bapak ;)]. secara psikologis, peran ibu bisa lebih dahsyat lagi. semua pasti tidak akan menyangkal jika dikatakan salah satu orang yang paling berjasa ato berperan besar dalam kehidupan kita adalah sosok seorang ibu.
apa ato bagaimana peran ato jasa seorang ibu kepada kita, saya tak akan menulis detailnya karena pasti tidak akan ada habisnya. intinya, sosok ibu tidak bisa tidak untuk menjadi salah satu figur sentral yang membuat kita bisa seperti sekarang ini. apapun dan bagaimanapun kita saat ini. maka tak jarang, ketika kita sedang senang, sedang berbahagia, pertama yang ingin kita bagi adalah dengan keluarga. pun ketika kita sedang merasa sedih, merasa berduka, pertama yang ingin kita jadikan tempat bersandar, tempat berkeluh kesah adalah keluarga. keluarga menjadi tempat istimewa bagi kita, karena rasanya tak semua tempat bisa se welcome keluarga.
Sometimes I feel like nobody understands me.
diakui ato tidak, disadari atopun tidak, selain diri kita sendiri, seorang ibu bisa jadi adalah orang yang paling tau tentang bagaimana diri kita, dibanding manusia manapun di dunia. alasan sebagai 'darah daging' bisa menjadi argumen paling gampang. namun lebih dari itu, seorang ibu selalu memiliki pemahaman yang mungkin kadang kita sendiri anak anaknya tak memahaminya. seorang ibu lebih tau bagaimana anak anaknya yang kadang anaknya sendiri tidak menyadarinya. naluri sebagai seorang ibu, mungkin adalah salah satu anugerah yang luar biasa yang diberikan Tuhan kepada para wanita, khususnya yang sudah menjadi seorang ibu. ketika kita merasa tak ada orang yang mengerti dan memahami kita, ibu seolah menjadi satu satunya manusia yang bertindak sebaliknya.
Mama always had a way of explaining things so I could understand them.
tidak jarang kita merasa bahwa dalam berbagai hal tertentu, kadang kita merasa orang lain tidak bisa memahami. anda yang seorang murid, mungkin kadang merasa bapak ibu guru nggak mengerti anda. saya yang (masih) mahasiswa sering merasa dosen nggak memahami saya. ato anda yang sudah bekerja mungkin kadangkala merasa atasan tidak memahami anda yang notabene adalah bawahannya. kecuali kalo anda yang jadi bosnya. tapi seorang ibu.. seorang ibu nampaknya nyaris tanpa cela dalam hal mengerti dan memahami. seorang ibu, dalam posisinya sebagai seorang istri, bisa jadi adalah orang yang paling mengerti dan memahami suaminya. seorang ibu dalam kapasitasnya sebagai seorang ibu, bisa jadi (dan hampir pasti) adalah orang yang paling (mau) mengerti dan memahami anak anaknya. walopun kadang (ato malah sering) anak anaknya yang nggak mau mengerti dan memahami orang tuanya, terutama ibunya. betapapun susahnya kita dimengerti oleh orang lain, ibu selalu bisa memahami kita. dengan caranya sendiri yang mungkin tak pernah kita duga, ato bahkan tak pernah kita sadari.
Kids, just because I'm not listening doesn't mean I don't care.
seorang ibu, dalam perspektif saya, adalah guru, dosen, ato bahkan 'atasan' yang paling ideal. sebagai guru, beliau adalah orang yang paling banyak memberi pelajaran dalam hidup. bukan pelajaran yang membuat kita mendapat nilai raport yang bagus, tapi pelajaran yang membuat kita menjadi manusia yang baik. dan lebih baik. dari hari ke hari. dari waktu ke waktu. sebagai seorang dosen, ibu bukanlah dosen yang menempatkan mahasiswanya sebagai peserta seminar sehingga setiap hari hanya diberi ceramah dan ceramah, tapi dosen yang tau bagaimana memanfaatkan potensi mahasiswanya, sekecil apapun potensi yang dimiliki si mahasiswa. sebagai seorang 'atasan', seorang ibu bukanlah atasan yang ekslusif apalagi diktator, tapi atasan yang mau bergaul, berbicara, akrab, dan mengenal lebih jauh tentang bagaimana bawahannya, sehingga selain mendapat respect lebih dari bawahannya, para bawahanpun tak akan sungkan untuk bekerja maksimal buat sang atasan. singkatnya, ibu adalah contoh ideal untuk nyaris semua hal tentang bagaimana kita (seharusnya) memposisikan diri.
Life's hard. It's supposed to be. If we didn't suffer, we'd never learn anything.
seperti yang sering saya 'curhat' kan sebelumnya, betapa sering kita merasa bahwa hidup kita kadang kala terasa begitu susah, sedih, duka dan sebagainya. tak jarang ibu menjadi pelarian kita. beliau seakan tak pernah bosan mendengar keluh kesah anak anaknya. beliau selalu membuat kita merasa lebih nyaman, walopun kita dalam keadaan yang sebenarnya tidak. ibu selalu memiliki cara bijak tentang bagaimana menghadapi kesusahan, kesedihan, ato bahkan penderitaan, yang tak jarang kemudian diajarkan kepada kita anak anaknya, dengan harapan kita juga bisa menghadapinya. mungkin tak perlu dipertanyakan lagi tentang bagaimana seorang ibu mengerti akan artinya susah, sedih, duka, derita dan sebagainya. cobalah kita sedikit merenung, dan bertanya pada diri kita sendiri, siapa diantara orang orang disekitar kita yang paling banyak merasakan susah, sedih, duka ato bahkan derita demi keluarganya, terutama anak anaknya?? ibu, bisa jadi adalah salah satu jawaban paling tepat. demi anak anaknya, seorang ibu rela menanggung susah. ketika anak anaknya bersedih, tak jarang ibu merasa ikut sedih. ketika anak anaknya sedang berduka, tak jarang justru sang ibu yang lebih menderita. bahkan hingga meneteskan air mata.
that's Mom.
seperti kata lagu masa TK, kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. mungkin tak ada orang lain yang bisa menyayangi kita seperti seorang ibu menyangi kita, anak anaknya. hanya memberi tak harap kembali. seorang ibu adalah panutan, teladan sejati tentang bagaimana kita menjalani kehidupan. kasih sayang, keikhlasan, ketulusan seorang ibu mungkin (saya sendiri yakin) tak ada yang menyamainya. wallahua'lam.
dan sebagai akhir tapi semoga bukan yang terakhir.. buat ibu saya, ibu anda, dan ibu ibu dimanapun di dunia, saya do'akan beliau beliau semuanya masuk surga.
Thank you, Mom for having me. I know it's been a lot of pain.