Oct 19, 2010

Japan Edition

belakangan ini, entah kenapa saya sedang doyan sekali ngedownload. terutama download album album dari musisi (penyanyi/band) manca. saking doyannya, tak sedikit album yang sudah di download tapi belum sempat saya nikmati. maksudnya belum sempat didengarkan.

sebagai seorang pecinta musik, pada dasarnya saya suka mendengarkan semua ragam musik dari beragam penyanyi, baik dari luar negeri atopun dari negeri sendiri. namun tanpa bermaksud mengurangi rasa cinta saya kepada Bangsa Indonesia, saya memang lebih seneng mendengar lagu lagu dari artis mancanegara. dan memang tak bisa dipungkiri juga bahwa selain alasan subjektif (selera), banyak alasan objektif yang melatarbelakangi mengapa saya lebih seneng (dan lebih banyak) mendengar album album musisi mancanegara. -- sekali lagi ini masalah selera, jadi wajar saja kalo tiap orang beda beda --. dan untungnya, saat ini, memang bukan tentang itu yang ingin saya tulis ;)

setiap kali mendownload sebuah album, seperti sudah menjadi kebiasaan, saya selalu mencari informasi tentang album tersebut. caranya bisa macem macem, tapi yang paling gampang (menurut saya) tentu saja langsung nanya mister Google. dari situ, banyak hal hal menarik yang bisa di ketahui seputar album tersebut (saya biasa nyari di Wikipedia). mulai dari tanggal rilis, penjualan, posisi chart, bagaimana album tersebut di mata para 'kritikus' ato hal hal lain yang ada kaitannya dengan album tersebut.

walopun bukan termasuk orang yang terlalu jeli memperhatikan detail, dari sekian banyak informasi tersebut, ada satu hal 'unik' yang menurut saya cukup menggelitik. cobalah sesekali anda mencari informasi tentang album favorit anda (album artis manca) di Wikipedia via Google. kemudian liat bagian tracklist album tersebut. apa yang anda temukan?? yak. memang nggak ada apa apa. hahahaa.

well, jika anda sedikit memperhatikan, di bagian bawah tracklist, walopun tidak semua album artis mancanegara, tapi tidak jarang kita bisa dengan mudah menemukan kata Japan Edition. (itu kata apa kalimat ya namanya?). ya pokonya begitu lah. dari sekian banyak album yang pernah saya coba cari tau infonya, sangat banyak album yang di setiap tracklist nya mencantumkan Japan Edition. ato kalo diterjemahkan ke bahasa Jerman artinya Edisi (khusus) Jepang. walopun biasanya memang ada beberapa edisi negara lain, namun di sini saya hanya ingin lebih menyoroti pada Japan Edition, yang notabene sesama negara Asia. walopun jelas jauh berbeda nasibnya. hehehee.

bagi anda yang sekilas membaca Japan Edition mungkin menganggapnya biasa saja. dan memang sebenarnya biasa saja. namun pernahkan anda bertanya ato sedikit berpikir skeptis, kenapa Japan Edition??


kalo mau menelisik lebih jauh, mungkin memang tidak salah banyak artis (musisi) dunia yang sebagian dari mereka selalu menyertakan Japan Edition di setiap albumnya. alasan pasar yang potensial tentu menjadi salah satunya, walopun bukan satu satunya. sejak dahulu kala, Jepang telah menjadi pasar super potensial industri musik, yang seiring berjalannya waktu semakin mengglobal. tidak hanya di Asia, Jepang bahkan telah menjadi salah satu pasar (musik) yang paling diperhitungkan di dunia. imbasnya tentu gampang di tebak, banyak artis yang kemudian berbondong bondong melirik Jepang sebagai target pemasaran album album mereka. contoh riilnya ya seperti yang saya sebutkan di awal. Japan Edition yang ada di banyak album musisi dunia. baik musisi yang sudah punya nama, dalam artian sudah kondang ato beken ato populer ato apalah namanya, sampe musisi musisi pendatang baru juga tak mau ketinggalan menyertakan Japan Edition di daftar tracklist nya. sum 41, sebagai contoh, sempat mengeluarkan special album yang hanya rilis di Jepang. yang bahkan tidak rilis di negara mereka sendiri, Kanada. apalagi di Amerika.

dampak laennya lebih gampang ditebak. musisi musisi kelas dunia rame rame menggelar pertunjukan di Jepang. baik berupa konser tunggal yang memang khusus ditujukan untuk dihelat di Jepang, ato yang hanya 'sekedar' berlabel world tour.

Linkin' Park, Guns 'N Roses, G3 (untuk menyebut beberapa musisi yang pernah saya lihat DVD konsernya di Jepang) adalah beberapa contoh gampang betapa Jepang menjadi sebegitu menariknya bagi musisi musisi kelas wahid dunia. bahkan mereka seolah bangga, jika sudah menggelar pertunjukan di Jepang. mungkin terbersit juga dalam benak mereka bahwa perjalanan karir musik mereka seakan lebih lengkap jika sudah ada 'Live In Tokyo' nya. mungkin.

sebagai warga negara Indonesia yang selalu (berusaha) untuk cinta musik musik Indonesia, saya kadang berandai andai. mungkin asik juga kalo di album album musisi dunia itu juga mencantumkan Indonesian Edition. walopun sudah pernah ada artis yang mengeluarkan album dengan Indonesian Edition sebelumnya, saya lupa siapa artisnya, namun mungkin akan lebih menarik jika semakin banyak musisi dunia yang menyertakan Indonesian Edition di tracklist nya. setidaknya kita jadi bisa sedikit lebih berbangga, karena berarti negara kita sudah cukup dipandang dan diakui sebagai salah satu pasar musik yang potensial. dan mungkin akan lebih bangga lagi, jika suatu saat semakin banyak musisi dunia yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan utama mereka menggelar pertunjukan. tidak hanya sekedar mampir, mumpung deket dengan Indonesia, seperti sebagian konser musisi dunia yang di gelar di Indonesia sekarang sekarang ini.

dilihat dari tingkat antusiasme, para pecinta musik tanah air sebenarnya tidak kalah dengan negara negara lain. bahkan di Asia Tenggara, pecinta musik Indonesia termasuk yang paling antusias setiap gelaran konser musisi dunia. kalopun ada yang membedakan dengan beberapa negara di asia (Tenggara) mungkin adalah tentang sarana prasarana nya. ya. menurut Om Adri Subono, bosnya Java Musikindo yang sering mempromotori konser konser musisi dunia di Indonesia, salah satu tantangan terbesar setiap menggelar konser di Indonesia adalah soal venue, tempat konser digelar. selain minim jumlahnya, sarana prasarana pendukung juga kadang menimbulkan masalah lain, semisal perijinan, sound system, akomodasi, dan sebagainya. maka tak heran jika selama ini, sebagian besar konser musisi dunia di Indonesia (kalo nggak mau di bilang hampir semuanya) nyaris hanya selalu di gelar di Jakarta. hal itu tentu tak terlepas dari permasalahan yang telah saya sebutkan tadi. Jakarta, sebagai ibu kota negara dianggap sebagai kota paling representatif dan akomodatif untuk mengadakan sebuah konser musisi dunia, setidaknya bila dibandingkan dengan kota kota lain di Indonesia.

dari situ, sekali lagi sebagai warga negara Indonesia yang notabene fanatik musik, tak ada salahnya saya (anda, kita) berharap suatu saat nanti, semakin banyak sarana prasarana konser yang berkualitas di Indonesia. hingga nantinya, musisi musisi dunia tak lagi memandang kita sebelah mata. dan mungkin suatu saat kita juga bisa semakin berbangga, seperti para musisi dunia yang juga bangga, menggelar Live In Indonesia nya. semoga.



cheers.

No comments: