sebuah pertanyaan bodoh ; apa yang pertama terlintas di kepala anda bila mendengar ato melihat angka 23?? namanya juga pertanyaan bodoh, tentu saja anda nggak perlu pinter untuk menjawabnya. bagi yang gila bola, mungkin akan menjawab 23 sebagai nomer punggung pemain favoritnya. bagi yang suka film, 23 mungkin akan mengingatkan pada film (nggak jelas)nya jim carrey. ato anda yang memang hobi matematika akan menjawab 23 sebagai salah satu dari sekian banyak bilangan prima (sok pinter.. soalnya kalo jawabnya bilangan ganjil mah anak SD juga tau). dan mungkin masih banyak sekali jawaban yang akan muncul sesuai persepsi dan imajinasi anda masing masing tentang angka 23.
tapi bagaimana pendapat anda kalo angka 23 adalah tentang usia?? usia 23. bagi sebagian orang, usia 23 mungkin sudah bisa dibilang dewasa. paling tidak, secara biologis. bagi para wanita mungkin sudah harap harap cemas untuk segera dapat pasangan (baca : suami). hehee. bagi sebagian yang lain, usia 23 mungkin bahkan sudah dianggap tua. karena bagaimanapun, mau nggak mau, suka nggak suka, usia 23 jelas sudah nggak bisa dibilang remaja. karena sejauh yang saya inget, saya belum pernah kenal dengan remaja usia 23 taon. kecuali ‘remaja’ yang memang tak tau diri. hehee.
buat saya sendiri, usia 23 adalah.. ... ?? .. ? .. (yang bikin pertanyaan kok nggak bisa jawab)
well, sebenernya kalo ditanya saya juga bingung. tapi biar nggak terkesan terlalu bodoh, mungkin saya akan menjawab dengan satu kata saja, cukup. ya, usia 23 adalah usia yang (bagi saya) sudah bisa dibilang cukup. cukup tentang apa, tentu itu beda soal. yang berarti juga beda jawaban. bisa cukup dewasa. bisa cukup muda. bisa juga cukup tua. apalagi kalo usia 23 tapi masih jadi mahasiswa. tengsin!! ;) -- salah satu kebiasaan saya adalah malu maluin diri sendiri --
ngomong usil tentang usia 23, saya teringat ucapan seorang kawan tentang 'istimewa' nya usia 23, yang mungkin sebagian dari anda juga sudah tau. mungkin kita bisa menyebutnya dengan siklus 23 taon, karena emang kejadian cuma 23 taon sekali. menurutnya, pada usia kita yang ke 23, hari dan weton 'ulang taon' kita yang ke 23 akan sama persis dengan hari dan weton kelahiran kita. awalnya saya sendiri nggak terlalu mikirin dan belagak sok nggak terlalu peduli, mengingat saat itu saya masih 21 taon. masih (cukup) lama untuk menginjak 23. namun makin hari makin ke sini, sayapun jadi penasaran dan berniat membuktikan. entah beneran ato cuma 'kebetulan', ternyata memang benar kata kawan saya. hari dan weton 'ulang taon' saya yang ke 23 jatuh pada hari dan weton yang sama persis dengan hari dan weton kelahiran saya. -- masih sok nggak kaget, padahal 'nggumun' juga. hehee --
well, bagi sebagian orang mungkin nggak penting. dan sebenernya emang nggak penting. hehee. sayapun juga nggak terlalu ambil pusing. sekedar unique selling point saja tentang usia 23. mengingat cuman kejadian 23 taon sekali. usia 23 kan nggak dateng dua kali. hihihii. jadi mungkin akan kejadian lagi ketika nanti saya berusia 46 taon. 69 taon. dan seterusnya. itupun kalo masih ada sumur di ladang. ehh, maksudnya kalo masih ada umur panjang.
lain cerita beda naskah, saya sendiri sebenernya bukan golongan penganut paham 'ulang tahun'. selain nggak pernah merayakan, saya termasuk orang yang keseringan lupa 'ulang tahun' nya sendiri. mungkin karena memang saya nggak pernah peduli. mungkin karena itu pula saya sangat jarang sekali memberi ucapan 'selamat ulang tahun' kepada orang. pun begitu juga saya nggak pernah dapet ucapan dari orang. well, it's not a big deal.
p.s ; thanks a lot for my sweetest weirdest friend who reminded me about my 23rd born day. you're trully my only one, dear.
well, kalo dipikir pikir, semua dari kita bukannya bertambah tua setiap tahun, bukan bertambah tua setiap 'ulang tahun', tapi bertambah tua setiap saat. setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik, kita bertambah tua. ato bagi yang masih remaja, hakikatnya setiap saat kita bertambah dewasa. pertanyaannya adalah, apakah umur, usia, fisik, lahiriah kita yang makin dewasa itu dibarengi dengan pemikiran yang dewasa. apakah fisik yang makin dewasa juga disertai dengan jiwa yang juga semakin dewasa. (mungkin) anda sendiri yang bisa menjawabnya ;)
cheers.
tapi bagaimana pendapat anda kalo angka 23 adalah tentang usia?? usia 23. bagi sebagian orang, usia 23 mungkin sudah bisa dibilang dewasa. paling tidak, secara biologis. bagi para wanita mungkin sudah harap harap cemas untuk segera dapat pasangan (baca : suami). hehee. bagi sebagian yang lain, usia 23 mungkin bahkan sudah dianggap tua. karena bagaimanapun, mau nggak mau, suka nggak suka, usia 23 jelas sudah nggak bisa dibilang remaja. karena sejauh yang saya inget, saya belum pernah kenal dengan remaja usia 23 taon. kecuali ‘remaja’ yang memang tak tau diri. hehee.
buat saya sendiri, usia 23 adalah.. ... ?? .. ? .. (yang bikin pertanyaan kok nggak bisa jawab)
well, sebenernya kalo ditanya saya juga bingung. tapi biar nggak terkesan terlalu bodoh, mungkin saya akan menjawab dengan satu kata saja, cukup. ya, usia 23 adalah usia yang (bagi saya) sudah bisa dibilang cukup. cukup tentang apa, tentu itu beda soal. yang berarti juga beda jawaban. bisa cukup dewasa. bisa cukup muda. bisa juga cukup tua. apalagi kalo usia 23 tapi masih jadi mahasiswa. tengsin!! ;) -- salah satu kebiasaan saya adalah malu maluin diri sendiri --
ngomong usil tentang usia 23, saya teringat ucapan seorang kawan tentang 'istimewa' nya usia 23, yang mungkin sebagian dari anda juga sudah tau. mungkin kita bisa menyebutnya dengan siklus 23 taon, karena emang kejadian cuma 23 taon sekali. menurutnya, pada usia kita yang ke 23, hari dan weton 'ulang taon' kita yang ke 23 akan sama persis dengan hari dan weton kelahiran kita. awalnya saya sendiri nggak terlalu mikirin dan belagak sok nggak terlalu peduli, mengingat saat itu saya masih 21 taon. masih (cukup) lama untuk menginjak 23. namun makin hari makin ke sini, sayapun jadi penasaran dan berniat membuktikan. entah beneran ato cuma 'kebetulan', ternyata memang benar kata kawan saya. hari dan weton 'ulang taon' saya yang ke 23 jatuh pada hari dan weton yang sama persis dengan hari dan weton kelahiran saya. -- masih sok nggak kaget, padahal 'nggumun' juga. hehee --
well, bagi sebagian orang mungkin nggak penting. dan sebenernya emang nggak penting. hehee. sayapun juga nggak terlalu ambil pusing. sekedar unique selling point saja tentang usia 23. mengingat cuman kejadian 23 taon sekali. usia 23 kan nggak dateng dua kali. hihihii. jadi mungkin akan kejadian lagi ketika nanti saya berusia 46 taon. 69 taon. dan seterusnya. itupun kalo masih ada sumur di ladang. ehh, maksudnya kalo masih ada umur panjang.
lain cerita beda naskah, saya sendiri sebenernya bukan golongan penganut paham 'ulang tahun'. selain nggak pernah merayakan, saya termasuk orang yang keseringan lupa 'ulang tahun' nya sendiri. mungkin karena memang saya nggak pernah peduli. mungkin karena itu pula saya sangat jarang sekali memberi ucapan 'selamat ulang tahun' kepada orang. pun begitu juga saya nggak pernah dapet ucapan dari orang. well, it's not a big deal.
p.s ; thanks a lot for my sweetest weirdest friend who reminded me about my 23rd born day. you're trully my only one, dear.
well, kalo dipikir pikir, semua dari kita bukannya bertambah tua setiap tahun, bukan bertambah tua setiap 'ulang tahun', tapi bertambah tua setiap saat. setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik, kita bertambah tua. ato bagi yang masih remaja, hakikatnya setiap saat kita bertambah dewasa. pertanyaannya adalah, apakah umur, usia, fisik, lahiriah kita yang makin dewasa itu dibarengi dengan pemikiran yang dewasa. apakah fisik yang makin dewasa juga disertai dengan jiwa yang juga semakin dewasa. (mungkin) anda sendiri yang bisa menjawabnya ;)
cheers.