pada suatu malam di musim dingin, (musim dingin?? lebay ahh).. pada suatu malam yang dingin, (nah ini baru alay. hehee) saya dan seorang kawan seperjuangan iseng jalan jalan keliling kota jogja untuk sekedar cuci mata. saya memang selalu lebih suka menikmati jogja ketika malam. di samping nggak bikin kulit terbakar alias item, juga karena.... karena apa ya. kayaknya nggak ada alesan laen deh. hehee. maksudnya selaen nggak panas, pemandangan jogja di malam hari juga terasa lebih eksotis. tis. tis.
mungkin jenuh dengan rutinitas makan sehari hari yang hampir selalu mentok cuma sampe angkringan, malam itu kami muter muter nggak jelas untuk sekedar mencari tempat makan yang sedikit lebih 'elegan'. bagi orang orang seperti saya yang nyaris tak pernah absen ke angkringan setiap malamnya, tempat makan yang sedikit beda sudah bisa dibilang elegan. bedanya kayak apa, nggak usah ditanya. pokoknya beda lah. walopun ujung ujungnya sebenernya sama saja. sama sama di pinggir jalan. (namanya juga anak kost)
karena hawa malam yang dingin, kami memilih untuk tidak muter muter jogja lebih jauh hanya untuk cari makan yang paling juga nggak nyampe sepuluh ribu. sekali lagi, status anak kost di jadikan alibi. di luar dugaan, ternyata makanan kita emang bisa dibilang (sedikit) elegan. jika biasanya perut sudah nerima diganjel cat rice, malam itu kami dapet goat curries. gulai kambing. lumayan. untuk orang orang yang sudah jadi member abadi angkringan, rasanya jarang jarang bisa menikmati makanan yang sedikit lebih bergizi.
selaen makanan yang sedikit rada beda, sebenernya nyaris nggak ada yang istimewa malam itu. tetep di pinggir jalan. tetep lesehan. hanya asap kendaraan yang jadi 'menu' tambahan.
malam yang biasa. makanan yang sebenernya juga biasa. suasananya pun biasa saja. (lha terus ini mau cerita apaaaa???? heheee)
di saat sedang nikmat manyantap, pandangan kami sengaja tak sengaja melihat ke sekitar. karena lesehan 'kebetulan' berada di pinggir perempatan tugu jogja, tentu saja tugu jogja yang jadi pemandangan utama. yang nampaknya makin cantik setelah direnovasi. sebenernya kalo dipikir pikir, tempatnya cukup strategis. di pinggiran jalan perempatan tugu jogja. kita jadi bisa melihat orang orang dan kendaraan berlalu lalang di 'pusat'nya jogjakarta itu. meriah lah.
bagi anda yang pernah melintas di perempatan tugu jogja, pasti tau kalo di tempat itu hampir selalu ramai, terutama di malam hari. hampir setiap malam, banyak orang yang kebanyakan anak muda berkumpul ato sekedar kongkow di sekitar tugu. tak terkecuali malam itu.
selayang pandang kami terhenti di tugu jogjakarta. dan kelakuan orang orang di sekitarnya. dari segitu banyaknya manusia, sebagian besar dari mereka (kalo nggak mau dibilang hampir semua) nampak sedang melakukan 'ritual' wajib ketika sedang di tugu jogja. yahh, apalagi kalo bukan foto foto. ritual melepas narsis, kalo saya bilang. jadi jangan heran ketika melintas di tugu jogja, anda akan mendapati banyak orang yang menenteng kamera, plus orang orang yang selalu dengan bangganya bergaya di depan kamera. emang dasar manusia.
sebenernya bisa dimaklumi juga, mengingat tugu adalah simbol, icon nya kota jogja. jadi kayaknya semua warga jogja, ato setidaknya yang pernah ke jogja, hampir pasti pernah berpose di tugu jogja. (kecuali saya tentunya. hehee)
sambil menikmati santap malam yang nampaknya sudah hampir habis (kalo lagi makan enak emang biasanya berasa cepet habis), pandangan mata tak henti hentinya mengamati tingkah laku orang orang yang (jujur saja), aneh aneh. aneh aneh orangnya. dan terutama aneh aneh gayanya. ada yang di foto sambil duduk. ada yang di foto sambil berdiri. ada yang di foto sambil nungging. bahkan ada yang di foto sambil loncat loncat nggak jelas. hahaa. ada yang begaya dengan teman temannya. sahabat sahabatnya. (pacar) pacarnya. ato mungkin ada juga yang begaya dengan selingkuhannya. mana saya tau.
ada yang foto sambil nyengir. ada yang di foto dengan wajah yang di buat sok imut. ada yang bergaya ngawur dengan wajah yang memang ancur. ada yang di foto dari depan. belakang. samping. atas. bawah. serong kanan. serong kiri. heran. 'kreatif ' sekali mereka. pikir saya.
well, kalo di pikir pikir, yang namanya narsis sebenernya juga nggak jelek jelek amat. ya toh?! tentu saja sepanjang narsisnya masih wajar. wajarpun mungkin tiap orang menafsirkannya nggak sama. buat orang yang kadar narsisnya rendah (seperti saya misalnya. hehee) rasanya kok malu kalo mukanya tertangkap kamera (disamping kenyataan bahwa muka saya emang nggak camera face). tapi buat orang yang kadar narsisnya udah di atas ambang normal alias super narsis, rasanya kok nggak ada puas puasnya untuk selalu bergaya di depan kamera. dikit dikit keluar kamera. bentar bentar pasang gaya. lagi di jalan pengen di foto. lagi di mall minta di foto. mau tidur nggak lupa foto. bangun tidur langsung foto. tiap makan aja belum kenyang rasanya kalo belum di foto. sedangkan saya, saya selalu merasa foto adalah salah satu hal yang paling ingin saya hindari. dan saya merasa seumur umur belum pernah merasa puas dengan tampang saya di foto. (maklum, tampang pas pasan).
kadang saya bertanya tanya, apa sih yang bikin orang jadi segitu narsisnya. ato kalo mau lebih spesifik, kenapa sih pada doyan banget di foto. padahal di foto tiap hari juga kayaknya mukanya nggak berubah. kayaknya juga gitu gitu aja. hehee. tiap orang mungkin punya banyak alasan berbeda, namun satu alasan yang pasti sama, narsis. entah mereka sadar ato enggak. mau mengakuinya ato tidak. narsis emang sudah merajalela di kalangan umat manusia. dan makin hari kayaknya makin menjadi saja. tak peduli pria maupun waria, ehh wanita. tua maupun muda. miskin dan kaya, semuanya narsis. habis. hehee.
nggak bisa di pungkiri juga bahwasanya kemajuan teknologi dan informasi serta arus globalisasi yang makin menjadi dari hari ke hari (halahh), ikut mendukung 'budaya' narsis untuk bertumbuh subur saat saat ini. bagaimana tidak, hampir tiap orang sekarang punya henpon. dan sebagian (besar) kayaknya hampir pasti dilengkapi fitur kamera. belum lagi kamera digital yang makin lama makin jadi 'barang sehari hari'.
dan jangan lupa, ada satu makhluk lagi yang disadari ato tidak, sangat berperan dalam menumbuhkembangkan narsisme di kalangna umat manusia. ya itu dia apalagi kalo bukan facebook. yang satu ini emang super duper fenomenilnya (saking fenomenalnya jadinya fenomenil). facebook seolah telah merubah gaya hidup bahkan perilaku orang orang (kalo soal ini mungkin termasuk saya. hehee). salah satunya ya itu tadi, bikin orang makin narsis saja. gimana nggak, nggak jarang dari hasil jepretan itu kemudian di pampang di facebook. baik yang pake album. cuma profil picture. ato sekedar wall photos. pokoknya banyak lah.
dan memang begitulah, saat ini rasanya nggak ada yang nggak mendukung narsisme untuk berkembang pesat di masyarakat. hehee. dan seperti judul tulisan ini, (untungnya) narsis nggak dosa. dosa nggak sihh? setau saya sih enggak. sekali lagi selama tidak berlebihan. (emang debatable). hehee. berharap saja semoga nanti m.u.i nggak mengharamkan narsisme. hahaa.
thanks for all of your narcism. it's trully an inspiration. hehee.
cheers.
mungkin jenuh dengan rutinitas makan sehari hari yang hampir selalu mentok cuma sampe angkringan, malam itu kami muter muter nggak jelas untuk sekedar mencari tempat makan yang sedikit lebih 'elegan'. bagi orang orang seperti saya yang nyaris tak pernah absen ke angkringan setiap malamnya, tempat makan yang sedikit beda sudah bisa dibilang elegan. bedanya kayak apa, nggak usah ditanya. pokoknya beda lah. walopun ujung ujungnya sebenernya sama saja. sama sama di pinggir jalan. (namanya juga anak kost)
karena hawa malam yang dingin, kami memilih untuk tidak muter muter jogja lebih jauh hanya untuk cari makan yang paling juga nggak nyampe sepuluh ribu. sekali lagi, status anak kost di jadikan alibi. di luar dugaan, ternyata makanan kita emang bisa dibilang (sedikit) elegan. jika biasanya perut sudah nerima diganjel cat rice, malam itu kami dapet goat curries. gulai kambing. lumayan. untuk orang orang yang sudah jadi member abadi angkringan, rasanya jarang jarang bisa menikmati makanan yang sedikit lebih bergizi.
selaen makanan yang sedikit rada beda, sebenernya nyaris nggak ada yang istimewa malam itu. tetep di pinggir jalan. tetep lesehan. hanya asap kendaraan yang jadi 'menu' tambahan.
malam yang biasa. makanan yang sebenernya juga biasa. suasananya pun biasa saja. (lha terus ini mau cerita apaaaa???? heheee)
di saat sedang nikmat manyantap, pandangan kami sengaja tak sengaja melihat ke sekitar. karena lesehan 'kebetulan' berada di pinggir perempatan tugu jogja, tentu saja tugu jogja yang jadi pemandangan utama. yang nampaknya makin cantik setelah direnovasi. sebenernya kalo dipikir pikir, tempatnya cukup strategis. di pinggiran jalan perempatan tugu jogja. kita jadi bisa melihat orang orang dan kendaraan berlalu lalang di 'pusat'nya jogjakarta itu. meriah lah.
bagi anda yang pernah melintas di perempatan tugu jogja, pasti tau kalo di tempat itu hampir selalu ramai, terutama di malam hari. hampir setiap malam, banyak orang yang kebanyakan anak muda berkumpul ato sekedar kongkow di sekitar tugu. tak terkecuali malam itu.
selayang pandang kami terhenti di tugu jogjakarta. dan kelakuan orang orang di sekitarnya. dari segitu banyaknya manusia, sebagian besar dari mereka (kalo nggak mau dibilang hampir semua) nampak sedang melakukan 'ritual' wajib ketika sedang di tugu jogja. yahh, apalagi kalo bukan foto foto. ritual melepas narsis, kalo saya bilang. jadi jangan heran ketika melintas di tugu jogja, anda akan mendapati banyak orang yang menenteng kamera, plus orang orang yang selalu dengan bangganya bergaya di depan kamera. emang dasar manusia.
sebenernya bisa dimaklumi juga, mengingat tugu adalah simbol, icon nya kota jogja. jadi kayaknya semua warga jogja, ato setidaknya yang pernah ke jogja, hampir pasti pernah berpose di tugu jogja. (kecuali saya tentunya. hehee)
sambil menikmati santap malam yang nampaknya sudah hampir habis (kalo lagi makan enak emang biasanya berasa cepet habis), pandangan mata tak henti hentinya mengamati tingkah laku orang orang yang (jujur saja), aneh aneh. aneh aneh orangnya. dan terutama aneh aneh gayanya. ada yang di foto sambil duduk. ada yang di foto sambil berdiri. ada yang di foto sambil nungging. bahkan ada yang di foto sambil loncat loncat nggak jelas. hahaa. ada yang begaya dengan teman temannya. sahabat sahabatnya. (pacar) pacarnya. ato mungkin ada juga yang begaya dengan selingkuhannya. mana saya tau.
ada yang foto sambil nyengir. ada yang di foto dengan wajah yang di buat sok imut. ada yang bergaya ngawur dengan wajah yang memang ancur. ada yang di foto dari depan. belakang. samping. atas. bawah. serong kanan. serong kiri. heran. 'kreatif ' sekali mereka. pikir saya.
well, kalo di pikir pikir, yang namanya narsis sebenernya juga nggak jelek jelek amat. ya toh?! tentu saja sepanjang narsisnya masih wajar. wajarpun mungkin tiap orang menafsirkannya nggak sama. buat orang yang kadar narsisnya rendah (seperti saya misalnya. hehee) rasanya kok malu kalo mukanya tertangkap kamera (disamping kenyataan bahwa muka saya emang nggak camera face). tapi buat orang yang kadar narsisnya udah di atas ambang normal alias super narsis, rasanya kok nggak ada puas puasnya untuk selalu bergaya di depan kamera. dikit dikit keluar kamera. bentar bentar pasang gaya. lagi di jalan pengen di foto. lagi di mall minta di foto. mau tidur nggak lupa foto. bangun tidur langsung foto. tiap makan aja belum kenyang rasanya kalo belum di foto. sedangkan saya, saya selalu merasa foto adalah salah satu hal yang paling ingin saya hindari. dan saya merasa seumur umur belum pernah merasa puas dengan tampang saya di foto. (maklum, tampang pas pasan).
kadang saya bertanya tanya, apa sih yang bikin orang jadi segitu narsisnya. ato kalo mau lebih spesifik, kenapa sih pada doyan banget di foto. padahal di foto tiap hari juga kayaknya mukanya nggak berubah. kayaknya juga gitu gitu aja. hehee. tiap orang mungkin punya banyak alasan berbeda, namun satu alasan yang pasti sama, narsis. entah mereka sadar ato enggak. mau mengakuinya ato tidak. narsis emang sudah merajalela di kalangan umat manusia. dan makin hari kayaknya makin menjadi saja. tak peduli pria maupun waria, ehh wanita. tua maupun muda. miskin dan kaya, semuanya narsis. habis. hehee.
nggak bisa di pungkiri juga bahwasanya kemajuan teknologi dan informasi serta arus globalisasi yang makin menjadi dari hari ke hari (halahh), ikut mendukung 'budaya' narsis untuk bertumbuh subur saat saat ini. bagaimana tidak, hampir tiap orang sekarang punya henpon. dan sebagian (besar) kayaknya hampir pasti dilengkapi fitur kamera. belum lagi kamera digital yang makin lama makin jadi 'barang sehari hari'.
dan jangan lupa, ada satu makhluk lagi yang disadari ato tidak, sangat berperan dalam menumbuhkembangkan narsisme di kalangna umat manusia. ya itu dia apalagi kalo bukan facebook. yang satu ini emang super duper fenomenilnya (saking fenomenalnya jadinya fenomenil). facebook seolah telah merubah gaya hidup bahkan perilaku orang orang (kalo soal ini mungkin termasuk saya. hehee). salah satunya ya itu tadi, bikin orang makin narsis saja. gimana nggak, nggak jarang dari hasil jepretan itu kemudian di pampang di facebook. baik yang pake album. cuma profil picture. ato sekedar wall photos. pokoknya banyak lah.
dan memang begitulah, saat ini rasanya nggak ada yang nggak mendukung narsisme untuk berkembang pesat di masyarakat. hehee. dan seperti judul tulisan ini, (untungnya) narsis nggak dosa. dosa nggak sihh? setau saya sih enggak. sekali lagi selama tidak berlebihan. (emang debatable). hehee. berharap saja semoga nanti m.u.i nggak mengharamkan narsisme. hahaa.
thanks for all of your narcism. it's trully an inspiration. hehee.
cheers.
No comments:
Post a Comment