Dec 22, 2010

Thanks, Mom!

ada (banyak) yang bilang kalo hari ini adalah hari ibu. maklum saja saya tak tau, karena selain tanggal 17 Agustus yang adalah hari ulang tahunnya Republik Indonesia, dan tanggal 1 Juni yang adalah hari ulang tahunnya Marilyn Monroe, saya tak tau lagi hari hari 'penting' yang biasa 'dirayakan' oleh masyarakat kita. tanggal di kalender pun, seperti biasanya berwarna hitam. yang artinya bukan hari libur (nasional). barulah ketika sejenak menengok fesbuk (dan kemudian meyakinkannya dengan bertanya kepada seorang teman) saya mendapati kalo hari ini adalah hari ibu, ato orang bule menyebutnya mother's day.

sayapun mencoba kembali mengingat ingat, dan untungnya sedikit ingat, kalo sebelumnya saya pernah menulis tentang hari ibu. seperti nggak ada jejaknya, waktu ternyata begitu cepat berlalu, karena ternyata saya masih mahasiswa. ehh, maksudnya ternyata sudah hari ibu. lagi. berarti sudah satu tahun sejak terakhir kali saya menulis tentang hari ibu. hari ibu setaon sekali kan ya?! lalu kenapa saya menulis tentang hari ibu lagi?? jawabannya sederhana. daripada nggak ada yang ditulis.

well, hari ibu. walopun bisa dikatakan ini bukan pertama kalinya saya menulis tentang hari ibu, toh sampai detik inipun saya tetep belum ngerti dengan maksudnya hari ibu, selain definisi sok taunya. mungkin seperti kebanyakan orang memahaminya. seperti juga hari hari 'penting' lain, hari ibu pastilah HARI TENTANG IBU. hari yang spesial dipersembahkan bagi kaum ibu. mungkin. tapi saya nggak perlu dan nggak mau terlalu pusing memikirkan maknanya. toh, kalo mau jujur, saya bukan termasuk orang yang terlalu aware dengan eksistensi hari ibu.

let's just talk a very little bit about Mom..

The most important thing in life, is family! Family, always comes first.

sebagian besar orang pasti akan memaknai secara berbeda bila ditanya tentang apa itu keluarga. mungkin ada yang akan bilang keluarga adalah ayah, ibu, adek, kakak, om, tante, ponakan, encing enyak babe dan seterusnya, yang pokoknya adalah mencakup orang orang terdekat, minimal secara biologis. mungkin ada juga yang akan bilang keluarga adalah dimanapun seseorang itu merasa menjadi 'anggota' dari sebuah 'keluarga'. bisa dengan teman, kawan, sahabat, komunitas, organisasi, pacar, ato bahkan dengan selingkuhannya. siapa tau.

apapun persepsi (ato mungkin imajinasi) kita tentang keluarga, nampaknya kata keluarga tak akan bisa lepas dari sosok ibu, baik secara biologis, apalagi secara psikologis tentang bagaimana sebuah keluarga dapat berjalan dan bertumbuh kembang. secara biologis jelas, ibu adalah yang melahirkan kita [tentu saja dengan kerjasama kooperatif dengan si bapak ;)]. secara psikologis, peran ibu bisa lebih dahsyat lagi. semua pasti tidak akan menyangkal jika dikatakan salah satu orang yang paling berjasa ato berperan besar dalam kehidupan kita adalah sosok seorang ibu.

apa ato bagaimana peran ato jasa seorang ibu kepada kita, saya tak akan menulis detailnya karena pasti tidak akan ada habisnya. intinya, sosok ibu tidak bisa tidak untuk menjadi salah satu figur sentral yang membuat kita bisa seperti sekarang ini. apapun dan bagaimanapun kita saat ini. maka tak jarang, ketika kita sedang senang, sedang berbahagia, pertama yang ingin kita bagi adalah dengan keluarga. pun ketika kita sedang merasa sedih, merasa berduka, pertama yang ingin kita jadikan tempat bersandar, tempat berkeluh kesah adalah keluarga. keluarga menjadi tempat istimewa bagi kita, karena rasanya tak semua tempat bisa se welcome keluarga.

Sometimes I feel like nobody understands me.

diakui ato tidak, disadari atopun tidak, selain diri kita sendiri, seorang ibu bisa jadi adalah orang yang paling tau tentang bagaimana diri kita, dibanding manusia manapun di dunia. alasan sebagai 'darah daging' bisa menjadi argumen paling gampang. namun lebih dari itu, seorang ibu selalu memiliki pemahaman yang mungkin kadang kita sendiri anak anaknya tak memahaminya. seorang ibu lebih tau bagaimana anak anaknya yang kadang anaknya sendiri tidak menyadarinya. naluri sebagai seorang ibu, mungkin adalah salah satu anugerah yang luar biasa yang diberikan Tuhan kepada para wanita, khususnya yang sudah menjadi seorang ibu. ketika kita merasa tak ada orang yang mengerti dan memahami kita, ibu seolah menjadi satu satunya manusia yang bertindak sebaliknya.

Mama always had a way of explaining things so I could understand them.


tidak jarang kita merasa bahwa dalam berbagai hal tertentu, kadang kita merasa orang lain tidak bisa memahami. anda yang seorang murid, mungkin kadang merasa bapak ibu guru nggak mengerti anda. saya yang (masih) mahasiswa sering merasa dosen nggak memahami saya. ato anda yang sudah bekerja mungkin kadangkala merasa atasan tidak memahami anda yang notabene adalah bawahannya. kecuali kalo anda yang jadi bosnya. tapi seorang ibu.. seorang ibu nampaknya nyaris tanpa cela dalam hal mengerti dan memahami. seorang ibu, dalam posisinya sebagai seorang istri, bisa jadi adalah orang yang paling mengerti dan memahami suaminya. seorang ibu dalam kapasitasnya sebagai seorang ibu, bisa jadi (dan hampir pasti) adalah orang yang paling (mau) mengerti dan memahami anak anaknya. walopun kadang (ato malah sering) anak anaknya yang nggak mau mengerti dan memahami orang tuanya, terutama ibunya. betapapun susahnya kita dimengerti oleh orang lain, ibu selalu bisa memahami kita. dengan caranya sendiri yang mungkin tak pernah kita duga, ato bahkan tak pernah kita sadari.

Kids, just because I'm not listening doesn't mean I don't care.

seorang ibu, dalam perspektif saya, adalah guru, dosen, ato bahkan 'atasan' yang paling ideal. sebagai guru, beliau adalah orang yang paling banyak memberi pelajaran dalam hidup. bukan pelajaran yang membuat kita mendapat nilai raport yang bagus, tapi pelajaran yang membuat kita menjadi manusia yang baik. dan lebih baik. dari hari ke hari. dari waktu ke waktu. sebagai seorang dosen, ibu bukanlah dosen yang menempatkan mahasiswanya sebagai peserta seminar sehingga setiap hari hanya diberi ceramah dan ceramah, tapi dosen yang tau bagaimana memanfaatkan potensi mahasiswanya, sekecil apapun potensi yang dimiliki si mahasiswa. sebagai seorang 'atasan', seorang ibu bukanlah atasan yang ekslusif apalagi diktator, tapi atasan yang mau bergaul, berbicara, akrab, dan mengenal lebih jauh tentang bagaimana bawahannya, sehingga selain mendapat respect lebih dari bawahannya, para bawahanpun tak akan sungkan untuk bekerja maksimal buat sang atasan. singkatnya, ibu adalah contoh ideal untuk nyaris semua hal tentang bagaimana kita (seharusnya) memposisikan diri.

Life's hard. It's supposed to be. If we didn't suffer, we'd never learn anything.

seperti yang sering saya 'curhat' kan sebelumnya, betapa sering kita merasa bahwa hidup kita kadang kala terasa begitu susah, sedih, duka dan sebagainya. tak jarang ibu menjadi pelarian kita. beliau seakan tak pernah bosan mendengar keluh kesah anak anaknya. beliau selalu membuat kita merasa lebih nyaman, walopun kita dalam keadaan yang sebenarnya tidak. ibu selalu memiliki cara bijak tentang bagaimana menghadapi kesusahan, kesedihan, ato bahkan penderitaan, yang tak jarang kemudian diajarkan kepada kita anak anaknya, dengan harapan kita juga bisa menghadapinya. mungkin tak perlu dipertanyakan lagi tentang bagaimana seorang ibu mengerti akan artinya susah, sedih, duka, derita dan sebagainya. cobalah kita sedikit merenung, dan bertanya pada diri kita sendiri, siapa diantara orang orang disekitar kita yang paling banyak merasakan susah, sedih, duka ato bahkan derita demi keluarganya, terutama anak anaknya?? ibu, bisa jadi adalah salah satu jawaban paling tepat. demi anak anaknya, seorang ibu rela menanggung susah. ketika anak anaknya bersedih, tak jarang ibu merasa ikut sedih. ketika anak anaknya sedang berduka, tak jarang justru sang ibu yang lebih menderita. bahkan hingga meneteskan air mata.

that's Mom.

seperti kata lagu masa TK, kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. mungkin tak ada orang lain yang bisa menyayangi kita seperti seorang ibu menyangi kita, anak anaknya. hanya memberi tak harap kembali. seorang ibu adalah panutan, teladan sejati tentang bagaimana kita menjalani kehidupan. kasih sayang, keikhlasan, ketulusan seorang ibu mungkin (saya sendiri yakin) tak ada yang menyamainya. wallahua'lam.

dan sebagai akhir tapi semoga bukan yang terakhir.. buat ibu saya, ibu anda, dan ibu ibu dimanapun di dunia, saya do'akan beliau beliau semuanya masuk surga.

Thank you, Mom for having me. I know it's been a lot of pain.

Dec 18, 2010

Untitled #2

"(Hollywood is) a place where they'll pay you a thousand dollars for a kiss and fifty cents for your soul." - Marilyn Monroe

ngomongin soal film, rasanya hampir mustahil kita nggak ngomongin Hollywood. bagaimana tidak, Hollywood nampaknya sudah menjadi kiblatnya dunia perfilman. di samping dalam hal kuantitas produksinya, tak bisa dipungkiri juga bahwa kualitas juga turut andil besar mengapa film film Hollywood bisa jadi seperti sekarang ini, yang bisa dibilang merajai perfilman dunia. setidaknya bila mengacu pada film film yang beredar ataupun dari pendapatannya di bioskop di seluruh dunia. coba saja anda ingat ingat sendiri, dari sekian banyak film yang pernah anda tonton, saya yakin sebagian besar adalah film film Hollywood. kecuali kalo anda adalah penggemar berat drama Korea atau fanatik film film India. it's a different case.

seperti halnya juga industri film di manapun di dunia, industri film di Hollywood tentu juga pada akhirnya pastilah bermuara pada satu tujuan, keuntungan. kecuali film film festival yang biasanya memang lebih ditujukan untuk mencari award. itulah kenapa kata film nampaknya sudah sangat klop bila disandingkan dengan kata industri. di mana mana yang namanya industri pastilah ujung ujungnya ingin mendapatkan keuntungan. tak terkecuali industri film. terlebih lagi industri film Hollywood. well, TERUTAMA industri film Hollywood. kalo mau disebutkan, mungkin ada sekitar tujuh milyar cara yang digunakan industri film di Hollywood sono untuk mencari keuntungan. namun dengan alasan keterbatasan pengetahuan, saya tak akan menyebutkan semuanya. bego aja!

jika anda termasuk orang yang suka, ato setidaknya cukup sering, menonton film film Hollywood, mungkin anda juga akan sepakat bila film film Hollywood tidak bisa dilepaskan dari satu kata, SEX. (nggak sepakat juga nggak papa sih). yah, film dan sex (dalam berbagai bentuk visualisasinya) seolah sudah menjadi dua elemen yang sudah menjadi larutan yang tak terpisahkan. tentu saja yang saya maksudkan di sini bukan tentang film porno, tapi film film Hollywood secara umum. jika kita sedikit memperhatikan, walopun tidak seratus persen, hampir semua film film Hollywood selalu menampilkan adegan adegan yang dalam istilah akademisnya, hmm, menggugah syahwat. syahwatnya siapa? tentu saja yang menontonnya ;)

start from the easiest. anda semua pasti juga pernah menyaksikan adegan ciuman dalam film. maksud saya jelas bukan ciuman cheek to cheek ala tukul arwana di bukan empat mata nya, tapi ciuman lips to lips. ciuman bibir dengan bibir. ato cipokan, kata orang jaman purba. adegan ciuman mungkin bisa dikatakan sebagai hal paling 'wajar' di film film Hollywood. pernahkah anda menonton film Hollywood yang tidak menyertakan adegan ciuman di dalamnya? kalopun ada, jumlahnya pasti sangat sedikit sekali, kalo tak mau di bilang nyaris tak ada. mungkin satu diantara sejuta. kalo anda kurang kerjaan silahkan coba cari cari sendiri.

selain ciuman, adegan ranjang juga sudah menjadi hal biasa di industri film Hollywood. dari adegan ranjang yang 'biasa biasa' saja, sampe adegan ranjang yang biasanya nggak biasa biasa saja. hihihii. seperti halnya juga ciuman, adegan ranjang nampaknya sudah jadi barang lumrah di film film Hollywood. dan puncaknya, ya apalagi kalo bukan adegan topless. naked. nude. ato apalah istilah lainnya yang gampangnya dapat diartikan sebagai adegan tanpa busana alias telanjang. walopun memang sudah ada sejak zaman film bisu di Amrik, adegan telanjang di film film Holywood nampaknya tak pernah lekang oleh zaman dan senantiasa menjadi 'trend', ato paling tidak jadi salah satu strategi jualan si yang buat film. setidaknya begitulah dari hasil 'pengamatan' saya yang cukup seksama. hahaaha.


tak heran bila yang terjadi kemudian, banyak artis (wanita) yang kemudian tanpa ragu dan (sudah pasti) tanpa malu, ato malah lebih parahnya saling berlomba, untuk menampakkan bagian tubuhnya yang (mungkin) seharusnya jadi konsumsi pribadi. sekali lagi saya tentu nggak perlu menyebutkan nama nama artis untuk sekedar dijadikan contoh. karena percayalah, daftarnya akan teramat sangat panjang. mulai dari artis artis pendatang baru, hingga artis artis yang sudah punya nama, nampaknya tak terlalu jauh berbeda.

jika ditelisik lebih jauh, namun terus terang saya nggak ingin terlalu jauh, banyak faktor yang nampaknya melatarbelakangi seorang artis untuk 'sukarela' melakukan adegan topless. bayaran tinggi, memburu award, ato 'sekedar' untuk mencari sensasi, seperti yang banyak dilakukan artis pendatang baru. walopun artis yang sudah kondangpun tak jarang sengaja mencari sensasi juga. kita mungkin tak kan habis pikir bila Warner Bros Pictures mau membayar setengah juta dollar 'hanya' untuk Halle Berry agar mau menanggalkan bra nya. kita juga mungkin tidak akan pernah menyaksikan Kate Winslet atau Gwyneth Paltrow menerima Oscar kalo bukan karena 'totalitas' mereka dalam filmnya masing masing. ato mungkin kita tak akan pernah kenal dengan Miley Cyrus kalo bukan karena 'sensasi' (sok) hebohnya. but it's showbizz, dude!

bagaimana dengan perfilman di negara kita tercinta Indonesia??

mungkin saya tak perlu repot menjawabnya karena rasanya anda semua juga sudah cukup tau jawabannya. cobalah tengok daftar film film indonesia yang sedang diputar di bioskop belakangan ini. katakanlah sebuah perumpamaan, jika ada empat film Indonesia yang sedang diputar, tiga diantaranya mungkin adalah film film horror yang, jujur saja, dilihat dari judulnya saja sudah terlihat 'bodoh'. ITU KATA SAYA loh ya. sayapun kadang tak habis pikir dan tak tau apa maksud sebenernya film seperti itu di buat. namun satu yang pasti, ya itu tadi, mencari keuntungan.

seperti kodok di musim hujan, trend perfilman indonesia nampaknya sangat mudah di tebak. kreativitas para insan perfilman (walopun nggak semuanya) lebih terorientasi tentang bagaimana mengkreasikan keuntungan. melakukan berbagai cara agar sebisa mungkin film yang dibuat bisa mendatangkan keuntungan (sebesar besarnya). cara paling gampang ya apalagi kalo bukan 'menjual' si artis. ironisnya, yang dijual bukanlah kualitas aktingnya, tapi lebih kepada kualitas 'sampingan' nya. bisa tampang sensualnya. bisa body sexy nya. ato seberapa besar sensasi atau bahkan kontroversi yang sudah (dan yang mungkin akan) dibuatnya. apalah artinya akting bagus kalo tampang dan body nggak menjual. apa guna film bagus kalo nggak berpotensi untung. maka tak mengejutkan bila kemudian film film kita didominasi oleh film film 'murahan' yang tak lebih dari sekedar profit oriented. walopun saya yakin, banyak juga yang nggak untung, ato malah tekor. who knows.

singkatnya, dalam konteks yang saya maksud, industri film di Hollywood dan industri film di Indonesia mungkin bisa dibilang serupa tapi tak sama. sekali lagi, saya tak akan ngelantur terlalu jauh. dengan mengkaji perbedaan budaya misalnya. karena selaen saya memang minim wawasan, mungkin juga akan mengaburkan substansi. serupa, karena sebenernya juga banyak film film Hollywood maupun film film Indonesia yang (hanya) mengumbar sensualitas dengan 'isi' film yang tidak jelas. banyak adegan adegan 'sensual' yang terkesan dipaksakan, padahal nggak ada kaitannya dengan cerita. dengan kata lain, kalopun tidak ada adegan seperti itupun sebenernya tak apa. tapi begitulah bisnis. tak sama, karena setidaknya, di Hollywood mengemasnya dengan proses 'kreatif' yang bisa dikatakan lebih NIAT, sedangkan film film Indonesia lebih sering menampilkannya dengan motto yang penting untung. sehingga tak jarang kemudian yang dihasilkan hanyalah film film sampah yang hanya mengumbar body sexy para pemainnya. maka tak heran juga jika kemudian film film di Indonesia mendapat label film jorok. komedi jorok. horror jorok. dan sebagainya. semoga saja nanti tidak (akan pernah) ada film religi jorok. di film film kita, banyak artis (wanita) yang kemudian rela beradegan syur ato beradegan panas (bukan adegan kebakaran) dengan mengatasnamakan 'totalitas' dan berlindung dibalik 'tuntutan peran'. whatever.

well, saya sendiri tak akan munafik dengan mengatakan kalo saya seratus persen 'menolak'. karena tak bisa dipungkiri, bagaimanapun, terkadang sayapun juga menikmatinya. hahaahaa. sekali lagi ini hanya sebuah 'studi' komparasi berdasarkan perspektif subjektif dengan ejaan yang sengaja tidak disempurnakan. jadi kalo ada yang nggak setuju ato tak suka, dengan dada six pack saya memakluminya ;)

dan akhirnya, seperti kata orang bijak.. rakyat bijak taat pajak. jadi menontonlah dengan bijak. lha emang ra nyambung! hihihii..

cheers.

Nov 30, 2010

Untitled #1

When I got tired, I slept. When I got hungry, I ate. When I had to go, you know, I went.

seperti hampir tidak terasa, di hitung berdasarkan kalender monyet, sepertinya sudah hampir seperempat abad lamanya saya nggak menulis tulisan sampah. hingga akhirnya sebuah candaan tengah malam dengan seorang teman kembali membangkitkan gairah dan hasrat saya untuk kembali menulis. dan percayalah, kali ini tetap sampah. hasrat yang memuncak dan gairah yang meninggi untuk menulis ternyata tak diimbangi dengan ide yang nampaknya hilang, ikut terhanyut saat saya ke kamar mandi. entahlah.

well, beranjak dari ide 'nggak ada ide', dan biar nggak terkesan goblok goblok amat, saya memilih menulis tentang sesuatu yang saya suka, film. sebenernya terlalu 'murah' untuk mengatakan saya suka film, karena sebenernya perasaan saya lebih dari sekedar 'suka'. mungkin saya sudah jatuh cinta pada film. ato apalah namanya. kalo saja film itu cewek cantik pasti sudah dari dulu saya kawinin saking cintanya. ya pokoknya seperti itulah kira kira gambaran perasaan saya yang begitu tulus dan mendalam kepada film. kalo saja film tau perasaanku. halahh.


My Mama always said, "life was like a box of chocolates. you never know what you're gonna get."

anggap saja sebuah metafora, rasanya nggak ada yang nggak tau dengan kata kata (bijak) itu. setidaknya pernah sekilas baca. ato denger dari temen lah. ato kalo emang ada yang sama sekali belum pernah tau, ato baca, ato denger, saya do'akan semoga anda segera diberi petunjuk oleh Tuhan Yang Maha Esa. amin.

sebuah quote film yang nampaknya sudah sangat populer, sepopuler filmnya sendiri, forrest gump. sebuah film yang menurut saya rrruuuaarrrr biasa. Best Picture Oscar menjadi salah satu wujud 'legitimasi' betapa bagusnya film itu. walopun saya lebih seneng menilainya secara subjektif. menurut opini pribadi saya sendiri sebagai seorang penikmat film, yang tentu saja sangat mungkin berbeda pandangan dan sudut pandang penilaiannya dengan para juri Oscar di hollywood sono. yang juga sangat mungkin berbeda dengan penilaian anda. jadi saya sangat maklum kalo ada yang nggak sependapat. namanya juga subjektif, ya sudah pasti tergantung tiap subjek yang beropini. seperti dalam hal 'menilai' bagaimana suatu film dikatakan bagus. bagus menurut saya kan belum tentu bagus menurut anda. dan begitu juga sebaliknya. pun demikian saya tak ingin memperdebatkan soal itu. anggap saja ini hanyalah opini sampah dari seorang anak manusia yang suka (nonton) film. period.

You have to do the best with what God gave you.

dan inilah yang saya lakukan sekarang. saya merasa menulis tulisan sampah adalah berkah yang diberikan Tuhan. dan seperti layaknya semua berkah, sudah sepantasnya kita bersyukur. dan inilah salah satu wujud syukur saya. menulis sampah. hahahaa. so wottt.

forrest gump, sebuah judul film yang sebenernya sudah tak asing bagi kita. ato setidaknya bagi saya. walopun sudah berulang kali menontonnya, rasanya saya tak pernah bosan untuk kembali menontonnya. saya memang punya kebiasaan menonton film yang (menurut saya) bagus berkali kali. tak hanya bagus secara cerita, film ini menurut saya juga sarat makna. aseekk, mulai berat bahasanya. contoh paling gampang adalah begitu banyaknya kata kata bijak yang ada dalam film itu, yang secara langsung ato tidak, juga berusaha menyampaikannya pada para penontonnya. termasuk saya tentunya. setiap kali menontonnya, saya merasa seperti baru pertama kali menontonnya. persis seperti ketika saya menyaksikan Captain Jack Sparrow ato Jason Bourne. walopun sebenernya saya sudah hapal betul dengan ceritanya. bahkan tiap adegannya. bahkan tak jarang saya hapal beberapa potongan dialognya. is it weird??

I'm not a smart man, but I know what love is.

selain bagus dari segi cerita, forrest gump juga merupakan sebuah film yang menurut saya memberikan pembelajaran. karena saya percaya, salah satu ciri film yang bagus selain menghibur, adalah mendidik. mendidik dalam artian positif tentu saja. menyaksikan forrest gump, bagi saya sendiri memberikan banyak pembelajaran (tentang) hidup. suka. duka. cinta. semangat. perjuangan. kebebasan. solidaritas. canda. tawa. tangis. haru. bersatu padu di dalamnya. semua rasa yang kita rasakan dalam hidup nampaknya terangkum dalam film itu. walopun tidak secara eksplisit menjelaskan semuanya. karena kalo harus menjelaskan semuanya, durasi filmnya bisa jadi tujuh hari delapan malem.

Dear God, make me a bird. so I could fly far.. far far away from here.

menonton film ini, saya tak akan munafik, saya juga terharu. bahkan sempat meneteskan air mata saking trenyuhnya. (trenyuh ki bahasa indonesia bukan sih ya?? hihihi). saking terharunya lah pokoknya. dan untungnya saya nontonnya sendirian. jadi nggak ada yang tau kalo nggak saya kasih tau. hehee.

saya sendiri terkadang heran, betapa sebuah film bisa begitu 'menyentuh'. (mohon maklum kalo dalam tulisan ini saya rada lebay - karena suasnanya mendukung). entah karena filmnya yang memang menyentuh, ato karena saya nya saja yang sensitif. (sensitif??). ato mungkin karena kedua duanya. entahlah. yang jelas, saya tak kan malu dan tak pernah ragu untuk menyebutnya sebagai salah satu film favorit saya. bahkan salah satu film paling bagus yang pernah saya tonton. (kalo mau terkesan lebih ekstrim bisa ditambah kata 'sepanjang masa'. hehee). dan kalo boleh menilai film ini dari skala satu sampe sepuluh, saya akan menilai film ini layak mendapat nilai dua belas. saluuute!

My Mama always said, you've got to put the past behind you before you can move on.

cheers.

Oct 19, 2010

Japan Edition

belakangan ini, entah kenapa saya sedang doyan sekali ngedownload. terutama download album album dari musisi (penyanyi/band) manca. saking doyannya, tak sedikit album yang sudah di download tapi belum sempat saya nikmati. maksudnya belum sempat didengarkan.

sebagai seorang pecinta musik, pada dasarnya saya suka mendengarkan semua ragam musik dari beragam penyanyi, baik dari luar negeri atopun dari negeri sendiri. namun tanpa bermaksud mengurangi rasa cinta saya kepada Bangsa Indonesia, saya memang lebih seneng mendengar lagu lagu dari artis mancanegara. dan memang tak bisa dipungkiri juga bahwa selain alasan subjektif (selera), banyak alasan objektif yang melatarbelakangi mengapa saya lebih seneng (dan lebih banyak) mendengar album album musisi mancanegara. -- sekali lagi ini masalah selera, jadi wajar saja kalo tiap orang beda beda --. dan untungnya, saat ini, memang bukan tentang itu yang ingin saya tulis ;)

setiap kali mendownload sebuah album, seperti sudah menjadi kebiasaan, saya selalu mencari informasi tentang album tersebut. caranya bisa macem macem, tapi yang paling gampang (menurut saya) tentu saja langsung nanya mister Google. dari situ, banyak hal hal menarik yang bisa di ketahui seputar album tersebut (saya biasa nyari di Wikipedia). mulai dari tanggal rilis, penjualan, posisi chart, bagaimana album tersebut di mata para 'kritikus' ato hal hal lain yang ada kaitannya dengan album tersebut.

walopun bukan termasuk orang yang terlalu jeli memperhatikan detail, dari sekian banyak informasi tersebut, ada satu hal 'unik' yang menurut saya cukup menggelitik. cobalah sesekali anda mencari informasi tentang album favorit anda (album artis manca) di Wikipedia via Google. kemudian liat bagian tracklist album tersebut. apa yang anda temukan?? yak. memang nggak ada apa apa. hahahaa.

well, jika anda sedikit memperhatikan, di bagian bawah tracklist, walopun tidak semua album artis mancanegara, tapi tidak jarang kita bisa dengan mudah menemukan kata Japan Edition. (itu kata apa kalimat ya namanya?). ya pokonya begitu lah. dari sekian banyak album yang pernah saya coba cari tau infonya, sangat banyak album yang di setiap tracklist nya mencantumkan Japan Edition. ato kalo diterjemahkan ke bahasa Jerman artinya Edisi (khusus) Jepang. walopun biasanya memang ada beberapa edisi negara lain, namun di sini saya hanya ingin lebih menyoroti pada Japan Edition, yang notabene sesama negara Asia. walopun jelas jauh berbeda nasibnya. hehehee.

bagi anda yang sekilas membaca Japan Edition mungkin menganggapnya biasa saja. dan memang sebenarnya biasa saja. namun pernahkan anda bertanya ato sedikit berpikir skeptis, kenapa Japan Edition??


kalo mau menelisik lebih jauh, mungkin memang tidak salah banyak artis (musisi) dunia yang sebagian dari mereka selalu menyertakan Japan Edition di setiap albumnya. alasan pasar yang potensial tentu menjadi salah satunya, walopun bukan satu satunya. sejak dahulu kala, Jepang telah menjadi pasar super potensial industri musik, yang seiring berjalannya waktu semakin mengglobal. tidak hanya di Asia, Jepang bahkan telah menjadi salah satu pasar (musik) yang paling diperhitungkan di dunia. imbasnya tentu gampang di tebak, banyak artis yang kemudian berbondong bondong melirik Jepang sebagai target pemasaran album album mereka. contoh riilnya ya seperti yang saya sebutkan di awal. Japan Edition yang ada di banyak album musisi dunia. baik musisi yang sudah punya nama, dalam artian sudah kondang ato beken ato populer ato apalah namanya, sampe musisi musisi pendatang baru juga tak mau ketinggalan menyertakan Japan Edition di daftar tracklist nya. sum 41, sebagai contoh, sempat mengeluarkan special album yang hanya rilis di Jepang. yang bahkan tidak rilis di negara mereka sendiri, Kanada. apalagi di Amerika.

dampak laennya lebih gampang ditebak. musisi musisi kelas dunia rame rame menggelar pertunjukan di Jepang. baik berupa konser tunggal yang memang khusus ditujukan untuk dihelat di Jepang, ato yang hanya 'sekedar' berlabel world tour.

Linkin' Park, Guns 'N Roses, G3 (untuk menyebut beberapa musisi yang pernah saya lihat DVD konsernya di Jepang) adalah beberapa contoh gampang betapa Jepang menjadi sebegitu menariknya bagi musisi musisi kelas wahid dunia. bahkan mereka seolah bangga, jika sudah menggelar pertunjukan di Jepang. mungkin terbersit juga dalam benak mereka bahwa perjalanan karir musik mereka seakan lebih lengkap jika sudah ada 'Live In Tokyo' nya. mungkin.

sebagai warga negara Indonesia yang selalu (berusaha) untuk cinta musik musik Indonesia, saya kadang berandai andai. mungkin asik juga kalo di album album musisi dunia itu juga mencantumkan Indonesian Edition. walopun sudah pernah ada artis yang mengeluarkan album dengan Indonesian Edition sebelumnya, saya lupa siapa artisnya, namun mungkin akan lebih menarik jika semakin banyak musisi dunia yang menyertakan Indonesian Edition di tracklist nya. setidaknya kita jadi bisa sedikit lebih berbangga, karena berarti negara kita sudah cukup dipandang dan diakui sebagai salah satu pasar musik yang potensial. dan mungkin akan lebih bangga lagi, jika suatu saat semakin banyak musisi dunia yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan utama mereka menggelar pertunjukan. tidak hanya sekedar mampir, mumpung deket dengan Indonesia, seperti sebagian konser musisi dunia yang di gelar di Indonesia sekarang sekarang ini.

dilihat dari tingkat antusiasme, para pecinta musik tanah air sebenarnya tidak kalah dengan negara negara lain. bahkan di Asia Tenggara, pecinta musik Indonesia termasuk yang paling antusias setiap gelaran konser musisi dunia. kalopun ada yang membedakan dengan beberapa negara di asia (Tenggara) mungkin adalah tentang sarana prasarana nya. ya. menurut Om Adri Subono, bosnya Java Musikindo yang sering mempromotori konser konser musisi dunia di Indonesia, salah satu tantangan terbesar setiap menggelar konser di Indonesia adalah soal venue, tempat konser digelar. selain minim jumlahnya, sarana prasarana pendukung juga kadang menimbulkan masalah lain, semisal perijinan, sound system, akomodasi, dan sebagainya. maka tak heran jika selama ini, sebagian besar konser musisi dunia di Indonesia (kalo nggak mau di bilang hampir semuanya) nyaris hanya selalu di gelar di Jakarta. hal itu tentu tak terlepas dari permasalahan yang telah saya sebutkan tadi. Jakarta, sebagai ibu kota negara dianggap sebagai kota paling representatif dan akomodatif untuk mengadakan sebuah konser musisi dunia, setidaknya bila dibandingkan dengan kota kota lain di Indonesia.

dari situ, sekali lagi sebagai warga negara Indonesia yang notabene fanatik musik, tak ada salahnya saya (anda, kita) berharap suatu saat nanti, semakin banyak sarana prasarana konser yang berkualitas di Indonesia. hingga nantinya, musisi musisi dunia tak lagi memandang kita sebelah mata. dan mungkin suatu saat kita juga bisa semakin berbangga, seperti para musisi dunia yang juga bangga, menggelar Live In Indonesia nya. semoga.



cheers.

Oct 11, 2010

For a Monkey

hi monkey.

the days before today, i thought there were many things i wantd to talk to you. but now, at this very momment, honestly i have no idea what to say or what to talk about. as long as i can remember, today, you are 23 (if i'm not wrong). i'm not a kind of person who like to give a congrat when somebody celebrate the day they were born. but for you, i'd love to make an exception. 'cos you're worth to be an exception. particularly, for me.

so just let me say,

HAPPY BIRTHDAY. you are 23 now. you are older now.

i wish.....


i wish.....


i wish..... someday we get marry. make a happy family. have some cute babies. lovefully raise them up. witness they grow up. see our kids become good persons. watch they live happily with their own families. then we could die old with smile.


and 'till the day come to us.. sincerely i hope you happy about however you are, wherever you belong, whatever you do, and whoever you with.

there is nothing about you that can make me happy but see you happy. and one of my deepest prayers, someday we could share our happines each other. together. because i 'd love to do anything for you. and all i wanna do... is grow old with you.


*lovehug


p.s. I LOVE YOU.

Oct 9, 2010

Smile

Smile! It increases your face value - Steel Magnolias (1989)

terkadang 'inspirasi' datang dari hal hal yang sepele yang kadang nggak kita duga. sebulan lebih tak menulis karena pikiran yang serasa ngehank membuat ide (dan terutama gairah) untuk menulis seakan hilang di telan malam (??). seperti tulisan saya kali ini yang kepikiran pengen saya tulis 'hanya' setelah mendapati sebuah quote film. dan sesaat kemudian terpikirklah untuk menuliskannya menjadi sebuah tulisan, yang seperti biasanya, hanyalah sebuah tulisan sampah.

siapa sih yang nggak bisa senyum. menurut saya, selama masih manusia, dan hidup tentu saja, semua orang pada dasarnya pasti bisa senyum. monyet aja bisa senyum, apalagi kita yang notabene mirip monyet. hihihiii..

senyum, ato senyuman, menurut saya merupakan salah satu anugerah luar biasa dari Tuhan yang diberikan kepada kita bangsa manusia (dan mungkin juga kepada bangsa monyet. hehehee). betapa tidak, senyum adalah makhluk sepele yang orang paling bego sedunia aja bisa melakukannya. senyum adalah hal simple yang sungguh luar biasa manfaatnya. itu menurut saya. bahkan di majelis taklim, ato ketika khotbah di masjid, sering sekali saya (kita) mendengar nasehat nasehat agama untuk senantiasa menebar salam. dan SENYUM. nah, tambah lagi kan manfaat senyum dan tersenyum. udah simple, gampang, luar biasa manfaatnya, berpahala pula. bukankah tersenyum juga sedekah. sedekah yang paling gampang adalah dengan tersenyum. tau gitu masih pada ga mau senyum juga?? TER LA LU.

bagi sebagian orang, tersenyum mungkin memang bukan sesuatu hal yang mudah dilakukan. terlebih kalo seseorang udah kadung punya image yang pelit senyum. polisi yang suka nyegat saya di jalan ato guru killer yang sering menskor saya waktu sma adalah beberapa contoh yang sekilas terlintas di kepala. walopun belakangan saya jadi rada maklum dengan 'situasi' mereka. rasanya nggak lucu juga kalo ada polisi nilang di jalan terus polisinya senyum senyum nggak jelas. ato ketika guru BP menskor siswa dengan raut muka ceria. aneh juga.

terkadang, situasi dan kondisi juga mempengaruhi mood orang untuk tersenyum. jarang kan kita lihat orang marah marah sambil tersenyum. ato orang yang sedang kena musibah kemudian malah senyum senyum. kecuali kalo senyumnya karena trauma ato stress. itu beda ceritanya. namun tak ada salahnya jika setiap hal yang menimpa kita, ato segala sesuatu yang terjadi pada kita, selalu kita sambut dengan senyuman. seperti kata dewa 19. hadapi dengan senyuman. walopun terkadang memang bukan bibir kita yang mengembang, setidaknya hati kita yang tersenyum riang. aiiihhhh ;)

sekarang giliran 'kalo saya boleh jujur'. kalo boleh jujur, sebenernya saya sendiri juga terkadang bisa menjadi orang yang pelit senyum. terutama kalo saya sedang tidur. hahahaa. sariawan. sakit gigi. sakit hati. dan mungkin seperti orang lain kebanyakan, masih banyak hal yang membuat saya jadi rada susah tersenyum. walopun seperti yang saya bilang tadi, hati saya selalu mencoba tersenyum. hihihii.

pernah nggak sih kita sedikit berpikir, mengingat ingat (ato kalo mau sedikit serius, merenung) kalo segala hal yang terjadi kepada kita, terutama hal hal yang berat dan ato tidak menyenangkan, akan berasa lebih mudah (dan lebih indah) kalo kita menjalaninya dengan tersenyum?? maksudnya tentu saja bukan tersenyum secara harafiah. bukan lantas kita tersenyum sepanjang masa. bisa disalahartikan orang nantinya. walopun nggak mudah, dan percayalah emang seringnya susah, saya pribadi selalu berusaha untuk selalu tersenyum. senang. malang. suka. duka. bahagia. bencana. semua orang di dunia kayaknya juga mengalaminya. jadi saya rasa saya tak perlu merasa menjadi orang paling susah sedunia hingga membuat senyum hilang dari wajah saya yang riang. hahahaa (nggak boleh protes!!!)

intinya, banyak hal baik yang bisa kita dapatkan HANYA dengan tersenyum. dengan senyum, kita jadi lebih ceria menghadapi dunia. dengan senyum, orang menganggap kita ramah kepada mereka sehingga mereka juga ramah kepada kita. dengan senyum, membuat orang berpikiran positif kepada kita sehingga tidak berniat mencelakakan kita. dengan senyum, kita menebar damai dalam hidup. dengan senyum, yang segampang dan seringan ringannya sedekah, kita mendapat pahala dari Tuhan Yang Maha Pemurah. lalu apalagi yang membuat kita enggan tersenyum?? (saya nulis ini aja sambil senyum senyum sendiri. hihihii)

keep alive. keep spread smile.


cheers.

Sep 20, 2010

Di Tepi Pulau Bali

denpasar. agustus 2010

---- beberapa jam sebelum meninggalkan pulau Bali ----

ngomongin pulau dewata.. mungkin memang tak kan pernah ada habisnya. bagaimana tidak, apa sih yang nggak bisa dibahas kalo udah menyangkut Bali. hampir semua yang ada di Bali bisa dijadikan bahan pembicaraan. yah, walopun pembicaraannya memang nggak selalu menyenangkan. well, saya sendiri, sebagai seorang manusia katrok yang notabene nggak pernah bepergian jauh, sangat bersyukur ketika sekali waktu dapat kesempatan untuk bisa ke Bali. walopun dengan alibi klise memenuhi kewajiban sebagai seorang akademisi (baca : mahasiswa nggak lulus lulus). whatever. apapun alasannya, saya tetap senang, dan bahagia, dan sentosa, ketika garis nasib mambawa saya ke pulau dewata. BALIIII... (dengan nada iklan sampoerna hijau). yeeaahhh.

singkat kata singkat cerita, mimpi untuk ke Bali pun akhirnya jadi kenyataan. saya menginjakkan kaki di pulau Bali. tepat jam 6 pagi WITA. dan sekali lagi, ini bukan mimpi. well, bagi orang lain, dan mungkin juga bagi anda, pergi ke Bali mungkin bukan hal yang istimewa, dengan kata lain, biasa saja. tapi bagi saya, bisa ke Bali adalah seperti mimpi. cuman kali ini mimpi saya harus bayar mahal. tekor! ;)

walopun disambut indahnya pelangi sehabis hujan deras selama di laut, kesan pertama menginjak pulau Bali sebenernya bisa dibilang nggak terlalu mengesankan. setidaknya begitulah yang saya rasakan ketika sampai di pelabuhan Gilimanuk, yang jadi 'pintu' nya Bali dari laut. provinsi yang notabene BALI, ternyata memiliki pelabuhan yang jauh dari menarik. belum lagi kemudian dicegat sekuriti pelabuhan karena KTP beberapa teman saya ternyata kadaluwarsa. hahahaa. untunglah, korupsi, kolusi dan nepotisme masih ada di negri kita ini. hehee.

setelah melewati begitu banyak desa sepanjang perjalanan, akhirnya sampai juga di Denpasar. yeaahh. Denpasar. sebagai 'ibu kota' nya Bali, Denpasar tentu lebih menarik dari daerah-daerah lain di Bali. itu menurut saya. seperti Jakarta yang ibu kota negara kita tercinta, Denpasar tentu menawarkan berbagai macam hal yang layaknya ada di sebuah kota besar. seperti juga halnya di Jakarta yang memiliki berbagai macam yang ada di Indonesia, Denpasar nampaknya juga memiliki segala macam yang ada di Bali. mungkin bisa dibilang Denpasar adalah miniaturnya Bali. mungkin.

and the days went on.. sebulan di pulau dewata, begitu banyak cerita suka duka. (suka duka?? hehee) walopun tentu saja lebih banyak sukanya. lebih banyak senengnya. karena niat sedari awal ke Bali emang untuk seneng-seneng. walopun ada embel embel tugas kuliah. wtf.

well, dari begitu banyak pesona yang ditawarkan pulau Bali, mungkin ada beberapa yang menurut saya layak untuk ditulis. walopun belum tentu layak di baca. hehee. so what.

let's see!

- desa adat

seperti juga halnya di Jawa, di Bali ternyata juga banyak pedesaan, yang biasanya di sebut dengan desa adat. walopun nggak semua desa di Bali disebut desa adat. perbedaan yang paling keliatan mungkin adalah tentang adatnya. hehee. ya namanya desa adat, soal adat, tradisi ato budaya terlihat sangat kental di setiap desa. mulai dari bangunan-bangunan pura, patung patung dewa (bukan dewa 19), sampe sesajen yang tak hanya ada di tempat tempat ibadah seperti pura, tapi juga di setiap rumah. bahkan di jalan jalan pun kita bisa dengan mudahnya menemukan sesajen yang biasanya terdiri dari bunga bungaan dan dupa. yang sempat membuat saya heran, bahkan di setiap toko di mall pun ada tempat khusus untuk sesajen, toko mewah dan elite sekalipun. walopun awalnya sempat heran, lama kelamaan sayapun mulai terbiasa dan justru mengagumi adat orang Bali yang satu ini. untuk soal menjaga adat ato tradisi, dalam hal ini tentang sesajen, salut saya untuk orang Bali. modernisasi dan globalisasi ternyata tidak membuat (masyarakat) Bali kehilangan identitasnya, yang dalam hal ini terkait soal adat ato tradisinya. semoga bisa jadi contoh dalam skala yang lebih besar, bagi bangsa kita tercinta ini agar tak kehilangan ciri khasnya karena tertelan kemajuan zaman. (halahh)

- tiang bali

hari hari pertama di Bali, saya sering di buat bingung oleh cara bicara orang Bali (pribumi). selaen emang saya nggak ngerti bahasa Bali, orang Bali juga ngomong dengan nada yang 'aneh'. (ato unik??) dan seperti nggak pake spasi. mungkin mirip mirip dengan gaya bicaranya orang Sunda. ketika pertama kali mendengar orang Bali bilang kata 'tiang' saya sempat berpikir bahwa maksud mereka adalah tiang bendera ato tiang rumah, ato tiang secara umum. namun ternyata 'tiang' dalam bahasa Bali memiliki kesamaan makna dengan 'tiang' dalam bahasa Jawa yang artinya sama sama 'orang'. jadi 'tiang bali' artinya 'orang bali'. ooaallahh. belum lagi bingung soal 'bli' dan 'beli' yang kalo diucapkan sekilas (bagi saya) terdengar sama saja, padahal artinya jelas jauh berbeda. well, mungkin bisa dibilang beruntung saya tinggal di sekitar orang-orang yang secara umum bersikap welcome terhadap pendatang, walopun tidak terlalu akrab. dan setelah beberapa lama berbaur, barulah saya tau kalo ternyata banyak orang jawa juga di Bali. karena kata kepala desa nya, warga Denpasar Barat - daerah yang sementara nggelandang di Bali saya jadikan tempat tinggal - memang sebagian (besar) adalah pendatang. tak terkecuali pendatang dari pulau Jawa. barulah kemudian saya tau kalo ibu yang jualan kupat tahu ternyata dari Blitar. tante yang jualan bakwan ternyata dari Surabaya. bapak yang jualan sate ternyata dari Solo. mbak mbak SPG di mall pun ternyata orang Malang. dan banyak lagi. dan banyak lagi. intinya, "welehhh.. wong jowo juga tho mbak'e". hahahaa.

- piknik lagi piknik lagi

Bali adalah liburan. Bali adalah senang senang. karena di Bali emang banyak yang bisa bikin senang. salah satunya ya sudah barang tentu tempat tempat wisatanya. well, dengan alasan keterbatasan sumber daya manusia (baca : kehabisan ongkos) sayapun hanya sempat mengunjungi beberapa tempat yang memungkinkan untuk di kunjungi. yang masih memungkinkan ditempuh dengan jalan kaki dari Denpasar. hehee. nggak segitunya juga dink. intinya, beberapa tempat yang sempat saya kunjungi memang layak jadi tujuan wisata. yang menyenangkan. yang mengesankan. mulai dari makan malam a la orang kaya di Jimbaran (yang kalo nggak di traktir oleh keluarga salah seorang teman saya, nampaknya seumur hidup pun belum tentu saya bisa makan malam di pinggir pantai kayak begitu. big thanks my friend), nongkrongin patung kepala perkutut, ehh, kepala garuda di garuda wisnu kencana (GWK), kemudian nengok pura di tengah laut di tanah lot, sampai napak tilas Bung Karno di istana tampak siring. lumayan. dan kemudian... mengunjungi seluruh circle k di Bali. hahaa. keluyuran nggak jelas hingga ujung Bali Utara. tidur di pantai lovina saking capeknya. dan nongkrong hingga pagi di kantor camat Kintamani. untung nggak digigit anjing! :)

- shopping time

soal menghabiskan dana, bagian ini mungkin bisa jadi kambing hitamnya. mulai dari pasar seni sukowati di mana bisa menawar sampai tepar, hingga ke pabrik kata katanya pak joseph 'joger' theodorus wulianadi, di mana bisa berdesak desakan sampai asma saking ramenya. yahh, naluri sebagai manusia membuat saya ingin belanja satu dua barang. dan tiga empat barang. dan lima enam barang. dan ini. dan itu. dan ini lagi. dan itu lagi. ditambah ini. sama itu. hingga akhirnya dompet saya yang kempes menyadarkan. seperti halnya Jogja yang kota budaya, Bali tentu juga punya berbagai macam cinderamata yang kayaknya sayang untuk dilewatkan. kapan lagi ke Bali??. hehee. mungkin cuma sekali kalinya saya ke Bali. who knows. jadi ya, seperti kata Efek Rumah Kaca, belanja terus sampai kere! hahaa.

- malam di legian

rasanya kurang afdhol dan kurang lengkap kalo kita ke Bali tapi belum menyusuri jalanan yang satu ini. yak, jalan legian yang kondang karena bom Bali itu ternyata memang layak jadi tujuan 'wajib' kalo kita ke Bali. selain atmosfer kehidupan malam Bali, jalan legian nampaknya memiliki kharisma dan daya tarik tersendiri hingga membuat banyak wisatawan (terutama para bule) membanjirinya hampir di setiap malam. belanja. makan. dugem. nongkrong. 'jajan'. semua ada di jalan legian. melihat lihat pertokoan dan tempat tempat hiburan yang berjajar di sepanjang jalan legian. napak tilas bom Bali menyaksikan reruntuhan sari club dan melihat kemeriahan paddy's club yang nampaknya sudah bangkit dari keterpurukan akibat guncangan bom bertaun taun silam. ato cuma sekedar berjalan jalan sambil sesekali nyenggol cewe bule. prikitieeeuuwww. hehee.

- the beaches

apa yang pertama terlintas di kepala kalo mendengar kata BALI?? mungkin sebagian dari anda (termasuk saya) akan menyebut pantai sebagai jawabannya. yahh, Bali memang tempatnya pantai. mungkin bagi turis asing, Bali adalah pantai. karena tak bisa dipungkiri, hampir semua turis pasti menjadikan pantai pantai di Bali sebagai salah satu tujuan utama mereka datang ke Bali. mulai dari pantai kuta, yang katanya pantai paling kondang se asia (tenggara?!) itu, yang nampaknya sudah menjadi salah satu ikon Bali, pantai sanur yang lebih tenang dan tempat asik main layang layang, pantai dreamland yang favoritnya para surfer, hingga pantai legian, surganya orang orang kere seperti saya. hahaa. yahh, dari semua yang pernah saya liat di Bali, pantai adalah favorit saya. dan dari semua pantai di Bali yang pernah saya datangi, pantai legian adalah juaranya. pantai yang lebih kondang dengan nama double six (66) ini emang menawarkan pesona pantai a la luar negri. di samping lebih rame, lebih dinamis dan lebih meriah, pantai double six juga menawarkan variasi 'pemandangan' yang berbeda dengan pantai lainnya. di mana mata memandang sampe jauh, yang nampak hanyalah bule bule yang kayaknya hampir semuanya, entah karena lupa ato emang sengaja lupa nggak bawa baju. hahahaa. tentu saja saya cuman ngeliatin bule yang cewe saja. hahahaa. sungguh 'pemandangan' yang langka. nggak setiap hari bisa kepantai yang kayak begini. hihihii. -- nyesel nggak bawa kamera ;) --


dan begitulah. begitu banyak cerita di Bali. mulai dari cerita cerita menyenangkan karena bisa mengunjungi tempat tempat yang memang menyenangkan, sampai cerita yang memalukan seperti kencing sembarangan di depan bule karena teler semalaman di legian. ahh, Bali. sebuah tulisan sampah mungkin tak sebanding dengan apa yang harusnya bisa diungkapkan tentang betapa indahnya Bali.

dan seperti entah kata siapa, ada pertemuan, pasti ada perpisahan. ada waktunya datang, pasti ada waktunya pergi. dan hari di mana saya harus angkat kaki dari Bali pun tiba. tanpa begitu terasa, sebulan telah berlalu. sebulan penuh suka cita. sebulan yang mengesankan. sebulan yang mungkin tak kan pernah terlupakan.


terima kasih Bali ku, untuk budaya dan alam mu
terima kasih untuk cantik gadis mu, dan kerasnya... arak Bali mu.


cheers.

Aug 8, 2010

Ramadhan Sebentar Lagi

sambil mengangkat kedua tangan tinggi tinggi, loncat loncat yang tak kalah tinggi, dan berteriak keras... HORREEEEEE... yeahhhhhh... wwuuuuhhhuuuuuuu....

andaikan saya anak kecil, kurang lebih mungkin seperti itulah kegembiraan yang akan saya luapkan saat saat ini. kegembiraan ketika menyambut bulan nan suci, bulan yang penuh kebaikan dan keutamaan, bulan ramadhan. ato ketika masih kecil saya lebih sering menyebutnya bulan puasa.

bulan ramadhan, bulan yang suci. memang bulan yang sangat pantas untuk di tunggu. bulan yang pantas dinanti. karena jangankan orang orang akil baligh yang mengerti keutamaan bulan ramadhan, anak kecil yang mungkin bahkan belum tau 'substansi' dan makna bulan ramadhan pun ikut ikutan berbahagia bersuka cita menyambut bulan suci ini. dan itu boleh boleh saja. nggak ada salahnya. bukankan kemeriahan anak anak akan menambah semarak menyambut bulan ramadhan?! ;) buat saya, salah satu kemeriahan di bulan ramadhan adalah karena kemeriahan anak anak. mulai dari kemeriahan menyambut ramadhan, sampai kemeriahan di mesjid ketika tarawih, TPA, ta'jilan, dan sebagainya. ramadhan jadi terasa lebih berwarna. dan lebih berisik. heheee. maka tak heran ketika kecil, saya dan teman teman sepermainan di kampung begitu antusias dalam hal membuat 'selebrasi' menyambut bulan ramadhan. namanya anak kecil, tentu ada ada saja yang dilakukan. mulai dari yang aneh aneh sampe yang sangat sangat aneh. hehee. ahh, saya rindu masa kecil.

bagi umat muslim, saat saat ini, saat saat menjelang bulang ramadhan seperti ini mungkin bisa menjadi satu masa yang menyenangkan. setidaknya begitulah yang saya rasakan. setiap kali bulan ramadhan menjelang, banyak hal yang mendadak terasa lebih menyenangkan. jika biasanya dikit dikit emosi, menjelang ramadhan tiba tiba jadi sok penyabar dan pemaaf dengan dalih latihan menjelang bulan ramadhan. hehee. ato kuliah yang biasanya males malesan, karena menjelang bulan ramadhan jadi terasa (sedikit) lebih menyenangkan. walopun kuliahnya tetep aja males malesan. hahahaaa.

mungkin banyak cara yang dilakukan orang dalam menyambut bulan ramadhan. bagi yang ahli ibadah mungkin sudah puasa sunah sebagai 'pemanasan' puasa fardhu di bulan ramadhan. bagi ta'mir masjid mungkin sudah bersih bersih mesjid. merapikan sana sini. bahkan tak jarang mengganti karpet lama dengan karpet yang baru. mesjid mesjid jadi kinclong menjelang ramadhan. ahh, betapa besarnya 'pengaruh' bulan ramadhan. bahkan orang orang pun begitu bersemangat menyambutnya. sedangkan saya.. hmm.. mungkin saya masih termasuk kaum muslim yang baru bisa sekedar seneng di dalam hati ketika ramadhan menjelang.

well, apapun dan bagaimanapun cara kita menyambutnya (tentu saja dengan cara yang baik), bulan ramadhan tetaplah bulan yang menyenangkan. bulan yang penuh kebaikan. penuh keutamaaan. bulan yang memang layak di nanti. bulan yang pantas di tunggu.

dan sebelum ramadhan akhirnya benar benar datang, ijinkan saya yang hina dan penuh dosa ini untuk sekedar meminta kelapangan hati sodara sodari sekalian untuk memaafkan segala kesalahan, kelalaian, kekhilafan, keisengan, ketidaksopanan, kesewenangan, kenylenehan, kekurang-ajaraan, kepelitan, kekasaran, kekerasan, kejahatan dan ke - an ke - an yang lain yang mungkin tidak berkenan di hati anda anda sekalian yang mungkin pernah saya lakukan, baik yang sengaja maupun yang tidak di sengaja (tapi percayalah, sebagian besar saya sengaja. hahaa). marilah kita sama sama membesarkan hati untuk saling mengikhlaskan dan memaafkan. bulan yang suci sudah selayaknya kita jalani dengan hati yang bersih.

marhaban ya ramadhan.


wallahualambissawab.

Jul 18, 2010

23

sebuah pertanyaan bodoh ; apa yang pertama terlintas di kepala anda bila mendengar ato melihat angka 23?? namanya juga pertanyaan bodoh, tentu saja anda nggak perlu pinter untuk menjawabnya. bagi yang gila bola, mungkin akan menjawab 23 sebagai nomer punggung pemain favoritnya. bagi yang suka film, 23 mungkin akan mengingatkan pada film (nggak jelas)nya jim carrey. ato anda yang memang hobi matematika akan menjawab 23 sebagai salah satu dari sekian banyak bilangan prima (sok pinter.. soalnya kalo jawabnya bilangan ganjil mah anak SD juga tau). dan mungkin masih banyak sekali jawaban yang akan muncul sesuai persepsi dan imajinasi anda masing masing tentang angka 23.

tapi bagaimana pendapat anda kalo angka 23 adalah tentang usia?? usia 23. bagi sebagian orang, usia 23 mungkin sudah bisa dibilang dewasa. paling tidak, secara biologis. bagi para wanita mungkin sudah harap harap cemas untuk segera dapat pasangan (baca : suami). hehee. bagi sebagian yang lain, usia 23 mungkin bahkan sudah dianggap tua. karena bagaimanapun, mau nggak mau, suka nggak suka, usia 23 jelas sudah nggak bisa dibilang remaja. karena sejauh yang saya inget, saya belum pernah kenal dengan remaja usia 23 taon. kecuali ‘remaja’ yang memang tak tau diri. hehee.

buat saya sendiri, usia 23 adalah.. ... ?? .. ? .. (yang bikin pertanyaan kok nggak bisa jawab)

well, sebenernya kalo ditanya saya juga bingung. tapi biar nggak terkesan terlalu bodoh, mungkin saya akan menjawab dengan satu kata saja, cukup. ya, usia 23 adalah usia yang (bagi saya) sudah bisa dibilang cukup. cukup tentang apa, tentu itu beda soal. yang berarti juga beda jawaban. bisa cukup dewasa. bisa cukup muda. bisa juga cukup tua. apalagi kalo usia 23 tapi masih jadi mahasiswa. tengsin!! ;) -- salah satu kebiasaan saya adalah malu maluin diri sendiri --

ngomong usil tentang usia 23, saya teringat ucapan seorang kawan tentang 'istimewa' nya usia 23, yang mungkin sebagian dari anda juga sudah tau. mungkin kita bisa menyebutnya dengan siklus 23 taon, karena emang kejadian cuma 23 taon sekali. menurutnya, pada usia kita yang ke 23, hari dan weton 'ulang taon' kita yang ke 23 akan sama persis dengan hari dan weton kelahiran kita. awalnya saya sendiri nggak terlalu mikirin dan belagak sok nggak terlalu peduli, mengingat saat itu saya masih 21 taon. masih (cukup) lama untuk menginjak 23. namun makin hari makin ke sini, sayapun jadi penasaran dan berniat membuktikan. entah beneran ato cuma 'kebetulan', ternyata memang benar kata kawan saya. hari dan weton 'ulang taon' saya yang ke 23 jatuh pada hari dan weton yang sama persis dengan hari dan weton kelahiran saya. -- masih sok nggak kaget, padahal 'nggumun' juga. hehee --

well, bagi sebagian orang mungkin nggak penting. dan sebenernya emang nggak penting. hehee. sayapun juga nggak terlalu ambil pusing. sekedar unique selling point saja tentang usia 23. mengingat cuman kejadian 23 taon sekali. usia 23 kan nggak dateng dua kali. hihihii. jadi mungkin akan kejadian lagi ketika nanti saya berusia 46 taon. 69 taon. dan seterusnya. itupun kalo masih ada sumur di ladang. ehh, maksudnya kalo masih ada umur panjang.

lain cerita beda naskah, saya sendiri sebenernya bukan golongan penganut paham 'ulang tahun'. selain nggak pernah merayakan, saya termasuk orang yang keseringan lupa 'ulang tahun' nya sendiri. mungkin karena memang saya nggak pernah peduli. mungkin karena itu pula saya sangat jarang sekali memberi ucapan 'selamat ulang tahun' kepada orang. pun begitu juga saya nggak pernah dapet ucapan dari orang. well, it's not a big deal.

p.s ; thanks a lot for my sweetest weirdest friend who reminded me about my 23rd born day. you're trully my only one, dear.

well, kalo dipikir pikir, semua dari kita bukannya bertambah tua setiap tahun, bukan bertambah tua setiap 'ulang tahun', tapi bertambah tua setiap saat. setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik, kita bertambah tua. ato bagi yang masih remaja, hakikatnya setiap saat kita bertambah dewasa. pertanyaannya adalah, apakah umur, usia, fisik, lahiriah kita yang makin dewasa itu dibarengi dengan pemikiran yang dewasa. apakah fisik yang makin dewasa juga disertai dengan jiwa yang juga semakin dewasa. (mungkin) anda sendiri yang bisa menjawabnya ;)

cheers.

Jun 24, 2010

Just Be Grateful

salah nggak sih kalo saya bilang (hampir) semua orang pernah merasa 'jengah' dengan hidupnya?! ato jika dianggap terlalu menggeneralisasikan, mungkin sebagian orang kali ya. yah, mungkin lebih tepatnya sebagian orang. sebagian dari kita mungkin pernah merasa dimana hidup rasa rasanya nggak seperti yang kita minta. nggak seperti yang kita harapkan. nggak seperti yang kita rencanakan. ada kalanya dimana manusia merasa hidupnya serba nggak seperti yang diduga dan direncana sebelumnya. dalam artian tak terduga yang tidak mengenakkan. yang tidak menyenangkan. ato kalo mau nyontek lirik lagu dangdut, hidup seolah hanya penuh cerita duka lara, derita dan nestapa.

karena saya juga orang, sayapun tentu bukan pengecualian. sayapun, terkadang, juga merasa kok rasa rasanya hidup serba nggak nyaman. bukan terkadang dink, sering. hehee. dalam artian nggak nyaman secara perasaan. nggak nyaman secara psikologis. sebabnya tentu banyak. saking banyaknya, demi alasan durasi, tentu tak akan saya sebutkan satu persatu. disamping nggak penting, juga (kayaknya) nggak ada yang peduli.

kalo bicara soal bagaimana menjalani hidup, sebenernya, dan memang begitu realitanya, saya lebih sering jadi pihak yang pasif. pihak yang bodoh. dengan kalimat yang lebih sederhana dan rada bijaksana, saya lebih banyak jadi pihak yang dinasehati daripada yang menasehati. walopun tulisan sampah saya ini tak ada niat sedikitpun untuk 'menasehati' siapapun (kecuali diri saya sendiri). disamping saya yang masih, hmmm, muda, sehingga belum banyak makan asamnya cuka dan asinnya garam kehidupan, juga karena 'muda' nya pemikiran saya sebagai seorang manusia yang harusnya sudah bisa dibilang dewasa. walopun kita tentu sependapat, usia bukan harga mati sebagai satu satunya patokan untuk sebuah 'kedewasaan'. orang tua bisa saja berpikiran kayak anak anak. walopun kayaknya jarang anak anak yang berpikiran kayak orang tua. hehee.

entah karena malu pada diri sendiri ato kebanyakan denger ceramahnya kyai sejuta umat, saya yang notabene adalah manusia dewasa secara biologis, mendadak merasa menjadi anak anak. ato lebih tepatnya, mendadak (merasa) kekanak kanakan. walopun (menurut sebuah buku yang pernah saya baca, dan percayalah itu bener bener buku), di dalam jiwa setiap orang, orang tua sekalipun, selalu ada jiwa 'kekanak kanakan' nya. bisa dimaklumi, penjelasan sok taunya tentu saja karena orang tua juga pernah merasakan menjadi anak anak. tapi jarang ada anak anak yang berjiwa orang tua, karena anak anak belum pernah ngerasain tua --- kayaknya penjelasan yang tidak perlu --- ;)

berdasar pengalaman hidup sehari hari yang pernah kita jalani hingga saat ini, disadari ato tidak, pasti banyak hal yang bisa dijadikan contoh dimana kita merasa kekanak kanakan. baik dalam hal pemikiran, ucapan maupun tindakan yang kita lakukan. dari hal hal yang sepele, hingga hal hal yang duapele. ehh, maksudnya dari hal hal yang biasa hingga hal hal yang luar biasa. dari hal hal yang enteng sampai hal hal yang nggak enteng ato berat alias serius. sering sekali saya merasa dimana saya menganggap ucapan saya kekanak kanakan. ada kalanya saya berpikir tindakan saya kekanak kanakan. ato yang paling sering, saya merasa bahwa cara berpikir saya masih sangat kayak anak anak sekali. parah memang. yah walopun sekali lagi, dewasa kan nggak ada ukuran bakunya. dewasa menurut saya kan belum tentu dewasa menurut anda. pun begitu juga sebaliknya. jadi dewasa ato nggaknya kita, mungkin kita bisa (belajar) menilai sendiri. dengan kata lain, menilai kedewasaan kita sendiri sudah selayaknya juga dimulai dari diri kita sendiri. setidaknya begitulah menurut saya. yang nggak setuju juga nggak papa.

menilik dari apa yang pernah saya rasakan sebagai seorang manusia biasa yang sering merasa belum bisa 'dewasa', salah satu indikasi gampang dari 'ketidak-dewasaan' adalah betapa seringnya kita (ato dalam hal ini saya) yang kurang menghargai apa yang sudah dimiliki. ato dengan kata lain, kurang mensyukuri apa yang kita punyai. apapun yang ada saat ini, rasanya masih belum cukup. serba kurang. ato tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. tak sesuai dengan yang diharapkan. mungkin banyak orang yang demikian. merasa serba kekurangan padahal serba berkecukupan. suka mengeluh bahwasanya hidup kok rasanya nggak fair. ato yang lebih parah, mungkin sampe menganggap Tuhan nggak adil kepada kita. padahal jika kita mau sedikit berpikir lebih dalem, berpikir dalam bentuk yang paling mendasar, bukankah Tuhan lebih tau apa yang terbaik bagi kita?! Tuhan jauh lebih ngerti apa yang baik untuk kita. apa yang sesuai dan apa yang pas untuk kita. apapun dan bagaimanapun keadaan kita saat ini, mungkin ya seperti inilah yang terbaik untuk kita. menurut pertimbangan Dia Yang Maha Tau.

jika kita menuntut lebih dari apa apa yang sudah kita punya, siapa tau dengan keadaan yang lebih itu kita bisa jadi tergelincir. jadi sombong misalnya. ato angkuh. ato congkak. ehh, artinya sama dink ya. hehee. dan tuhan sungguh lebih tau itu. katakanlah kita yang hidup sederhana, dalam artian nggak miskin tapi juga nggak kaya, sekali lagi saya contohnya, mungkin ada kalanya merasa serba kekurangan. serba pas pasan. tapi seperti kata aa' gym, bukankah segala sesuatu dalam hidup ini akan menyenangkan kalo pas pasan. pas butuh, pas ada. hehee. lagian kan nggak ada salahnya hidup sederhana. hidup pas pasan. siapa tau dengan begitu kita jadi lebih pandai bersyukur atas segala yang sudah kita punya. siapa tau kalo tuhan menjadikan kita orang yang serba berlebihan kita jadi sombong dan kufur nikmat. ya nggak sih?! katanya aa' gym sih gitu ;)

contoh lain misalnya, mmmm.. apa ya.. bentar mikir dulu ------- oh iya, suara saya yang jelek misalnya. setidaknya begitu kata teman teman saya. biarpun banyak orang yang bilang suara saya jelek, saya mencoba untuk tidak menganggapnya sebagai ejekan. bukan karena saya orang yang sabar ato pemaaf, tapi karena saya sendiri juga nyadar kalo suara saya emang nggak bagus. hahaaa. tapi juga nggak jelek jelek amat deh kayaknya. toh saya masih suka nyanyi nyanyi (sendiri). masih suka karaokean kalo ada yang bayarin. buat saya, biar suara jelek, yang penting untuk bersuara yang baik. apa gunanya suara merdu mempesona bak seorang diva kalo kata kata yang keluar dari mulutnya adalah kata kata yang sia sia. nggak ada gunanya. ---- baru nyadar kalo saya orangnya bijaksana ---- hahahaa.

ato muka saya yang, hmmm, apa ya istilahnya. yang jelas muka yang ganteng enggak, jelek iya!! (heran, ternyata gampang sekali nyari contoh yang jelek jelek dari saya ini). dari semua yang jelek jelek, muka saya yang jelek tentu bisa jadi contoh paling gampang. di samping juga yang paling keliatan. biar punya muka yang nggak tampan dan nggak rupawan, setidaknya saya jadi nggak ngerasa sok tampan. gimana mau sok tampan kalo kenyataannya kagak ada tampan tampannya. hahahaa. ato kalo ingin menghibur diri, saya suka berkata dalam hati, harusnya orang orang ganteng berterima kasih kepada orang orang seperti saya. kalo nggak ada orang orang yang mukanya minor kayak saya, mana ada yang bilang mereka ganteng. coba kalo semua manusia di dunia mukanya sama, nggak ada kan yang namanya ganteng, nggak ada yang namanya nggak ganteng --- pembelaan --- hahahaa.

singkat kata, hidup memang penuh metafora. seperti kata para montir, hidup kan kayak roda yang berputar, kadang di atas kadang di bawah. kadang senang kadang susah. dan itu wajar saja. karena percayalah, banyak manusia yang mengalaminya. daripada mengeluh dengan apa yang tidak kita punya, kenapa nggak mencoba menjalani hidup dengan berbahagia. bukankah ada yang bilang, bahagia adalah ketika kita bisa mensyukuri (dan menikmati) apa yang kita punya?!

life is about changes, sometimes it's painful, sometimes it's beautiful.. just be grateful.

cheers.

May 5, 2010

What The Fuck

entah kenapa belakangan ini rasa rasanya saya sedang senang dengan kata kata sarkastik itu. sekali lagi, seneng loh ya. jadi nggak berarti saya senang mengucapkannya. saya hanya senang dengannya. yahh walopuuuun, emang saya juga sering mengucapkannya juga dink. hehee. mungkin ada yang nganggep saya sedang sebal. kesal. marah. jengah. dan laen sebagainya yang inti pokoknya saya sedang nggak enak rasa. mungkin ada benarnya. walopun nggak semuanya benar adanya. helehh.

sebenernya banyak alesan kenapa saya seneng banget dengan kata kata yang hampir semua orang mungkin menafsirkannya sebagai sebuah umpatan, ato bahkan makian itu. liat orang lebay, saya bilang what the fuck. liat dosen ganjen, saya bilang what the fuck. ban motor kempes di jalan, saya bilang what the fuck. liat cewe cakep tapi cowoknya ancur, saya bilang what the fuck. dan banyak lagi. sederhananya, setiap saya melihat, mendengar ato merasa hal hal yang menurut saya nggak sesuai dengan (perasaan) saya, saya cuman bisa bilang.. what the fuck.

dan memang nggak salah. karena emang kata kata macem begitu, apalagi yang ada kata 'fuck' nya pasti dianggep sebagai suatu bentuk ekspresi yang (biasanya) nggak jauh jauh dari yang saya sebutkan tadi. sebal. kesal. marah. dan sebagainya. mungkin ada juga yang menyebutnya sebagai sebuah sebuah sumpah serapah. terserah.

straight to the case, sebenernya apa yang pengen saya tulis di sini adalah semacam 'sumpah serapah' saya sendiri (yang terutama ditujukan untuk saya sendiri juga) sebagai salah satu manusia user facebook. kenapa facebook?

here's the shit..


well, walopun (menurut pendapat saya pribadi) makin lama kayaknya makin membosankan saja, nampaknya banyak orang yang tetep setia dengan yang namanya fesbuk. fesbuk seolah sudah jadi bagian hidup sehari hari bagi sebagian orang. dalam tingkatan yang lebih ekstirm, fesbuk mungkin sudah jadi 'kebutuhan primer' bagi sebagian yang lain. rasanya hidup nggak afdhol kalo belum fesbukan.

diakui ato tidak, disadari ato enggak, jejaring sosial yang satu ini emang super duper fenomenilnya (fenomenil = saking fenomenalnya). tak kurang dari 350 juta users di seluruh dunia (saat tulisan ini dibuat) tentu sudah lebih dari cukup untuk membuat fesbuk bisa dibilang fenomenal. di indonesia sendiri, jangan tanya berapa jumlah penggunanya. anda mungkin sudah tau. ato setidaknya lebih tau dari saya.

sayapun tentu juga nggak mau dibilang makhluk munafik dengan membantahnya, karena walopun sering sekali merasa bosan dengannya, toh sesekali saya juga masih tetep menyempatkan buka buka fesbuk. walopun cuma sekedar buat upload poster film yang baru saya tonton (benar benar kegiatan yang mengindikasikan kekurang kerjaan). ato ketika kekurangkerjaan saya lebih parah, kadang saya sempatkan baca 'status' beberapa teman yang (kebanyakan) nggak penting. ato sekedar untuk baca (dan terkadang memberi) komen komen yang lebih nggak penting. mungkin itulah kenapa saya sering menganggap saya sendiri sebagai orang yang (benar benar sangat) kurang kerjaan (sekali) ketika dengan nggak berdosanya membuka fesbuk. tapi kalo mau jujur, saya memang orang yang kurang kerjaan. karena saya memang nggak punya kerjaan. dan kalopun punya kerjaan, belum tentu saya kerjakan. heehee. begitulah.

beberapa hari belakangan saya emang lagi males ambles dengan fesbuk. bukan dengan situsnya, tapi lebih kepada isinya. isinya tentu banyak, tapi saya lebih menekankan kepada salah satu isi 'utama' fesbuk, yakni apalagi kalo bukan 'status' dari orang orang yang jadi 'teman' kita.

saya, dan mungkin sebagian dari anda, mungkin bisa sedikit bernostalgia ke masa lalu, ketika kita baru mengenal fesbuk. baru punya akun fesbuk. baru memiliki beberapa 'teman' di dalamnya. semuanya mungkin nampak menyenangkan kala itu, mengingat kita masih 'baru' (kalo nggak mau dibillang masih asing) dengan fesbuk. saat itu mungkin kita lebih akrab dengan yang namanya friendster. begitupun juga saya. ketika pertama kali memiliki akun fesbuk, saya sendiri juga nggak nyangka fesbuk bakal se booming dan se fenomenal saat ini. maklum, saat itu (menurut saya) situs jejaring sosial belumlah sepopuler sekarang. ato mungkin sudah populer, cuman saya nya saja yang katrok makanya nggak tau. entahlah. yang jelas, berbagai situs jejaring sosial saat ini sudah dan semakin populer saja. fesbuk tentu bisa jadi contoh paling familiar.

dulu, ato mungkin juga sampai sekarang, mungkin sebagian dari pengguna fesbuk akan senang jika memiliki banyak 'teman'. siapa sih yang nggak seneng punya banyak teman. teman di dunia maya sekalipun. toh tetep saja teman. dahulu kala pun saya juga berpikir seperti itu. sebagai user fesbuk yang masih (dan tetap) lugu, saya pasti pengennya juga punya banyak teman. walopun sekali lagi, 'cuma' teman di dunia maya. sehingga saya, dan saya yakin ribuan ato bahkan jutaan pengguna fesbuk yang lain juga melakukannya, berlomba lomba mencari teman sebanyak banyaknya dengan membabi buta nge add orang. terutama yang cowok, pasti getol berburu teman. siapa aja di add. apalagi kalo cewek. apalagi kalo cewek cakep. apalagi kalo cewek cakep yang belum punya cowok. yahh, begitulah.

suatu saat, ketika sudah punya banyak teman, saya (dan mungkin juga anda) tentu merasa senang. seperti yang saya bilang tadi, siapa sih yang nggak seneng punya banyak teman. well, kalo anda menanyakan hal itu kepada saya, saat ini, saya akan menjawab, SAYA. yahh, saya adalah termasuk (mungkin malah cuma satu satunya) orang yang tidak suka (terlalu) banyak teman. namun perlu digarisbawahi, dalam hal ini adalah teman di jejaring fesbuk. kalo di alam nyata sih, saya juga pasti senang punya banyak teman.

tanya kennn apa ??

simple saja, saya nggak suka (cenderung muak) membaca bermacam 'status' nggak penting dari orang orang yang bagi saya juga nggak penting. penting nggak pentingnya gimana, mungkin cuma saya yang bisa menilainya. namun yang pasti, teman saya di fesbuk adalah orang orang yang memang saya tau. dan saya kenal. walopun kenal cuma sekedar pernah saling menyapa pas ketemu di sekolah. ato karena dia temannya teman saya di sma. ato setidaknya karena saya sudah sering dan intens berkomunikasi dengannya. berkomunikasi dengan orang yang di kenal menurut saya jauh lebih afdhol dari pada terus berbasa basi dengan orang orang yang nggak jelas rimbanya. muspro.

sayapun kadang heran ketika melihat beberapa teman di fesbuk (yang kebanyakan cewek) yang punya teman hingga ribuan. padahal seleb bukan. koruptor juga bukan. entahlah. mungkin emang dia populer. mana saya tau.


puncaknya mungkin dalam beberapa hari ini ketika saya (dengan tidak hormat) membuang orang orang nggak penting dari daftar teman di fesbuk hingga nyaris tinggal setengahnya. sayapun sempet heran, ternyata selama ini saya banyak 'berteman' dengan para fucking faker di fesbuk. walopun statusnya teman, tapi cuman mandeg sebatas status pertemanan. apa gunanya. kualitas lebih penting dari kuantitas mungkin berlaku dalam pandangan saya ini. bagaimanapun, saya juga tau, mereka nggak penting buat saya seperti saya yang juga nggak penting buat mereka. jadi ya, nothing to lose.

dengan sedikit teman yang tersisa (yang sebagian besar adalah kawan kawan masa sma), saya justru merasa lega. selega halaman 'home' fesbuk saya yang setidaknya tak lagi dipenuhi dengan daftar barang barang belanja dari manusia manusia yang (menurut saya) sangat terinspirasi dari lagunya efek rumah kaca; belanja terus sampai mati. walopun, masih saja tetap ada, setidaknya dia teman yang saya kenal. jadi bisa di toleransi. saya kan baik hati. hahaa.



cheers.



Apr 11, 2010

Sex On Fire

dong donggg. heheee. judulnya emang rada vulgar. walopun tulisannya enggak. kira kira apa yang ada dipikiran anda (ato kita lahh, biar adil) bila mendengar ato membaca kata sex? kalo saya sih, sebagai anak manusia yang masih (cukup) lugu dan polos (wekkk), tentu tidak (ato belum?) bisa menjelaskan secara lebih jauh tentang sex. selain yang jelas belum berpengalaman secara teoritis maupun praktis, juga karena keterbatasan pengetahuan dan wawasan saya akan sex yang cuma mandeg sampe definisinya doang, yakni (jenis) kelamin. walopun banyak orang lain yang menafsirkan sex lebih kepada perkelaminan, alat kelamin, dan berbagai aktivitasnya. hehee.

well, sebenernya ada beberapa alesan nggak penting kenapa saya sempet sempetnya nulis tulisan yang lebih nggak penting ini. pertama, (berat ini ngomongnya), karena alesan akedemis kritis najis (kata terakhir cuman karangan saya saja, hehee). yak, sekali lagi tuntutan dari bangku dosen (karena dosen yang ngasih tugas) mengharuskan saya berselancar di dunia maya untuk mancari bahan bahan bacaan tentang pornografi di internet. walopun nggak beneran saya baca. kesenengan dosennya donk kalo diturutin terus. hahaa. sebenenernya sih kalo topik yang satu ini saya nggak terlalu keberatan. hahahaaa. jika biasanya saya membaca artikel yang biasa biasa saja, dalam artian membaca artikel yang membahas pornografi secara normatif, maka kali ini saya mendapati beberapa data dan fakta (halahh) yang (cukup) menarik. menurut saya. itulah mengapa saya jadi kepengen menuliskannya. ato lebih tepatnya mengcopynya untuk kemudian saya paste di tulisan ini. sekedar buat referensi saya pribadi. siapa tau sewaktu waktu informasinya bisa berguna ;) dan entah karena 'kebetulan' ato memang 'kebeneran', saya lagi seneng sex on fire nya kings of leon, yang selama nulis tulisan ini saya jadikan backsong. hehee. yang sekaligus saya jadikan judul tulisan ini tentunya.

sebenernya yang mau di bahas adalah soal pornografi. namun hampir mustahil memisahkan pornografi dari sex. karena kayaknya keduanya udah lama sodaraan. ato setidaknya sobat karib lahh. jadi kalo ngomongin pornografi, pasti juga terbayang image yang menyangkut soal sex. terlepas dari apa penafsiran kita soal sex itu sendiri. hal tersebut tentu (bisa dibilang) lumrah, mengingat pornografi secara etimologis (weee, kata katanya. hehee) berasal dari kata porne dan graphein. porne berarti prostitusi atau pelacur. graphein artinya tulisan atau gambar. jadi pornografi secara sederhana dapat diartikan sebagai tulisan atau gambar yang dimaksudkan untuk membangkitkan nafsu seksual orang yang melihat atau membacanya. akan tetapi kemudian hal ini berkembang bukan hanya dalam bentuk tulisan dan gambar tapi lewat berbagai media lain seperti film, tarian, lagu dan sebagainya.

menurut google, setiap hari terjadi 68 juta pencarian dengan menggunakan kata "porno" dan atau variasinya.

hehee. itu adalah kalimat pertama yang membuat saya (rada) kaget. sebenernya nggak kaget kaget amat sih. ato setidaknya nggak sampe kaget doraemon. yang bikin rada heran kok, cuma segitu sihh. emang saya nggak di itung?! hahaa. mungkin emang ada beberapa orang yang (kalo mau lebay) tercengang dengan 'data' itu. jangan pertanyakan akurasinya, karena menurut saya yang penting bukan sejauh mana kebenaran kalimat itu, namun lebih pada 'realita' bahwasanya pornografi (dan segala hal berbau porno lainnya tentu saja) telah menjadi barang lumrah, khususnya di internet. terbukti jutaan, bahkan puluhan juta orang di seluruh dunia mengaksesnya. walopun tujuan mereka mengakses belum tentu untuk hal hal yang sifatnya normatif ketika seseorang mengakses 'situs' porno dan variasinya. seperti saya misalnya, yang mengakses 'bahan-bahan' pornografi karena alesan akademis. hehee. (bukan pembelaan loh yaa)

taukah anda?
  • setiap detik, 3075,64 USD dibelanjakan untuk pornografi
  • setiap detik, 28258 pengguna internet melihat situs pornografi
  • setiap detik, 372 pengguna internet mengetikkan kata kunci yang berhubungan dengan pornografi di mesin pencari
  • Jumlah halaman situs pornografi di dunia saat ini mencapai 420 juta

sekali lagi jangan tanyakan dari mana ato sejauh mana kebenaran data data di atas. saya, sebagai orang yang cukup bodoh, hanya mencoba memandang data data di atas sebagai sebuah 'realita' sosial yang menarik untuk setidaknya diketahui. sukur sukur untuk kemudian diperhatikan. karena kalo mau mengkaji secara lebih serius dan mendalam, jujur saja otak saya nggak nyampe. jadi seperti yang sering saya katakan, saya selalu senang memandang segala sesuatu dari perspektif yang (sedikit) beda. perspektif yang sesuai dengan apa yang menarik menurut saya. dan yang paling penting, yang sesuai dengan daya intelegensia ;)

ngomongin pornografi (terutama di indonesia) memang biasanya akan selalu disertai dengan kontroversi. karena seperti yang kita semua tau juga, pandangan ato pemikiran orang kan beda beda. apalagi di indonesia yang manusianya sampe ratusan juta. porno bagi seseorang mungkin belum tentu porno buat orang lain. jadi maklum saja kalo ngomongin pornografi selalu saja ada kontroversi. yang penting sejauh mana kita bisa dengan bijak menyikapi. pornografinya itu sendiri, maupun kontroversi yang meliputinya. bukan begitu ?! hehee.

udah ahh. mau ke kamar mandi dulu. hahaa.

cheers.

Mar 28, 2010

(Untungnya) Narsis Nggak Dosa

pada suatu malam di musim dingin, (musim dingin?? lebay ahh).. pada suatu malam yang dingin, (nah ini baru alay. hehee) saya dan seorang kawan seperjuangan iseng jalan jalan keliling kota jogja untuk sekedar cuci mata. saya memang selalu lebih suka menikmati jogja ketika malam. di samping nggak bikin kulit terbakar alias item, juga karena.... karena apa ya. kayaknya nggak ada alesan laen deh. hehee. maksudnya selaen nggak panas, pemandangan jogja di malam hari juga terasa lebih eksotis. tis. tis.

mungkin jenuh dengan rutinitas makan sehari hari yang hampir selalu mentok cuma sampe angkringan, malam itu kami muter muter nggak jelas untuk sekedar mencari tempat makan yang sedikit lebih 'elegan'. bagi orang orang seperti saya yang nyaris tak pernah absen ke angkringan setiap malamnya, tempat makan yang sedikit beda sudah bisa dibilang elegan. bedanya kayak apa, nggak usah ditanya. pokoknya beda lah. walopun ujung ujungnya sebenernya sama saja. sama sama di pinggir jalan. (namanya juga anak kost)

karena hawa malam yang dingin, kami memilih untuk tidak muter muter jogja lebih jauh hanya untuk cari makan yang paling juga nggak nyampe sepuluh ribu. sekali lagi, status anak kost di jadikan alibi. di luar dugaan, ternyata makanan kita emang bisa dibilang (sedikit) elegan. jika biasanya perut sudah nerima diganjel cat rice, malam itu kami dapet goat curries. gulai kambing. lumayan. untuk orang orang yang sudah jadi member abadi angkringan, rasanya jarang jarang bisa menikmati makanan yang sedikit lebih bergizi.

selaen makanan yang sedikit rada beda, sebenernya nyaris nggak ada yang istimewa malam itu. tetep di pinggir jalan. tetep lesehan. hanya asap kendaraan yang jadi 'menu' tambahan.

malam yang biasa. makanan yang sebenernya juga biasa. suasananya pun biasa saja. (lha terus ini mau cerita apaaaa???? heheee)

di saat sedang nikmat manyantap, pandangan kami sengaja tak sengaja melihat ke sekitar. karena lesehan 'kebetulan' berada di pinggir perempatan tugu jogja, tentu saja tugu jogja yang jadi pemandangan utama. yang nampaknya makin cantik setelah direnovasi. sebenernya kalo dipikir pikir, tempatnya cukup strategis. di pinggiran jalan perempatan tugu jogja. kita jadi bisa melihat orang orang dan kendaraan berlalu lalang di 'pusat'nya jogjakarta itu. meriah lah.

bagi anda yang pernah melintas di perempatan tugu jogja, pasti tau kalo di tempat itu hampir selalu ramai, terutama di malam hari. hampir setiap malam, banyak orang yang kebanyakan anak muda berkumpul ato sekedar kongkow di sekitar tugu. tak terkecuali malam itu.

selayang pandang kami terhenti di tugu jogjakarta. dan kelakuan orang orang di sekitarnya. dari segitu banyaknya manusia, sebagian besar dari mereka (kalo nggak mau dibilang hampir semua) nampak sedang melakukan 'ritual' wajib ketika sedang di tugu jogja. yahh, apalagi kalo bukan foto foto. ritual melepas narsis, kalo saya bilang. jadi jangan heran ketika melintas di tugu jogja, anda akan mendapati banyak orang yang menenteng kamera, plus orang orang yang selalu dengan bangganya bergaya di depan kamera. emang dasar manusia.

sebenernya bisa dimaklumi juga, mengingat tugu adalah simbol, icon nya kota jogja. jadi kayaknya semua warga jogja, ato setidaknya yang pernah ke jogja, hampir pasti pernah berpose di tugu jogja. (kecuali saya tentunya. hehee)

sambil menikmati santap malam yang nampaknya sudah hampir habis (kalo lagi makan enak emang biasanya berasa cepet habis), pandangan mata tak henti hentinya mengamati tingkah laku orang orang yang (jujur saja), aneh aneh. aneh aneh orangnya. dan terutama aneh aneh gayanya. ada yang di foto sambil duduk. ada yang di foto sambil berdiri. ada yang di foto sambil nungging. bahkan ada yang di foto sambil loncat loncat nggak jelas. hahaa. ada yang begaya dengan teman temannya. sahabat sahabatnya. (pacar) pacarnya. ato mungkin ada juga yang begaya dengan selingkuhannya. mana saya tau.

ada yang foto sambil nyengir. ada yang di foto dengan wajah yang di buat sok imut. ada yang bergaya ngawur dengan wajah yang memang ancur. ada yang di foto dari depan. belakang. samping. atas. bawah. serong kanan. serong kiri. heran. 'kreatif ' sekali mereka. pikir saya.

well, kalo di pikir pikir, yang namanya narsis sebenernya juga nggak jelek jelek amat. ya toh?! tentu saja sepanjang narsisnya masih wajar. wajarpun mungkin tiap orang menafsirkannya nggak sama. buat orang yang kadar narsisnya rendah (seperti saya misalnya. hehee) rasanya kok malu kalo mukanya tertangkap kamera (disamping kenyataan bahwa muka saya emang nggak camera face). tapi buat orang yang kadar narsisnya udah di atas ambang normal alias super narsis, rasanya kok nggak ada puas puasnya untuk selalu bergaya di depan kamera. dikit dikit keluar kamera. bentar bentar pasang gaya. lagi di jalan pengen di foto. lagi di mall minta di foto. mau tidur nggak lupa foto. bangun tidur langsung foto. tiap makan aja belum kenyang rasanya kalo belum di foto. sedangkan saya, saya selalu merasa foto adalah salah satu hal yang paling ingin saya hindari. dan saya merasa seumur umur belum pernah merasa puas dengan tampang saya di foto. (maklum, tampang pas pasan).

kadang saya bertanya tanya, apa sih yang bikin orang jadi segitu narsisnya. ato kalo mau lebih spesifik, kenapa sih pada doyan banget di foto. padahal di foto tiap hari juga kayaknya mukanya nggak berubah. kayaknya juga gitu gitu aja. hehee. tiap orang mungkin punya banyak alasan berbeda, namun satu alasan yang pasti sama, narsis. entah mereka sadar ato enggak. mau mengakuinya ato tidak. narsis emang sudah merajalela di kalangan umat manusia. dan makin hari kayaknya makin menjadi saja. tak peduli pria maupun waria, ehh wanita. tua maupun muda. miskin dan kaya, semuanya narsis. habis. hehee.

nggak bisa di pungkiri juga bahwasanya kemajuan teknologi dan informasi serta arus globalisasi yang makin menjadi dari hari ke hari (halahh), ikut mendukung 'budaya' narsis untuk bertumbuh subur saat saat ini. bagaimana tidak, hampir tiap orang sekarang punya henpon. dan sebagian (besar) kayaknya hampir pasti dilengkapi fitur kamera. belum lagi kamera digital yang makin lama makin jadi 'barang sehari hari'.

dan jangan lupa, ada satu makhluk lagi yang disadari ato tidak, sangat berperan dalam menumbuhkembangkan narsisme di kalangna umat manusia. ya itu dia apalagi kalo bukan facebook. yang satu ini emang super duper fenomenilnya (saking fenomenalnya jadinya fenomenil). facebook seolah telah merubah gaya hidup bahkan perilaku orang orang (kalo soal ini mungkin termasuk saya. hehee). salah satunya ya itu tadi, bikin orang makin narsis saja. gimana nggak, nggak jarang dari hasil jepretan itu kemudian di pampang di facebook. baik yang pake album. cuma profil picture. ato sekedar wall photos. pokoknya banyak lah.

dan memang begitulah, saat ini rasanya nggak ada yang nggak mendukung narsisme untuk berkembang pesat di masyarakat. hehee. dan seperti judul tulisan ini, (untungnya) narsis nggak dosa. dosa nggak sihh? setau saya sih enggak. sekali lagi selama tidak berlebihan. (emang debatable). hehee. berharap saja semoga nanti m.u.i nggak mengharamkan narsisme. hahaa.

thanks for all of your narcism. it's trully an inspiration. hehee.

cheers.