23 desember 2009
sekitar jam 9 malam, saya dan beberapa teman kost 'meluncur' ke sebuah stadion sepak bola untuk menyaksikan sebuah konser musik (konser musik di stadion sepak bola sudah sangat lazim di negara kita tercinta ini). sebuah acara bertajuk pusphoria yang diadakan oleh sma 5 jogja.
setelah sempet ilang mood karena belum mandi, dan terutama belum makan, dengan sedikit rasa males sayapun akhirnya ikut pergi juga. sampai di lokasi kejadian, di luar dugaan, ternyata rame sekali. menurut saya bahkan lebih rame dari festival musik yang sempet saya lihat beberapa waktu yang lalu di tempat yang sama. karena acaranya anak sma, maklum juga kalo sebagian besar yang dateng adalah anak anak sma.
acaranya sendiri sebenernya sudah mulai dari jam 3 sore, tapi karena saya cuma pengen nonton shaggydog (salah satu band 'lokal' favorit saya), sayapun memutuskan dateng malemnya saja. sampai di venue sekitar jam setengah 10an. untunglah, saat sampai di venue, saya cuma 'kebagian' satu band pembuka. sebuah band nggak jelas yang saya lupa namanya. tapi sebenernya emang nggak tau namanya. hee.. biarpun musik yang dibawain musik rock, tapi mendengar lagu lagu mereka, dan terutama melihat aksi panggung mereka, membuat saya ngantuk dan sempet berpikir pengen pulang saja.
nggak jelas bagi saya, ternyata nggak demikian buat penonton penonton laen yang sebagian besar anak anak sma. karena selain saya, semua orang kayaknya ngerti lagunya. dan mereka bernyanyi bersama. saya jadi berpikir dalam hati, mungkin di dalem stadion itu emang cuma saya yang nggak ngerti mereka. apalagi ngerti lagunya. saya jadi berpikir. mungkin cuman saya yang nggak tau sama 'band gaul' nya anak anak sma. hmm.. mungkin emang saya nggak gaul.
setelah band nggak jelas itu selese -- yang aksi panggungnya diakhiri dengan aksi para personilnya yang berguling guling nggak jelas -- barulah saya sedikit 'bergairah', karena yang akan tampil selanjutnya adalah shaggydog, salah satu alasan utama saya dateng ke acara itu. walopun nggak semeriah biasanya, shaggydog cukup menggoyang malam itu. setelah kelar shaggydog membawakan beberapa lagu mereka, sayapun sempet terpikir lagi untuk pulang duluan meningalkan teman teman saya. namun rasa penasaran sekali lagi membuat kaki saya belum mau beranjak dari tempat sedari tadi saya berdiri.
setelah shaggydog, masih ada satu band lagi yang merupakan band 'penutup' sekaligus puncak acara malam itu. dan mereka adalah the super insurgent group of intemperance talent a.k.a the sigit. sebuah band indie dari bandung yang (seperti kebanyakan band indie kita) kondang di luar negeri tapi kurang mentereng di negeri sendiri.
walopun setau saya the sigit udah sempet beberapa kali manggung di jogja, saya sendiri belum pernah melihat aksi panggung mereka secara live sebelumnya. dan malam itu, saya memutuskan sedikit bersabar untuk melihat mereka manggung. mumpung mereka ke jogja.
dan sekali lagi, di luar dugaan saya, kesabaran saya ternyata terbayar lunas. tuntas. dengan aksi panggung mereka yang bagi saya pribadi merupakan salah satu aksi panggung terkeren yang pernah saya lihat (secara langsung). setelah sedikit molor untuk persiapan dan sound checking, mereka langsung menggebrak begitu naik panggung dan membawakan lagu pertama. walopun bukan fans beratnya, saya juga nggak terlalu asing dengan lagu lagu mereka. dan nggak cuman di lagu pertama, mereka terus 'konsisten' sampai lagu lagu berikutnya.
dan kembali saya di buat terheran heran malam itu. sebagian (besar) penonton ternyata tau dan hapal lagu lagu mereka. preman preman pemabuk yang 'kebetulan' bergoyang nggak jelas di samping saya saja dengan lantangnya berteriak teriak menirukan the sigit yang nggak kalah garangnya di atas panggung. padahal semua lagunya berbahasa inggris! ketika semua orang asik bernyanyi bersama, saya cuman bisa diam tanpa kata dan sesaat kemudian tersadar.. betapa bodohnya saya ini. dan terutama, ndeso !! assem.
-------- -------
sayapun jadi sejenak merenung. beneran merenung lohh ya. di negeri kita ini, dunia musik rasanya begitu bergairah. salah satunya tentu saja ditandai dengan banyaknya band atopun penyanyi di belantika musik kita. rasanya hampir setiap hari ada band baru yang muncul untuk semakin memeriahkan dunia musik kita. saya pikir itu adalah hal yang positif, karena banyak band berarti akan membuat 'persaingan' semakin ketat sehingga para musisi akan saling berlomba untuk memberikan karya karya terbaik mereka.
itu menurut saya. namun yang terjadi pada kenyataannya ternyata memang tidak demikian. banyak band yang sekedar muncul, lalu kemudian hilang nggak terdengar. semudah mereka muncul, semudah itu pula mereka hilang bagai di telan gorilla. terkesan cuma numpang lewat. dan mungkin, numpang nampang. banyak sekali band band baru, tapi cuman sebatas nama dan mungkin sedikit 'wacana kebaruan' yang mereka tawarkan. tapi pada kenyataannya, musik yang mereka 'jual' ternyata cuman itu itu saja. musik yang kayak gitu gitu aja. nggak ada yang baru kecuali muka muka baru band band itu. banyak muka baru, tapi sangat sedikit yang bisa memberikan 'wajah' baru bagi dunia musik kita. ironis.
mungkin hal tersebut nggak terlalu mengejutkan juga mengingat sebagian (besar) band kita (menurut saya) yang lebih profit oriented. mereka nggak terlalu peduli apakah musik mereka baru ato tidak, beda ato tidak, itu urusan belakangan. yang penting musik mereka punya nilai jual, yang salah satu indikasinya untuk kemudian diterima di major label. karena di mana mana yang namanya major label pasti ingin mendapatkan untung dari artisnya. caranya ya apalagi kalo bukan 'menuntut' si artis untuk sebisa mungkin mengikuti 'selera pasar'.
well, kembali ke the sigit. nama band dan tampang para personilnya yang mungkin terkesan ndeso ternyata berbanding terbalik dengan musik mereka yang begitu modern dan dinamis. dan yang paling penting menurut saya, bisa memberi warna baru bagi dunia musik kita. sekali lagi, menurut saya.
saya jadi teringat ketika pertama kali melihat the sigit di tv. waktu itu mereka tampil di acara made in indonesia di global tv. acara yang cukup jadul memang. dan sekarang emang udah nggak tayang lagi. bagi yang belum tau, made in indonesia adalah sebuah acara untuk memberikan kesempatan kepada band band baru tanah air menunjukkan karya mereka untuk kemudian di komentari, di kritik, dan tidak jarang (sengaja) di hujat oleh para komentatornya. mungkin mirip dengan starbuzz di tpi saat ini, walopun konsep acaranya nggak sekonyol starbuzz di tpi itu.
ketika di wawancara di made in indonesia saat itu terkait dengan lagu lagu mereka, saya ingat sekali the sigit yang diwakili rektivianto sang vokalis pernah berkata bahwa mereka membuat lagu yang memang ingin mereka buat, bukan lagu yang harus mereka buat. ato dalam bahasa yang lebih mudah, mereka ingin bilang bahwa mereka membuat musik sesuai dengan keinginan mereka, dan bukan semata mata menuruti si major label dengan dalih 'selera pasar' nya. terdengar sangat khas band indie yang independent. dan mungkin memang terkesan memberontak seperti nama mereka yang the super INSURGENT group of intemperance talent.
walopun mereka adalah band yang belum punya nama (saat itu), terlepas dari 'status' mereka yang band indie, mereka sudah cukup berani menentang arus. arus musik yang terbawa arus pasar. dan kalo mau jujur, tidak semua band (terutama band band baru) berani melakukannya. semangat mereka waktu itu membuat saya tertarik dengan dengan band bernama the sigit ini. walopun belum cukup untuk membuat saya mendengar lagu lagu mereka secara intens (dan seingat saya, saat itu mereka memang belum mengeluarkan album).
bicara soal musik, mungkin lebih kepada selera masing masing orang. namun untuk urusan aksi panggung, saya pikir banyak orang yang sepakat bahwa aksi panggung yang baik adalah aksi panggung yang menghibur. yang benar benar menghibur. yang memberikan aksi aksi nyata sebuah band dalam membawakan lagu lagu mereka di atas panggung. bukan sebuah band yang kelihatannya sedang bermain musik tapi sebenernya lebih mirip seperti sekumpulan orang yang sedang maen drama di atas panggung sandiwara. sang vokalis yang cuma komat kamit. sang gitaris yang dengan over acting nya memainkan gitarnya. padahal kalo dia diem saja pun gitarnya tetep aja bunyi. dan yang paling konyol, sang drummer yang begitu menggebu gebunya menggebuk drum seolah olah suara drumnya bener bener 'bunyi'. tragis memang. namun begitulah dunia musik kita. masih banyak band yang cuma modal komat kamit di atas panggung. najis.
visible idea of perfection. album pertama the sigit yang menurut saya sejalan dengan musik mereka. yang menggambarkan ide ide nyata akan sebuah kesempurnaan bermusik. walopun kesempurnaan yang saya maksud di sini tentu saja bukan kesempurnaan yang absolut. namun sekali lagi, soal musik adalah soal selera. jadi sangat mungkin anda berbeda pendapat dengan saya. dan itu sah sah saja.
the super insurgent group of intemperance talent. sebuah band yang tidak terlalu banyak 'menjual' gaya, tapi memeng benar benar memberikan talenta. talenta bermusik mereka. begitulah seharusnya band band kita. semoga.
** penulis adalah seorang penikmat musik yang senang menikmati berbagai jenis musik. tulisan ini bersifat opini dan tidak disarankan untuk di baca! ;)
cheers.
sekitar jam 9 malam, saya dan beberapa teman kost 'meluncur' ke sebuah stadion sepak bola untuk menyaksikan sebuah konser musik (konser musik di stadion sepak bola sudah sangat lazim di negara kita tercinta ini). sebuah acara bertajuk pusphoria yang diadakan oleh sma 5 jogja.
setelah sempet ilang mood karena belum mandi, dan terutama belum makan, dengan sedikit rasa males sayapun akhirnya ikut pergi juga. sampai di lokasi kejadian, di luar dugaan, ternyata rame sekali. menurut saya bahkan lebih rame dari festival musik yang sempet saya lihat beberapa waktu yang lalu di tempat yang sama. karena acaranya anak sma, maklum juga kalo sebagian besar yang dateng adalah anak anak sma.
acaranya sendiri sebenernya sudah mulai dari jam 3 sore, tapi karena saya cuma pengen nonton shaggydog (salah satu band 'lokal' favorit saya), sayapun memutuskan dateng malemnya saja. sampai di venue sekitar jam setengah 10an. untunglah, saat sampai di venue, saya cuma 'kebagian' satu band pembuka. sebuah band nggak jelas yang saya lupa namanya. tapi sebenernya emang nggak tau namanya. hee.. biarpun musik yang dibawain musik rock, tapi mendengar lagu lagu mereka, dan terutama melihat aksi panggung mereka, membuat saya ngantuk dan sempet berpikir pengen pulang saja.
nggak jelas bagi saya, ternyata nggak demikian buat penonton penonton laen yang sebagian besar anak anak sma. karena selain saya, semua orang kayaknya ngerti lagunya. dan mereka bernyanyi bersama. saya jadi berpikir dalam hati, mungkin di dalem stadion itu emang cuma saya yang nggak ngerti mereka. apalagi ngerti lagunya. saya jadi berpikir. mungkin cuman saya yang nggak tau sama 'band gaul' nya anak anak sma. hmm.. mungkin emang saya nggak gaul.
setelah band nggak jelas itu selese -- yang aksi panggungnya diakhiri dengan aksi para personilnya yang berguling guling nggak jelas -- barulah saya sedikit 'bergairah', karena yang akan tampil selanjutnya adalah shaggydog, salah satu alasan utama saya dateng ke acara itu. walopun nggak semeriah biasanya, shaggydog cukup menggoyang malam itu. setelah kelar shaggydog membawakan beberapa lagu mereka, sayapun sempet terpikir lagi untuk pulang duluan meningalkan teman teman saya. namun rasa penasaran sekali lagi membuat kaki saya belum mau beranjak dari tempat sedari tadi saya berdiri.
setelah shaggydog, masih ada satu band lagi yang merupakan band 'penutup' sekaligus puncak acara malam itu. dan mereka adalah the super insurgent group of intemperance talent a.k.a the sigit. sebuah band indie dari bandung yang (seperti kebanyakan band indie kita) kondang di luar negeri tapi kurang mentereng di negeri sendiri.
walopun setau saya the sigit udah sempet beberapa kali manggung di jogja, saya sendiri belum pernah melihat aksi panggung mereka secara live sebelumnya. dan malam itu, saya memutuskan sedikit bersabar untuk melihat mereka manggung. mumpung mereka ke jogja.
dan sekali lagi, di luar dugaan saya, kesabaran saya ternyata terbayar lunas. tuntas. dengan aksi panggung mereka yang bagi saya pribadi merupakan salah satu aksi panggung terkeren yang pernah saya lihat (secara langsung). setelah sedikit molor untuk persiapan dan sound checking, mereka langsung menggebrak begitu naik panggung dan membawakan lagu pertama. walopun bukan fans beratnya, saya juga nggak terlalu asing dengan lagu lagu mereka. dan nggak cuman di lagu pertama, mereka terus 'konsisten' sampai lagu lagu berikutnya.
dan kembali saya di buat terheran heran malam itu. sebagian (besar) penonton ternyata tau dan hapal lagu lagu mereka. preman preman pemabuk yang 'kebetulan' bergoyang nggak jelas di samping saya saja dengan lantangnya berteriak teriak menirukan the sigit yang nggak kalah garangnya di atas panggung. padahal semua lagunya berbahasa inggris! ketika semua orang asik bernyanyi bersama, saya cuman bisa diam tanpa kata dan sesaat kemudian tersadar.. betapa bodohnya saya ini. dan terutama, ndeso !! assem.
-------- -------
sayapun jadi sejenak merenung. beneran merenung lohh ya. di negeri kita ini, dunia musik rasanya begitu bergairah. salah satunya tentu saja ditandai dengan banyaknya band atopun penyanyi di belantika musik kita. rasanya hampir setiap hari ada band baru yang muncul untuk semakin memeriahkan dunia musik kita. saya pikir itu adalah hal yang positif, karena banyak band berarti akan membuat 'persaingan' semakin ketat sehingga para musisi akan saling berlomba untuk memberikan karya karya terbaik mereka.
itu menurut saya. namun yang terjadi pada kenyataannya ternyata memang tidak demikian. banyak band yang sekedar muncul, lalu kemudian hilang nggak terdengar. semudah mereka muncul, semudah itu pula mereka hilang bagai di telan gorilla. terkesan cuma numpang lewat. dan mungkin, numpang nampang. banyak sekali band band baru, tapi cuman sebatas nama dan mungkin sedikit 'wacana kebaruan' yang mereka tawarkan. tapi pada kenyataannya, musik yang mereka 'jual' ternyata cuman itu itu saja. musik yang kayak gitu gitu aja. nggak ada yang baru kecuali muka muka baru band band itu. banyak muka baru, tapi sangat sedikit yang bisa memberikan 'wajah' baru bagi dunia musik kita. ironis.
mungkin hal tersebut nggak terlalu mengejutkan juga mengingat sebagian (besar) band kita (menurut saya) yang lebih profit oriented. mereka nggak terlalu peduli apakah musik mereka baru ato tidak, beda ato tidak, itu urusan belakangan. yang penting musik mereka punya nilai jual, yang salah satu indikasinya untuk kemudian diterima di major label. karena di mana mana yang namanya major label pasti ingin mendapatkan untung dari artisnya. caranya ya apalagi kalo bukan 'menuntut' si artis untuk sebisa mungkin mengikuti 'selera pasar'.
well, kembali ke the sigit. nama band dan tampang para personilnya yang mungkin terkesan ndeso ternyata berbanding terbalik dengan musik mereka yang begitu modern dan dinamis. dan yang paling penting menurut saya, bisa memberi warna baru bagi dunia musik kita. sekali lagi, menurut saya.
saya jadi teringat ketika pertama kali melihat the sigit di tv. waktu itu mereka tampil di acara made in indonesia di global tv. acara yang cukup jadul memang. dan sekarang emang udah nggak tayang lagi. bagi yang belum tau, made in indonesia adalah sebuah acara untuk memberikan kesempatan kepada band band baru tanah air menunjukkan karya mereka untuk kemudian di komentari, di kritik, dan tidak jarang (sengaja) di hujat oleh para komentatornya. mungkin mirip dengan starbuzz di tpi saat ini, walopun konsep acaranya nggak sekonyol starbuzz di tpi itu.
ketika di wawancara di made in indonesia saat itu terkait dengan lagu lagu mereka, saya ingat sekali the sigit yang diwakili rektivianto sang vokalis pernah berkata bahwa mereka membuat lagu yang memang ingin mereka buat, bukan lagu yang harus mereka buat. ato dalam bahasa yang lebih mudah, mereka ingin bilang bahwa mereka membuat musik sesuai dengan keinginan mereka, dan bukan semata mata menuruti si major label dengan dalih 'selera pasar' nya. terdengar sangat khas band indie yang independent. dan mungkin memang terkesan memberontak seperti nama mereka yang the super INSURGENT group of intemperance talent.
walopun mereka adalah band yang belum punya nama (saat itu), terlepas dari 'status' mereka yang band indie, mereka sudah cukup berani menentang arus. arus musik yang terbawa arus pasar. dan kalo mau jujur, tidak semua band (terutama band band baru) berani melakukannya. semangat mereka waktu itu membuat saya tertarik dengan dengan band bernama the sigit ini. walopun belum cukup untuk membuat saya mendengar lagu lagu mereka secara intens (dan seingat saya, saat itu mereka memang belum mengeluarkan album).
bicara soal musik, mungkin lebih kepada selera masing masing orang. namun untuk urusan aksi panggung, saya pikir banyak orang yang sepakat bahwa aksi panggung yang baik adalah aksi panggung yang menghibur. yang benar benar menghibur. yang memberikan aksi aksi nyata sebuah band dalam membawakan lagu lagu mereka di atas panggung. bukan sebuah band yang kelihatannya sedang bermain musik tapi sebenernya lebih mirip seperti sekumpulan orang yang sedang maen drama di atas panggung sandiwara. sang vokalis yang cuma komat kamit. sang gitaris yang dengan over acting nya memainkan gitarnya. padahal kalo dia diem saja pun gitarnya tetep aja bunyi. dan yang paling konyol, sang drummer yang begitu menggebu gebunya menggebuk drum seolah olah suara drumnya bener bener 'bunyi'. tragis memang. namun begitulah dunia musik kita. masih banyak band yang cuma modal komat kamit di atas panggung. najis.
visible idea of perfection. album pertama the sigit yang menurut saya sejalan dengan musik mereka. yang menggambarkan ide ide nyata akan sebuah kesempurnaan bermusik. walopun kesempurnaan yang saya maksud di sini tentu saja bukan kesempurnaan yang absolut. namun sekali lagi, soal musik adalah soal selera. jadi sangat mungkin anda berbeda pendapat dengan saya. dan itu sah sah saja.
the super insurgent group of intemperance talent. sebuah band yang tidak terlalu banyak 'menjual' gaya, tapi memeng benar benar memberikan talenta. talenta bermusik mereka. begitulah seharusnya band band kita. semoga.
** penulis adalah seorang penikmat musik yang senang menikmati berbagai jenis musik. tulisan ini bersifat opini dan tidak disarankan untuk di baca! ;)
cheers.
No comments:
Post a Comment