Dec 21, 2009

Bukannya Tak Ada Judul

senin, 21 desember 2009.

nggak seperti biasanya, hari ini hujan. entah pertanda baik ato buruk. saya nggak ngerti. dan nggak peduli. dan nggak seperti biasanya juga, hari ini mendadak saya jadi pengen nulis (lagi). damned.. rasanya sudah lama sekali saya tak 'bercinta' dengan keyboard item jelek yang terkadang rewel ini. rasa malas yang belakangan makin kuat berkuasa, membuat semuanya terlihat serba biasa. nggak ada yang luar biasa. seperti kata agnes monica, cinta ini memang kadang tak ada logika. emang nggak nyambung !!



----- ngeblank selama 12 menit 39 detik -------


well.. sebenernya, jujur sejujur jujurnya nihh ya, saya nggak tau sekarang ini mau nulis apa. kelamaan nggak nulis membuat 'naluri' menulis saya rada tumpul. dan sebenernya emang nggak pernah tajem. jadi ya.. wajar.


--------- ngeblank lagi... 17 menit 11 detik ---------


bener nggak sih kalo saya bilang minta maaf itu (terkadang) nggak gampang?? sering kali kita ngerasa susah 'cuma' untuk sekedar bilang maaf. saya nggak tau persis apa yang membuat seseorang jadi 'males' minta maaf. tapi kalo bercermin pada diri sendiri, saya biasanya 'males' minta maaf kalo... mmm.. mm.. apa ya.. kalo nggak perlu kali ya. hahaaha.. menurut pandangan saya yang cukup bijaksana, biasanya kita kurang berani meminta maaf karena dua hal, pertama karena kita nggak menyadari kesalahan, ato yang kedua, karena kita tidak cukup berani untuk menyadari kesalahan. yang nggak setuju nggak usah komplain. ;)


----- berpikir sejenak mencari ilustrasi-----



hari ini, hari senin, biasanya saya nggak ada kuliah. jangan tanya kenapa. panjang ceritanya. hee.. walopun nggak ada jadwal kuliah, hari ini saya tetep mandi pagi. jam 10. minggu terakhir kuliah sebelum ujian membuat banyak tugas menumpuk. dan hari ini ada janji ngumpul untuk ngerjain salah satunya. singkat kata, karena tugasnya adalah tentang kampanye antirokok (saya sudah pernah bilang kan ya kalo saya aktivis rokok??!!), saya dan salah seorang teman berinisiatif mendatangi Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Jogja. dalam perjalanan, entah berkah atau kutukan, saya nabrak orang. ato lebih tepatnya ,ditabrak!! soalnya motor dia lebih gede. hee.. masih 'untung' tabrakannya di tikungan, jadi nggak keras keras amat. walopun nggak slow motion juga. yang penting badan masih utuh, nggak kekurangan suatu apapun. kecuali kurang makan.

sayapun sempet kaget juga. sudah lama saya nggak tabrakan (semasa SMA saya sering sekali tabrakan). walopun saya juga nggak pernah mengharapkan. dan karena saya berdua dengan seorang teman, saya buru buru melihat keadannya. sukurlah dia juga baik baik saja. sayapun jadi sok mikir. rasanya sudah lama sekali saya nggak tabrakan, selama itu pula saya nggak pernah membonceng cewek -- bagian ini sedikit di dramatisir --. oiya saya belum bilang, 'kebetulan' teman yang saya bonceng adalah seorang cewek. makanya sesaat setelah tabrakan saya jadi rada khawatir sama dia. yang bikin khawatir bukan karena dia cewek saya. tapi karena dia ceweknya orang. hahaaa.. serius, habis dari YKI itu saja dia dijemput cowoknya. nggak lucu juga kan kalo cowoknya nanyain trus saya bilang ceweknya ketabrak pas tadi saya bonceng. huhh.. bisa repot saya.


-- berusaha mengingat ingat kronologis kejadian --


tadi itu, ketika jalanan masih panas dan berdebu, saya bermaksud hendak memasuki sebuah gang menuju YKI cabang Jogja. dari arah berlawanan, datanglah seekor manusia yang mengendarai motor cukup besar ala motor petualang sehingga terlihat cukup garang. ketika motor saya dan motornya sudah kian dekat, saya baru nyadar kalo orang itu ternyata melihat ke belakang. padahal saya tepat di depannya. dan karena sudah terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. saya sempet heran, saya dan motor saya yang notabene motor bebek butut jaman kompeni masih berdiri tegak, sedangkan dia dan motornya yang besar dan garang itu bisa ambruk tersungkur di tanah. sumpah, padahal tabrakannya nggak kenceng kenceng amat.

dengan raut muka sebal (ato mungkin marah) orang itu berusaha membangkitkan motor garangnya yang tergeletak tak berdaya di tanah. namun sudah jatuh tertimpa pohon, orang itu lupa kalo ternyata perseneling motornya masih masuk. sehingga ketika dia memegang stang motornya, secara nggak sengaja dia memutar gas. bukannya berdiri, motor garangnyanya justru meloncat dan dengan tragis akhirnya masuk selokan. hwahahahaaa.. sumpahhh, salah satu kejadian terlucu dalam hidup saya lihat hari ini. sayapun berusaha setengah mati menahan tawa. nggak lucu juga kan kalo saya tertawa. apalagi sampe terbahak bahak. walopun sebenernya saya ingin sekali. hee..

mungkin iba ato mungkin karena tak tega melihatnya, saya dan seorang bapak yang 'kebetulan' ada di TKP kemudian berusaha membantu mengangkat motor garangnya yang turun wibawa karena masuk selokan. hahaaha..

dengan ramahnya bapak itu berkata " masih masuk mas (persenelingnya) ". kata bapak itu mungkin bermaksud berbasa basi. saya sebagai objek penderita dari sudut pandang orang ketiga tentu nggak mau kalah. dengan maksud ingin sok menghibur, dengan nada yang dibuat sok bijak saya berkata, " maaf mas. nggak papa kan mas??". dan di luar dugaan.. anda tau orang itu ngomong apa?? yak benar sekali, dia nggak ngomong apa apa. nggak ngomong apa apa. sekali lagi, nggak ngomong apa apa !! beneran. sejauh yang dapat saya dengar, orang itu tidak mengeluarkan satu katapun dari mulutnya yang masih tersungut sungut dengan raut muka sebalnya itu. teman saya (yang cewek itu tadi) sampai memaki maki orang itu saking sebelnya. hee.. begitulah cewek. kalo lagi 'tinggi'.. waspadalah. ;)

setelah menjadi sok bijak, dan ternyata nggak mendapat tanggapan, sayapun akhirnya berlalu saja. saya memutuskan untuk tidak menuntut ganti rugi. walopun biaya untuk memperbaiki pedal rem saya yang bengkok bisa jadi sangat mahal. mungkin sampe lima ribu rupiah !! (buat saya lima ribu itu mahal) -- yang ini dibuat sedikit hiperbolis --


--- mikir mikir nggak jelas selama 27 detik ---


sebuah peristiwa sederhana yang memberi pelajaran sederhana. bagi saya. ternyata nggak semua orang bisa dengan gampangnya menyadari kesalahannya. ato yang lebih tragis, tidak semua orang cukup berani untuk menyadari kesalahannya. apalagi mengakuinya. saya tentu saja nggak berani ngerasa yang paling bener. karena menurut saya, yang namanya kecelakaan (dalam kasus saya ini) nggak ada yang salah nggak ada yang bener. siapa juga yang mau tabrakan. siapa juga yang mau kecelakaan.

niat saya berbasa basi dengan kata kata yang emang basi tidak di tanggapi. dan permintaan maaf sayapun nggak berbalas. yang lebih bikin males.. kok ya bisa bisanya sih tuh orang diem saja. nggak ngomong sepatah katapun untuk mengekspresikan perasaannnya yang baru saja nabrak monyet ganteng dan cewek cantik yang diboncengn si monyet. ekspresinya nggak seperti orang yang baru tabrakan. ekspresinya lebih mirip orang yang baru saja ketauan selingkuh. nggak jelas gitu deh.


dan begitulah cerita nggak jelas untuk hari ini. bingung ini penutupnya gimana.. ato nggak usah di tutup saja?!

--- mikir dulu selama 0,0003 detik ---

kesimpulannya : ternyata saya harus tabrakan dulu baru kepikiran pengen nulis lagi.. dear god.

cheers.

No comments: