Oct 1, 2009

Sepenggal Cerita Masa SMA - Lembar Kedua

kalo ngomongin soal masa masa sma, suatu masa yang rasanya takkan pernah ada habisnya jika kita membicarakannya, sebenernya banyak sekali yang bisa diomongin. sebanyak itu pula yang bisa ditulis. bahkan mungkin terlalu banyak. ya nggak sih?!

dan mungkin justru karena terlalu banyak itulah saya jadi nggak tau (ato lebih tepatnya bingung) bagian mana yang mau ditulis. karena salah satu kesulitan terbesar bagi saya saat hendak menulis adalah ketika tidak tau apa yang mau ditulis. tapi kayaknya semua penulis juga gitu deh. mana bisa nulis kalo nggak tau apa yang mau ditulis. berarti saya normal. hee.. kenapa saya malah bingung? ya seperti yang saya bilang tadi, karena sebenernya terlalu banyak yang bisa kita omongin. terlalu banyak yang bisa kita tulis. seperti kata salah satu iklannya a mild ; makin banyak pilihan, makin bingung milihnya. kurang lebih begitulah pikiran saya ketika menulis tulisan ini.

tapi saya jadi ngerasa terbantu ketika akhirnya ada sebuah momentum yang sedikit banyak memudahkan saya untuk mulai menulis. tapi momentum yang saya maksud di sini jelas bukan momentum seperti yang pernah kita denger di pelajaran fisika. kalo momentum yang itu, saya berharap nggak pernah menemuinya. hee.. momentum yang saya maksud adalah tentang sebuah momen. momen yang bisa 'memancing' memori saya akan masa masa sma. momen yang bisa menjadi sugesti bagi saya untuk bisa kembali mengenang masa masa sma, yang kemudian diungkapkan melaui tulisan. begitu kurang lebihnya.

lalu kemudian apakah gerangan momentum itu?? hehee.. yayaayaaa.. anda semua benar. apalagi kalo bukan reuni angkatan 2005. kejadian (cukup) memorial sepekan silam. 26 september 2009.

kenapa saya bilang memorial, adalah di samping karena acaranya sendiri yang menurut saya cukup berkesan (saya nggak tau bagaimana menurut anda), juga yang tak kalah berkesannya adalah serangkaian proses untuk membuat acara itu terwujud. kalo boleh jujur, proses untuk mewujudkannya, bagi saya terasa lebih berkesan daripada acaranya. sekali lagi, bagi saya.

pada awalnya, sebenernya saya rada nggak pede memakai istilah 'reuni', apalagi 'reuni akbar'. hiii.. saya jadi ngeri sendiri ngebayanginnya. kalo reuni akbar kan yang dateng biasanya banyak sekali. paling nggak sebagian besar lah. itulah kenapa saya jadi rada minder ketika mendengar kata reuni akbar. karena jujur saja saya nggak tau, dan nggak yakin berapa ekor yang nantinya mau dateng. maklum, saya sebagai manusia bodoh yang 'dipaksa' jadi ketua panitia, merasa bertanggung jawab atas sukses atau gagalnya acara nanti. hal tersebut sedikit banyak menjadi beban moril tersendiri bagi saya. apalagi pengalaman acara 'reuni akbar' yang diadakan sebelumnya yang sukses mendatangkan dua juta orang. minus lima angka nol tentu saja. membuat saya makin h2c. harap harap cemas.

pada saat publikasi saja, sudah banyak yang menyatakan nggak bisa dateng dengan berbagai halangan dan rintangan yang menjadi alasan. makin nggak bisa tidur lah saya waktu itu. soalnya emang belum ngantuk!! ;) berkat dorongan teman teman 'panitia' yang lain akhirnya diambil jalan tengahnya saja. cukup pake kata reuni. tanpa kata akbar. dan beberapa teman yang mengatakan akan datang membuat saya sedikit terhibur. membuat saya kembali bersemangat untuk melanjutkan persiapan acara. walopun pada hari h tetap saja ada yang nggak dateng padahal tadinya sudah bilang mau dateng. tak apalah. terima kasih buat kalian yang waktu itu bilang mau dateng. mungkin kalian nggak menyadari betapa berartinya 'pernyataan' kalian waktu itu bagi saya. terima kasih.

dan cobaanpun tak sampe di situ. ketika semangat sudah mulai sedikit tumbuh, kembali saya dihadapkan pada tantangan lain yang tak kalah 'menjatuhkan'. jumlah panitia ternyata sangat terbatas. saya sendiri sebenernya mengharapkan lebih banyak panitia. menurut saya, semakin banyak kepala yang memikirkan, semakin banyak ide dan gagasan yang bisa didapet.

selain jumlah yang teramat sangat terbatas sekali, panitianya ternyata juga susah sekali ngumpul. dari beberapa kali pertemuan guna membahas persiapan acara, tak pernah sekalipun yang dihadiri oleh seluruh panitia. paling banyak cuman separuhnya. dan sayapun hanya bisa maklum, karena saya juga tau, teman teman panitia yang lain pasti juga punya urusan masing masing. mungkin cuma saya yang (masih) 'pengangguran'.

walopun hanya dengan beberapa panitia yang bisa hadir, rapat persiapan selalu dilanjutkan, minimal mendapatkan beberapa poin pembahasan, daripada nggak sama sekali. terima kasih juga buat temen temen panitia yang saat itu 'merelakan' waktu dan uangnya terbuang. karena tiap rapat pasti dilanjutkan dengan buka bersama. dan tiap buka bersama pasti patungan. hahaa.. ikhlas yo cahh..

dengan masa persiapan yang relatif singkat (kurang lebih tiga minggu), serta sumber daya manusia (sebagai panitia) yang benar benar sangat terbatas, acara pun (nekad) digelar. hee..

sabtu, 26 september 2009. sedari pagi, beberapa panitia sudah tiba di venue untuk mempersiapkan segala sesuatunya. acara yang sedianya akan dimulai jam sepuluh pun akhirnya diundur setengah jam lebih lama. hingga jarum jam kian mendekati angka sebelas, acarapun dimulai dengan pembukaan dari dua orang master of ceremony yang ganteng dan cantik. maksudnya yang satu ganteng dan yang satu cantik. dilanjutkan dengan sambutan nggak penting dari 'ketua panitia' yang juga nggak penting, baru kemudian sambutan beneran dari pak kepala sekolah.

rencana yang awalnya 'hanya' ingin mengundang salah satu guru, bahkan kepikiran untuk mengundang pak bedjo, ternyata bisa 'mendatangkan' kepala sekolah. bangga donk. hee.. apalagi kepala sekolahnya doyan ngomong. dan kayaknya juga doyan makan. tengkyu pak didik, saya maafkan kesalahan anda yang selama mengajar saya di kelas dua, saya selalu anda tempatkan di meja guru ketika ulangan sejarah. saya maafkan. hahaaa..

setelah pak kepala sekolah selesai berorasi di depan ratusan ribu 'simpatisan' nya, diikuti penyerahan kenang kenangan dari panitia, beliaupun kemudian langsung berpamitan untuk pergi karena harus berkampanye di tempat lain. ehh, bukan dink. karena harus mengisi khotbah di mesjid lain. ehh, embuhh dink. pokoknya pak didik langsung pergi dehh. dan sayapun hanya bisa berkata lirih, pak didik.. i'm sorry goodbey..

acara berlanjut pada 'pembentukan' sekaligus peresmian 'keluarga alumni sman 1 klaten', berikut pemilihan ketua dan wakilnya. pada awalnya saya mengharapkan temen temen yang hadir untuk ikut berpartisipasi aktif sehingga bisa menjadi sebuah forum terbuka yang meriah dan menarik. pada rame ramean, cerewet cerewetan, kalo perlu saling berdebat. tapi apa mau dikata. mungkin emang dasarnya pada pemalu, mc-nya jadi kayak cuman ngomong sama tembok. there's no feedback!!

karena komunikasi antara mc dengan audiens tidak berjalan lancar, akhirnya jalan paling demokratis pun diambil. voting. singkat kata terpilihlah sodara heru supongge sebagai ketua, dan sodara hafis suqizot sebagai wakil ketua dari 'keluarga alumni sman 1 klaten' periode seumur hidup. hahaaa.. ehh, nama keluarga alumni nya apa ya?? saya lupa!! hee..

hingga tiba waktu ishoma, acara dilanjutkan dengan games session. makin siang ternyata para hadirin mulai kehilangan antusiasmenya. games session yang sedianya ada tiga macem, akhirnya hanya satu yang dilaksanakan. satu itupun sudah cukup membuat saya malu. karena kelas dua che kalah. dan saya sendirian yang dihukum. sial. untung saya sedang tidak tau malu hari itu! ;)

singkat kata, acaranya juga dipersingkat. semua yang hadir kemudian berbaris rapi memanjang kemudian saling bersalaman, saling bermaaf maafan, mumpung masih suasana lebaran. photo session menjadi closing yang cukup berkesan. photo bersama menjadi ajang keakraban. dan photo sendiri sendiri menjadi ajang kenarsisan. hingga akhirnya barisan membubarkan diri dengan tertib.


saat rapat 'pertanggungjawaban' panitia seusai acara, diketahui tak kurang 120 orang hadir saat itu. saya sendiri sangat bersukur. dan tentu saja bahagia. ternyata cukup banyak temen temen yang dateng. karena seperti yang saya utarakan di awal, sebagai orang bodoh yang 'dipaksa' jadi ketua panitia, saya merasa bertanggung jawab atas sukses atau gagalnya acara. salah satu barometernya tentu saja dari banyaknya temen temen yang dateng. walopun tentu saja itu bukan satu satunya yang dijadikan acuan. kalo menurut saya, yang penting adalah esensinya, di mana kita bisa berjumpa kembali dengan teman teman seangkatan yang sudah cukup lama berpisah. dan akan lebih menyenangkan kalo banyak yang bisa berpartisipasi.

pada awalnya, saya juga ragu, apakah seperti itu bisa dibilang sukses. hampir setiap orang saya tanya pendapatnya. dan jawaban merekapun sungguh menghibur. banyak yang bilang kalo 120 orang sudah lebih dari cukup. sudah bisa dibilang sukses. minimal, cukup sukses. betapa senangnya saya mendengarnya. terima kasih buat kalian yang memberiku jawaban jawaban yang menghibur. saya nggak tau kalian jujur ato tidak. tapi kalo saat itu disuruh milih, saya juga akan lebih milih kebohongan yang menghibur. hahaa..


bagi saya, empat taon bukanlah waktu yang sebentar. terbukti banyak teman teman yang yang nyaris tidak saya kenali lagi. tapi emang banyak yang dulu sewaktu sekolahpun nggak saya kenali. jadi ya emang wajar kalo dekarang tetep nggak kenal. hee.. bahkan nggak pernah saya ketahui kalo dianya adalah teman seangkatan.

dan juga, banyak teman teman yang sekarang udah jadi orang. punya pekerjaan. punya penghasilan. sekilas dilihat dari penampilannya saja udah beda. mereka udah kayak orang berduit. pakaian rapi. dandanan necis. badan subur. dan senyum khas kaum pekerja. hahaa.. maksudnya khas orang yang sudah bekerja. jujur saja, saya sempet iri sama mereka. tapi dari lubuk hati yang jauh lebih dalam, sayapun bahagia untuk mereka. teman teman saya ternyata sudah banyak yang sukses. dan saya yakin, akan semakin banyak lagi yang seperti itu. sebagai teman, apalagi yang bisa saya lakukan selain mendo'akan, dan tentu saja, ikut bahagia.

akhirnya..

terima kasih buat teman teman yang kemaren hadir di acara reuni angkatan kita. kehadiran kalian adalah kehormatan bagi kami. dengan kehadiran teman teman semuanya, kami selaku panitia merasa usaha kami dihargai, kami merasa kerja keras kami diapresiasi. terima kasih yang sebesar besarnya buat kalian semuanya tanpa terkecuali. kami selaku panitia, telah berusaha semampunya. namun kami sadar, masih banyak kekurangan dan mungkin ketidaknyamanan bagi teman teman semuanya. seperti kata para pujangga, kami panitia juga manusia, tempatnya salah dan lupa. tak ada yang bisa kami ucapkan, selain berjuta maaf dan bermilyar terima kasih.

untuk teman teman panitia, maapkan saya kalo selama saya jadi ketua panitia gadungan sering membuat kalian kesal dan marah. saya tau kalian semua baik hati, jadi pasti saya dimaapkan. hee.. semoga kita bisa bekerjasama lagi di kesempatan yang lain.

dan untuk semua pihak yang membantu terselenggaranya acara reuni angkatan 2005 sman 1 klaten yang mungkin tidak bisa saya sebut satu persatu. terima kasih.

terima kasihnya kok jadi kayak di kaset kaset itu ya?? hehee..

pokonya terima kasih buat kalian semua mua muanya. acara kemaren nggak bakalan 'rame' tanpa kalian. semoga Tuhan masih mempertemukan kita di waktu dan kesempatan yang lebih berbahagia. amin. hari ini, bertepatan dengan hari kesaktian pancasila, kita kukuhkan kedahsyatan 2005. hee.. emang ra nyambung!


buat teman temanku dimanapun kalian berada, mungkin tak ada yang bisa kulakukan selain kudo'akan kalian semuanya sukses dan bahagia dunia akherat. jangan lupa kalo kita pernah berteman. dan akan selamanya berteman. saya selalu menganggap kalian semua adalah saudara. walopun kita tidak selalu berada di tempat yang sama, tidak selalu bersama di waktu yang sama, semoga pertemanan kita, persahabatan kita, persaudaraan kita, bisa tetap mengingatkan dan menyatukan kita semua..

KARENA KITA ADALAH KELUARGA!!!


jabat erat persodaraan

iklik

No comments: