hal yang sedikit ironis bagi saya tentang album terbaru Muse ini adalah, saya justru mengetahuinya dari twitter. dari tweets nya band Muse yang mana saya follow di twitter. jarang jarang saya mengetahui info album baru sebuah band, band manca maksud saya, selaen dari official website nya. mungkin karena itulah, mulai banyak band band besar yang mulai memanfaat kan keberadaan situs jejaring sosial, semacam twitter, termasuk juga facebook, baik untuk media promosi maupun untuk tetap menjaga koneksi dengan para penggemarnya di suluruh dunia. dan dan sayapun bersukur mengetahui info tentang album ini dari twitter. thanks a lot, twitt.
now, let's talk about the album!
walopun bisa dibilang rada telat, pertama kali mendengar single uprising dari album ini (single uprising rilis awal agustus), saya langsung menduga kalo album ini bakal 'laen' dari album album Muse yang terdahulu. maklum saja, single pertama itu membuat saya mendengarkan dan merasakan sesuatu yang menurut saya baru dari Muse, tapi tetap terdengar 'jenius' seperti kebanyakan lagu lagu Muse lainnya. single uprising sedikit mengingatkan saya pada lagu starlight dari album black holes and revelations, di mana lagunya dibalut dengan 'dentuman' bas yang kental, terutama di bagian awal lagu, pun sama sama bertempo medium.
di track track selanjutnya, kita bisa mendengar bahwa begitu banyak yang ditawarkan oleh Muse di album terbaru mereka ini. banyak lagu lagu 'unik' yang tak pernah saya duga akan dibuat oleh band besar seperti muse. mereka berani membuat musik yang sebenernya sederhana, tapi bisa disajikan dengan begitu meriah. begitu megah. hampir di setiap lagu di album ini. salah satu lagu yang menurut saya sangat menarik perhatian dari album ini adalah lagu indisclosed desire yang terdengar sangat catchy, santai namun tetap membuat kita terbawa alunan lagu. sangat tidak Muse, kalo saya bilang. tapi justru itulah daya tariknya. lagu itu memberikan nuansa baru. dan memberikan sebuah musik yang benar benar unique.
setelah penantian yang cukup panjang sejak album black holes and revelations tahun 2006, nampaknya penantian saya dan penggemar Muse lainnya tak sia sia. album terbaru Muse yang bertajuk the resistence ini mambuat saya seolah menikmati sebuah rangkaian musik orkestra yang dimainkan oleh band alternative progressive rock. terutama di tiga track terakhir album ini. kita seolah mendengar sebuah rangkaian symphony yang benar benar terdengar renyah.
maka tak heran jika banyak yang manganggap album ini sebagai sebuah masterpiece. bahkan ada yang berpendapat sebagai rekaman terbaik yang pernah di buat oleh Muse.
"a beautifully recorded, strong, sweeping, fighting, uplifting, rocking, and inclusive record about love.."
hmm.. bagaimana menurut anda?
now, let's talk about the album!
walopun bisa dibilang rada telat, pertama kali mendengar single uprising dari album ini (single uprising rilis awal agustus), saya langsung menduga kalo album ini bakal 'laen' dari album album Muse yang terdahulu. maklum saja, single pertama itu membuat saya mendengarkan dan merasakan sesuatu yang menurut saya baru dari Muse, tapi tetap terdengar 'jenius' seperti kebanyakan lagu lagu Muse lainnya. single uprising sedikit mengingatkan saya pada lagu starlight dari album black holes and revelations, di mana lagunya dibalut dengan 'dentuman' bas yang kental, terutama di bagian awal lagu, pun sama sama bertempo medium.
di track track selanjutnya, kita bisa mendengar bahwa begitu banyak yang ditawarkan oleh Muse di album terbaru mereka ini. banyak lagu lagu 'unik' yang tak pernah saya duga akan dibuat oleh band besar seperti muse. mereka berani membuat musik yang sebenernya sederhana, tapi bisa disajikan dengan begitu meriah. begitu megah. hampir di setiap lagu di album ini. salah satu lagu yang menurut saya sangat menarik perhatian dari album ini adalah lagu indisclosed desire yang terdengar sangat catchy, santai namun tetap membuat kita terbawa alunan lagu. sangat tidak Muse, kalo saya bilang. tapi justru itulah daya tariknya. lagu itu memberikan nuansa baru. dan memberikan sebuah musik yang benar benar unique.
setelah penantian yang cukup panjang sejak album black holes and revelations tahun 2006, nampaknya penantian saya dan penggemar Muse lainnya tak sia sia. album terbaru Muse yang bertajuk the resistence ini mambuat saya seolah menikmati sebuah rangkaian musik orkestra yang dimainkan oleh band alternative progressive rock. terutama di tiga track terakhir album ini. kita seolah mendengar sebuah rangkaian symphony yang benar benar terdengar renyah.
maka tak heran jika banyak yang manganggap album ini sebagai sebuah masterpiece. bahkan ada yang berpendapat sebagai rekaman terbaik yang pernah di buat oleh Muse.
"a beautifully recorded, strong, sweeping, fighting, uplifting, rocking, and inclusive record about love.."
hmm.. bagaimana menurut anda?
No comments:
Post a Comment