hmmm.. 09-09-09.. i wish today is my lucky day...
[ o9.o9.o9 , smuga jaddi hari xg baegk buadd aqqo ] .amindd.
hahaahahaahhaaaa.. itulah beberapa status 'teman' saya di fesbuk yang hari ini sempet saya baca. aneh nggak sih? kayaknya sih enggak. hee.. emang nggak aneh sih. tapi menurut saya, bodoh. untung saja yang punya status status itu cewek. kalo saja cowok, sudah saya comment dengan pedasnya. hee.. emang sambel?!
lebay nggak sih kedengerannya. 'najis' adalah kata pertama yang saya ucapkan ketika membaca status status itu. lebay letoy jijay lah pokonya. hee.. di jaman yang sudah dua ribu sembilan, masih saja ada orang orang yang berpikiran jahiliyah. pengennya terkesan keren, tapi justru terlihat norak. kampungan. sumpah.
emang kenapa kalo tanggal sembilan bulan sembilan tahun sembilan. ehh, dua ribu sembilan. emang ada yang lain? emang ada yang 'istimewa'? selaen angka tanggal, angka bulan, dan angka (paling belakang) taon yang sama yakni sembilan, kayaknya nggak ada yang membedakan hari ini dengan hari hari yang lain. dengan bulan bulan lain di taon taon yang laen. itu menurut saya. namun nampaknya tidak semua orang berpikir begitu. ato bahkan mungkin cuma saya yang berpikir begitu. tak apa.
coba deh dipikir dengan sedikit logika. saya pikir kita nggak perlu memutar otak terlalu keras hanya untuk memikirkan hal yang terlampau konyol seperti itu. sekilas saja kita bisa nyadar, betapa nggak pentingnya hal itu. parahnya lagi, 'pandangan' konyol itu justru dimanfaatkan untuk hal hal yang sebenernya nggak kalah konyol. seperti yang sempat saya liat di berita di televisi tadi siang, sampe ada rumah sakit yang kebanjiran 'order' untuk melahirkan bayi bayi yang sebenernya belum waktunya untuk lahir, karena kebanyakan (kalo nggak mau dibilang semua) orang orang yang 'ngotot' melahirkan hari ini adalah melalui operasi cesar. bukan secara normal.
saya yang bodoh saja langsung nyadar betapa nggak kalah bodohnya mereka. yang 'memaksakan' kelahiran bayi bayi mereka yang belum berdosa, hanya untuk mendapatkan tulisan tanggal sembilan bulan sembilan taon dua ribu sembilan di akte kelahiran bayi bayi mereka. mungkin mereka pikir keren jika bayi mereka lahir di hari ini. bahkan mungkin ada yang berharap anaknya jadi 'istimewa', 'seistimewa' hari ini menurut mereka. apakah mereka nggak pernah berpikir, bisa saja kelahiran yang terkesan dipaksakan itu akan berakibat kurang baik bagi bayi bayi mereka? kalo saja bisa ngomong dan kemudian ditanya, bayi bayi itu juga belum tentu pengen dilahirkan hari ini. mereka tentu lebih memilih dilahirkan pada waktunya. pada saat yang seharusnya. saat yang tepat. saat yang sudah ditentukan oleh Yang Maha Tepat. bukankah rencana Tuhan adalah selalu yangpaling bijak?!
hal bodoh dan konyol lain tentu saja tentang status di fesbuk yang saya sebut di awal. walopun mungkin nggak 'separah' para orang tua yang 'memaksakan' kelahiran bayi bayi mereka, status mereka di fesbuk sudah cukup menggambarkan betapa tertinggalnya peradaban mereka. padahal saya yakin dua juta persen, mereka adalah orang orang terpelajar. yang hidup dilingkungan 'modern'. bahkan tinggal dan hidup di perkotaan, tapi kelakuan sungguh ketinggalan jaman. ironis.
dengan perasaan tanpa dosa, mereka berharap (ato yang lebih ekstrim, berdo'a) agar hari ini menjadi hari keberuntungan mereka. sekali lagi, hanya karena hari ini tanggal sembilan bulan sembilan taon dua ribu sembilan. tolol. ehh, non, emang nggak nyadar hari ini hari apa? bulan apa? ada hari yang lebih istimewa dari sekedar hari bertanggal sembilan. ada bulan yang jauh lebih mulia dari hanya sekedar bulan kesembilan. kalian muslim, sudah dewasa. terpelajar pula. nggak malu ma kebo?!
kenapa kalian nggak berpikir, yang sederhana sederhana saja, bulan ini bulan ramadhan, semoga saya bisa jadi manusia yang lebih sabar. saja justru akan jauh lebih seneng membaca kalimat seperti itu. selain emang bulan ini bulan ramadhan yang sungguh terlalu banyak kemulian, pemikiran seperti itu juga terdengar logis. terdengar masuk akal. saya bahkan setuju kalo kita berdo'a seperti itu. nggak hanya berharap. saya percaya, do'a tentang kebaikan, pasti juga akan 'dijawab' dengan kebaikan. terlebih kita sedang berada di bulan yang emang bulannya kebaikan. bulan yang penuh segala macam kebaikan dan kemuliaan. lalu mengapa kita nggak menyikapinya dengan cara yang lebih 'logis'?!
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
seperti tulisan tulisan saya yang lain, tulisan inipun nggak pernah dimaksudkan untuk menghakimi apalagi menggurui. sama sekali tidak. tulisan ini hanyalah 'sampah' di kepala yang ingin segera saya buang ke blog. ke dalam tulisan. berharap bisa menjadi renungan saya pribadi.
maap kalo ada yang ngerasa tersinggung dengan tulisan saya ini. saya nggak bermaksud mendeskritkan ato 'menyerang' anda, ini hanyalah pandangan saya pribadi. jika anda tak sependapat, saya juga nggak akan protes. maap juga kalo tulisan saya ini sedikit terdengar 'sarkasme'. jamannya emang jaman sarkasme. selama nggak anarkis, dan bertujuan positif, saya rasa sah sah saja. sekali lagi saya minta maaf kalo ada yang kurang berkenan.
terima kasih.
[ o9.o9.o9 , smuga jaddi hari xg baegk buadd aqqo ] .amindd.
hahaahahaahhaaaa.. itulah beberapa status 'teman' saya di fesbuk yang hari ini sempet saya baca. aneh nggak sih? kayaknya sih enggak. hee.. emang nggak aneh sih. tapi menurut saya, bodoh. untung saja yang punya status status itu cewek. kalo saja cowok, sudah saya comment dengan pedasnya. hee.. emang sambel?!
lebay nggak sih kedengerannya. 'najis' adalah kata pertama yang saya ucapkan ketika membaca status status itu. lebay letoy jijay lah pokonya. hee.. di jaman yang sudah dua ribu sembilan, masih saja ada orang orang yang berpikiran jahiliyah. pengennya terkesan keren, tapi justru terlihat norak. kampungan. sumpah.
emang kenapa kalo tanggal sembilan bulan sembilan tahun sembilan. ehh, dua ribu sembilan. emang ada yang lain? emang ada yang 'istimewa'? selaen angka tanggal, angka bulan, dan angka (paling belakang) taon yang sama yakni sembilan, kayaknya nggak ada yang membedakan hari ini dengan hari hari yang lain. dengan bulan bulan lain di taon taon yang laen. itu menurut saya. namun nampaknya tidak semua orang berpikir begitu. ato bahkan mungkin cuma saya yang berpikir begitu. tak apa.
coba deh dipikir dengan sedikit logika. saya pikir kita nggak perlu memutar otak terlalu keras hanya untuk memikirkan hal yang terlampau konyol seperti itu. sekilas saja kita bisa nyadar, betapa nggak pentingnya hal itu. parahnya lagi, 'pandangan' konyol itu justru dimanfaatkan untuk hal hal yang sebenernya nggak kalah konyol. seperti yang sempat saya liat di berita di televisi tadi siang, sampe ada rumah sakit yang kebanjiran 'order' untuk melahirkan bayi bayi yang sebenernya belum waktunya untuk lahir, karena kebanyakan (kalo nggak mau dibilang semua) orang orang yang 'ngotot' melahirkan hari ini adalah melalui operasi cesar. bukan secara normal.
saya yang bodoh saja langsung nyadar betapa nggak kalah bodohnya mereka. yang 'memaksakan' kelahiran bayi bayi mereka yang belum berdosa, hanya untuk mendapatkan tulisan tanggal sembilan bulan sembilan taon dua ribu sembilan di akte kelahiran bayi bayi mereka. mungkin mereka pikir keren jika bayi mereka lahir di hari ini. bahkan mungkin ada yang berharap anaknya jadi 'istimewa', 'seistimewa' hari ini menurut mereka. apakah mereka nggak pernah berpikir, bisa saja kelahiran yang terkesan dipaksakan itu akan berakibat kurang baik bagi bayi bayi mereka? kalo saja bisa ngomong dan kemudian ditanya, bayi bayi itu juga belum tentu pengen dilahirkan hari ini. mereka tentu lebih memilih dilahirkan pada waktunya. pada saat yang seharusnya. saat yang tepat. saat yang sudah ditentukan oleh Yang Maha Tepat. bukankah rencana Tuhan adalah selalu yangpaling bijak?!
hal bodoh dan konyol lain tentu saja tentang status di fesbuk yang saya sebut di awal. walopun mungkin nggak 'separah' para orang tua yang 'memaksakan' kelahiran bayi bayi mereka, status mereka di fesbuk sudah cukup menggambarkan betapa tertinggalnya peradaban mereka. padahal saya yakin dua juta persen, mereka adalah orang orang terpelajar. yang hidup dilingkungan 'modern'. bahkan tinggal dan hidup di perkotaan, tapi kelakuan sungguh ketinggalan jaman. ironis.
dengan perasaan tanpa dosa, mereka berharap (ato yang lebih ekstrim, berdo'a) agar hari ini menjadi hari keberuntungan mereka. sekali lagi, hanya karena hari ini tanggal sembilan bulan sembilan taon dua ribu sembilan. tolol. ehh, non, emang nggak nyadar hari ini hari apa? bulan apa? ada hari yang lebih istimewa dari sekedar hari bertanggal sembilan. ada bulan yang jauh lebih mulia dari hanya sekedar bulan kesembilan. kalian muslim, sudah dewasa. terpelajar pula. nggak malu ma kebo?!
kenapa kalian nggak berpikir, yang sederhana sederhana saja, bulan ini bulan ramadhan, semoga saya bisa jadi manusia yang lebih sabar. saja justru akan jauh lebih seneng membaca kalimat seperti itu. selain emang bulan ini bulan ramadhan yang sungguh terlalu banyak kemulian, pemikiran seperti itu juga terdengar logis. terdengar masuk akal. saya bahkan setuju kalo kita berdo'a seperti itu. nggak hanya berharap. saya percaya, do'a tentang kebaikan, pasti juga akan 'dijawab' dengan kebaikan. terlebih kita sedang berada di bulan yang emang bulannya kebaikan. bulan yang penuh segala macam kebaikan dan kemuliaan. lalu mengapa kita nggak menyikapinya dengan cara yang lebih 'logis'?!
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
seperti tulisan tulisan saya yang lain, tulisan inipun nggak pernah dimaksudkan untuk menghakimi apalagi menggurui. sama sekali tidak. tulisan ini hanyalah 'sampah' di kepala yang ingin segera saya buang ke blog. ke dalam tulisan. berharap bisa menjadi renungan saya pribadi.
maap kalo ada yang ngerasa tersinggung dengan tulisan saya ini. saya nggak bermaksud mendeskritkan ato 'menyerang' anda, ini hanyalah pandangan saya pribadi. jika anda tak sependapat, saya juga nggak akan protes. maap juga kalo tulisan saya ini sedikit terdengar 'sarkasme'. jamannya emang jaman sarkasme. selama nggak anarkis, dan bertujuan positif, saya rasa sah sah saja. sekali lagi saya minta maaf kalo ada yang kurang berkenan.
terima kasih.
1 comment:
hahahahahaha
kank aktifkan trus gerakan membangun indonesia merdeka dgn hidup kita sendiri,,,
bukan dgn hidup orng luar,,,
hahahahahaha
Post a Comment