Aug 12, 2009

Susahnya Bilang Maaf

bener nggak sih kalo saya bilang minta maaf tuh nggak gampang? ya kalopun nggak bener, minimal nggak sepenuhnya salah.

bagi sebagian orang, termasuk saya, minta maaf terkadang bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan. anda mungkin juga berpikiran demikian. ato mungkin juga tidak. walopun kedengarannya sepele, minta maaf ternyata juga butuh nyali. butuh keberanian. keberanian untuk menyadari dan mengakui kesalahan kita. dan keberanian untuk menyatakan maaf itu sendiri.

adakalanya kita merasa seolah sudah melakukan sesuatu dengan benar. ketika kita ternyata salah, kita seolah jadi ngerasa tertipu. tertipu oleh diri sendiri yang terlanjur menganggap semuanya sudah benar. nggak jarang 'prinsip' kita yang ngerasa benar tersebut, secara langsung ato tidak langsung, disadari ato tidak, kadang membuat orang lain merasa 'dirugikan'. dirugikan oleh 'kebenaran' yang keukeuh kita pegang teguh. dan ketika akhirnya kita menyadari bahwa kita salah, kitapun jadi ngerasa serba salah. ngerasa salah karena terlanjur berpikir bahwa semuanya sudah benar. kemudian ngerasa salah karena ternyata orang lain juga bisa benar. mending kalo kita bisa menyadari dan mengakui kesalahan. sebagian orang bahkan nggak mau mengakui kalo dia salah, padahal udah jelas jelas salah total. dasar muka tebal.

setelah menyadari kesalahanpun, nggak semua orang kemudian berani untuk mengakui kesalahannya. gile aja. sebagian orang mungkin beranggapan kalo mengakui kesalahan sama aja dengan buka aib sendiri. malu maluin diri sendiri. mana ada orang (normal) yang mau malu maluin dirinya sendiri. jarang. langka.

itulah kenapa saya bilang kalo minta maaf terkadang nggak gampang. butuh keberanian. dan kebesaran hati. bukankah berani mengakui kesalahan adalah salah satu ciri kedewasaan diri. katanya. hee..

mungkin kita juga pernah denger kata kata yang mengatakan kalo memaafkan lebih berat daripada meminta maaf. walopun nggak selalu benar (maksud saya tergantung situasinya), namun saya setuju dengan kata kata itu. harusnya kita nggak perlu takut untuk mengakui kesalahan. tentu saja kalo kita emang salah. karena memaafkanpun ternyata juga nggak mudah. butuh kesabaran, keikhlasan dan yang pasti ketulusan hati untuk memaafkan. tanpa dibayangi rasa dendam di hari kemudian.

emang lebih gampang ngomongnya daripada ngelakuinnya. saya juga tau. tapi nggak ada salahnya kita selalu berusaha untuk menjadi (kembali) benar ketika salah. menjadi benar dengan menyadari dan kemudian meminta maaf atas kesalahan yang kita lakukan.

bukan begitu?!

No comments: