setelah perjuangan panjang nan melelahkan, akhirnya sampai juga di tujuan. puncak merbabu. sampe di puncak, hal pertama yang dilakukan adalah menikmati pemandangan yang sungguh luar biasa menakjubkan. setidaknya begitulah menurut saya. serasa seperti di puncak dunia. kita bisa melihat sejauh mata memandang, pemandangan yang pastinya nggak bisa diliat setiap hari.dari puncak merbabu, terlihat jelas para 'tetangganya'. yang paling deket, dan paling eksotis menurutku, tentu saja gunung merapi. yang nampak begitu jelas. keliatannya cuman beberapa meter di depan mata. di sisi sisi yang lain, terlihat gunung sindoro. dan gunung sumbing, kalo nggak salah. ada juga gunung ungaran. dan yang paling jauh, terlihat gunung lawu yang dari kejauhan hanya keliatan puncaknya. begitu indah. subhanallah.
sambil menikmati pemandangan yang rasanya nggak pernah membosankan, para modelpun kembali beraksi. puncak merbabu mendadak jadi kayak studionya darwis triadi. potret sana jepret sini. nggak ada sudut yang terlewatkan untuk berpose. pokok'e narsis kabeh!!
rasa laparpun kemudian menghampiri. segala benda yang ada dalam tas dikeluarkan. mencari sesuatu yang bisa di makan. untunglah, ternyata masih cukup banyak yang tersisa. yang bisa dimakan. hawa dingin mendadak ikutan menyerang. dingin sekali rasanya. padahal tengah hari. sekitar jam dua belas siang. saking dinginnya, aku yang sebelumnya cuman pake celana kolor, buru buru pake celana panjang dan jaket rangkap tiga. begitupun masih kerasa dinginnya. aku jadi kangen kasurku. jadi pengen tidur dan selimutan. ;(
sejenak kemudian, berbincang dan berbasa basi dengan tiga pendaki dari sukoharjo yang 'kebetulan' hampir bersamaan nyampe di puncak. dan lagi, emang nggak ada orang laen. jadi ya sok ramah begitu lah. seperti dua orang yang lagi pdkt, kamipun kemudin janjian turun bareng. hahaaha.. maklum lah, waktu itu di merbabu nggak ada makhluk yang namanya wanita. jeruk makan jeruk pun jadi.
nggak terasa udah sekitar dua jam di puncak. menikamati keindahan alam. mengagumi kebesaran Tuhan. dan kebesaran gunung. gunungnya gede gede soalnya. setelah cukup berpose, cukup istirahat, dan nggak cukup makan ;), kamipun memutuskan untuk turun gunung. seperti janji 'kencan' sebelumnya, kamipun turun bersama tiga pendaki dari sukoharjo itu. mereka bertiga di depan. kami bertuju di belakang. ngikutin. sebenernya ada untungnya juga diajak turun bareng, soalnya kami emang nggak tau pasti jalan pulang. semalem waktu mendaki kan gelap, jadi nggak tau jalan mana mana aja yang dilewati.
satu bukit dituruni. dua bukit terlewati. kami masih bisa mengikuti. bukit ketiga kami masih bisa melihatnya. bukit keempat, kami sendiri lagi. mereka bertiga udah nggak keliatan. mungkin udah jauh meninggalkan. maklum saja, mereka berhenti istirahat tiap lima belas menit, kami berhenti istirahat tiap lima belas detik. kalo aja balapan, mungkin udah di over lap lima kali.
selain untuk istirahat, tiap berhenti selalu saja diisi dengan jeptar jepret. yang bikin tiap berhenti pasti lama. ngga selama waktu untuk berjalan. heran. di gunung, mungkin karena tempatnya tinggi, narsisnya pada ikutan tinggi. mungkin termasuk aku juga ding. hehee..
karena sudah nggak ada orang yang dijadikan 'penunjuk' jalan, akhirnya kami berjalan sendiri. dengan mengandalkan insting sendiri. insting yang sudah sering diasah. meskipun nggak tajem tajem juga. akibatnya, seperti yang kita duga, akhirnya nyasar. lagi. naik nyasar. turunpun nyasar. 'rekor' perjalanan yang mungkin sulit disamai oleh kelompok pendaki yang lain. untunglah cepet tersadar kalo nyasar, sebelum terjerumus lebih jauh. dengan berat hati dan beratnya melangkahkan kaki, kami kembali ke titik yang kira kira kami ingat. untunglah ketemu. dan untunglah lagi, kami bisa kembali ke jalan yang benar. jalan yang sudah dikenali. dan setelah itu, perjalanan benar benar 'lancar'.
singkat kata singkat cerita, akhirnya kami sampai di bawah. tapi belum nyampai di base camp. di bawah maksudnya sudah dekat dengan pemukiman. kami sempat bertemu beberapa penduduk setempat yang sedang bertanam, mencari pakan ternak dan sebagainya. ketika kami bertanya, merekapun bilang kalo kami sudah dekat. dekat dengan tempat di mana kita berangkat. kamipun jadi makin semangat. jalan makin cepat. makin cepat jalan, berarti makin cepat nyampe base camp. begitu seharusnya.
rasanya sudah cukup lama kami berjalan, namun tak juga sampai di base camp. kamipun terus berjalan. dan terus berjalan. hingga makin lama berjalan kami makin nyadar. yak, benar sekali. nyasar lagi. jika ketika naik nyasar sekali, ketika turun nyasar dua kali. benar benar 'membanggakan'.
karena jalanan nampak sudah familiar, maksudnya udah sering dilewati manusia, kamipun terus berjalan mengikuti jalan jalan kecil di tengah tengah ladang warga. namun siapa sangka, kami justru berputar putar entah kemana. hingga akhirnya kami jauh meninggalkan base camp, yang seharusnya kami tuju. dengan rasa hampir putus asa dan sedikit tenaga yang tersisa, kami terus berjalan. dan berjalan. seolah pasrah kemana kaki melangkah.
puji Tuhan semesta alam. kami akhirnya bisa melihat warung yang kemarin jadi tempat singgah sebelum ke base camp. tepat di seberang polsek. betapa senangnya hati. nggak hanya itu, kamipun menemukan air. walopun cuman mancur dari pipa warga yang bocor, rasanya seperti menemukan oase ditengah gurun. buru buru kami menghampiri 'sumber' air itu. rasanya sudah lama nggak ngeliat air. ada yang cuman ciprat ciprit. ada yang cuci tangan cuci kaki. ada yang cuci uang, ehh cuci muka. termasuk saya. saking senengnya nemu air, nggak mikirin efeknya. mungkin karena suhu badan yang masih panas kemudian mendadak kena air yang amat dingin, akibatnya nggak bagus buat kulit. terutama kulit muka. karena sampai di rumah, muka jadi seperti ganti kulit. mengelupas. mirip kayak ular kalo ganti kulit. menyebalkan.
sampai di warung, apalagi kalo bukan makan. dan minum. sepuasnya. kecuali saya, yang mendadak hilang nafsu makan. setelah bolak balik warung-base camp untuk mengambil motor, kamipun pulang. 'keberuntungan'pun nggak mandeg sampe di situ. terutama buatku. karena di jalan, ban motor mendadak bocor. tekor!! namun tetap bersukur, karena akhirnya semua sampai di rumah masing masing dengan selamat. sehat wal afiat. amin.
dengan berbagai aral, rintangan, ujian, cobaan dan entah apalagi namanya, akhirnya kami 'sukses' mendaki gunung merbabu. pengalaman yang menyenangkan, menantang, melelahkan dan me-kan me-kan yang lain. pengalaman yang bagi saya, kayaknya benar benar nggak akan terlupakan.
terima kasih buat teman teman, sahabat sahabat, saudara saudaraku. kalian memberiku pengalaman indah yang nggak akan pernah kulupakan. kecuali kalo aku hilang ingatan.
sampai jumpa di pendakian selanjutnya, sampai jumpa di petualangan berikutnya.
salam rimba. salam putusss!
cheers.
No comments:
Post a Comment