judulnya ngutip kata katanya si embah 'nyentrik'. mbah einstein almarhum. hee.. enaknya dipanggil mbah ato eyang ya? biar nggak terkesan nganggep beliau terlalu tua, kita panggil mbah aja. mbah kan kesannya lebih 'muda' daripada eyang :)
siapa coba yang nggak kenal dengan mbah yang satu ini. kalo di indonesia, kepopulerannya mungkin setara, ehh kayaknya malah melebihi ding ya, dengan kepopuleran mbah surip saat ini. ato mbah marijan beberapa waktu yang lalu. wkwkwwkk..
biar mukanya rada 'embohh' nggak jelas, nggak bisa dipungkiri kalo mbah yang satu itu emang jenius abis kubis. top markotop lah. otaknya aja (katanya) sampe nggak di kubur dan masih disimpen sampe sekarang saking jeniusnya tuh otak punyanya mbah einstein. ckckckckk..
dan bukan kita saja, bahkan duniapun mengakui kejeniusannya. nobel prize di bidang fisika adalah salah satu bentuk 'pengakuan' dunia akan kejeniusan si mbah yang selama hidupnya sempet punya lima kewarganegaraan itu. kalo saya nggak salah baca sih. hee.. dan sekali lagi, salut buat mbah albert einstein.
meski begitu, di sini saya bukannya pengen nulis soal profilnya mbah einstein secara panjang lebar. apalagi 'teori relativitas' nya yang, sumpehh, saya bener bener nggak ngerti sama sekali, kecuali yang sering saya liat di poster poster, E = mc2
saya emang nggak ngerti sama sekali soal teori relativitas nya mbah einstein itu. yang mungkin cuma bisa dimengerti oleh orang orang yang setiap harinya makan buku buku fisika. saya cuman rada kepikiran soal kata katanya yang saya jadikan judul di atas. semuanya serba relatif. kalo saya nggak salah inget, kata kata itu sempet saya baca di sebuah buku yang saya juga sama nggak ngertinya. kalo nggak salah judulnya how to think like einstein. buku yang berat memang. berat dalam arti kiasan maupun dalam arti sebenernya. soalnya tuh buku emang tebel. hehee.
lalu, apakah anda setuju dengan mbah einstein kalo semuanya itu serba relatif? saya juga nggak bisa menjawabnya sih. karena saya juga nggak tau yang dimaksud dengan 'relatif' menurut mbah einstein dalam kata katanya itu. kalo 'relatif' yang dimaksud adalah berkaitan dengan teori relativitas nya yang sudah sangat terkenal itu, dengan yakin saya akan bilang, saya nggak ngerti. ;)
biar nggak terkesan (terlalu) bodoh, kita anggep aja 'relatif' nya adalah 'relatif' secara umum. maksudnya 'relatif' sebagai kata kata yang biasa kita gunakan sehari hari. yang nggak ada kaitannya (secara langsung) dengan teori relativitas nya mbah einstein. masih belum ngerti?! saya sendiri sebenernya juga nggak ngerti. makanya bingung ngejelasinnya. hee.
dalam keseharian kita, sebagian dari kita mungkin cukup sering menggunakan istilah ato kata 'relatif'. ya nggak?! saya termasuk salah satunya. kenapa? kalo bagi saya, kata 'relatif' menunjukkan 'relativitas' akan apa yang sedang kita bicarakan. maka jangan heran kalo di beberapa tulisan, ato mungkin dalam omongan omongan, saya sukup sering menggunakan kata 'relatif'. relatif mahal. relatif gampang. relatif cantik. dan banyak lagi relatif relatif yang lain.
kenapa harus pake relatif? seperti yang saya bilang tadi, bagi saya, kata 'relatif' adalah menunjukkan 'relativitas' akan apa yang sedang kita bicarakan. misalnya kalo saya bilang mahal, berarti saya yakin kalo emang bener bener mahal. tapi kalo saya bilang relatif mahal, saya anggap emang mahal, tapi belum tentu anda juga akan bilang mahal. karena mahal bagi saya belum tentu mahal bagi anda. begitu juga kalo saya bilang relatif cantik. mungkin anda nganggepnya cantik, tapi saya tidak menganggapnya demikian. karena cantik menurut anda belum tentu cantik menurut saya. dan sebagainya dan sebagainya. kesimpulannya, segala sesuatu bisa 'dipandang' berbeda oleh setiap orang. karena setiap orang tentu saja memiliki sudut pandangnya sendiri sendiri.
kebalikan dari relatif, adalah absolut. ato bisa kita artikan sebagai sesuatu yang mutlak. yang pasti sepasti pastinya. apakah anda bisa memberi contoh, sesuatu di dunia ini yang sifatnya mutlak. yang bener bener pasti. yang tak terbatahkan lagi? kalo saya jujur saja nggak tau. yang saya maksud di sini tentu saja adalah yang sifatnya duniawi. ato keduniaan. kalo yang sifatnya ketuhanan, tentu saja saya tidak 'berani' berkomentar tentang ke 'absolut' annya.
jadi, walopun saya juga nggak bisa bilang kalo 'teori' nya mbah einstein yang menyatakan kalo semuanya serba relatif itu sepenuhnya benar, tapi saya akui kalo 'teori' itu ada benarnya. bahwasanya di dunia ini, sekali lagi, di dunia ini, menurut saya, emang serba relatif. karena dunia itu sendiri relatif. nggak mutlak. nggak abadi. dan yang pasti nggak absolut. karena sesungguhnya tak ada yang absolut kecuali Dia Yang Maha Absolut.
cheers.
siapa coba yang nggak kenal dengan mbah yang satu ini. kalo di indonesia, kepopulerannya mungkin setara, ehh kayaknya malah melebihi ding ya, dengan kepopuleran mbah surip saat ini. ato mbah marijan beberapa waktu yang lalu. wkwkwwkk..
biar mukanya rada 'embohh' nggak jelas, nggak bisa dipungkiri kalo mbah yang satu itu emang jenius abis kubis. top markotop lah. otaknya aja (katanya) sampe nggak di kubur dan masih disimpen sampe sekarang saking jeniusnya tuh otak punyanya mbah einstein. ckckckckk..
dan bukan kita saja, bahkan duniapun mengakui kejeniusannya. nobel prize di bidang fisika adalah salah satu bentuk 'pengakuan' dunia akan kejeniusan si mbah yang selama hidupnya sempet punya lima kewarganegaraan itu. kalo saya nggak salah baca sih. hee.. dan sekali lagi, salut buat mbah albert einstein.
meski begitu, di sini saya bukannya pengen nulis soal profilnya mbah einstein secara panjang lebar. apalagi 'teori relativitas' nya yang, sumpehh, saya bener bener nggak ngerti sama sekali, kecuali yang sering saya liat di poster poster, E = mc2
saya emang nggak ngerti sama sekali soal teori relativitas nya mbah einstein itu. yang mungkin cuma bisa dimengerti oleh orang orang yang setiap harinya makan buku buku fisika. saya cuman rada kepikiran soal kata katanya yang saya jadikan judul di atas. semuanya serba relatif. kalo saya nggak salah inget, kata kata itu sempet saya baca di sebuah buku yang saya juga sama nggak ngertinya. kalo nggak salah judulnya how to think like einstein. buku yang berat memang. berat dalam arti kiasan maupun dalam arti sebenernya. soalnya tuh buku emang tebel. hehee.
lalu, apakah anda setuju dengan mbah einstein kalo semuanya itu serba relatif? saya juga nggak bisa menjawabnya sih. karena saya juga nggak tau yang dimaksud dengan 'relatif' menurut mbah einstein dalam kata katanya itu. kalo 'relatif' yang dimaksud adalah berkaitan dengan teori relativitas nya yang sudah sangat terkenal itu, dengan yakin saya akan bilang, saya nggak ngerti. ;)
biar nggak terkesan (terlalu) bodoh, kita anggep aja 'relatif' nya adalah 'relatif' secara umum. maksudnya 'relatif' sebagai kata kata yang biasa kita gunakan sehari hari. yang nggak ada kaitannya (secara langsung) dengan teori relativitas nya mbah einstein. masih belum ngerti?! saya sendiri sebenernya juga nggak ngerti. makanya bingung ngejelasinnya. hee.
dalam keseharian kita, sebagian dari kita mungkin cukup sering menggunakan istilah ato kata 'relatif'. ya nggak?! saya termasuk salah satunya. kenapa? kalo bagi saya, kata 'relatif' menunjukkan 'relativitas' akan apa yang sedang kita bicarakan. maka jangan heran kalo di beberapa tulisan, ato mungkin dalam omongan omongan, saya sukup sering menggunakan kata 'relatif'. relatif mahal. relatif gampang. relatif cantik. dan banyak lagi relatif relatif yang lain.
kenapa harus pake relatif? seperti yang saya bilang tadi, bagi saya, kata 'relatif' adalah menunjukkan 'relativitas' akan apa yang sedang kita bicarakan. misalnya kalo saya bilang mahal, berarti saya yakin kalo emang bener bener mahal. tapi kalo saya bilang relatif mahal, saya anggap emang mahal, tapi belum tentu anda juga akan bilang mahal. karena mahal bagi saya belum tentu mahal bagi anda. begitu juga kalo saya bilang relatif cantik. mungkin anda nganggepnya cantik, tapi saya tidak menganggapnya demikian. karena cantik menurut anda belum tentu cantik menurut saya. dan sebagainya dan sebagainya. kesimpulannya, segala sesuatu bisa 'dipandang' berbeda oleh setiap orang. karena setiap orang tentu saja memiliki sudut pandangnya sendiri sendiri.
kebalikan dari relatif, adalah absolut. ato bisa kita artikan sebagai sesuatu yang mutlak. yang pasti sepasti pastinya. apakah anda bisa memberi contoh, sesuatu di dunia ini yang sifatnya mutlak. yang bener bener pasti. yang tak terbatahkan lagi? kalo saya jujur saja nggak tau. yang saya maksud di sini tentu saja adalah yang sifatnya duniawi. ato keduniaan. kalo yang sifatnya ketuhanan, tentu saja saya tidak 'berani' berkomentar tentang ke 'absolut' annya.
jadi, walopun saya juga nggak bisa bilang kalo 'teori' nya mbah einstein yang menyatakan kalo semuanya serba relatif itu sepenuhnya benar, tapi saya akui kalo 'teori' itu ada benarnya. bahwasanya di dunia ini, sekali lagi, di dunia ini, menurut saya, emang serba relatif. karena dunia itu sendiri relatif. nggak mutlak. nggak abadi. dan yang pasti nggak absolut. karena sesungguhnya tak ada yang absolut kecuali Dia Yang Maha Absolut.
cheers.
No comments:
Post a Comment