Jul 11, 2009

Tak Ada Yang Namanya Kebetulan

apakah anda percaya dengan yang namanya kebetulan? anda boleh bilang percaya. boleh juga bilang tidak. terserah anda. lha wong saya juga cuma nanya. hehee.

namun tanpa bermaksud ingin 'menentang' anda yang mungkin tidak sependapat dengan saya, kalo ditanya siapa yang nggak percaya dengan 'kebetulan', mungkin saya adalah orang pertama yang angkat tangan. udah pertama, paling tinggi pulak!

setidaknya begitulah yang saya yakini. menurut saya di dunia ini nggak ada yang kebetulan. kenapa? ya karena semuanya sudah ditentukan. siapa yang nentuin? yang pasti bukan oleh pak pos. oleh Tuhan tentu saja. mungkin sebagian (besar) dari kita juga berkeyakinan demikian. namun sekali lagi, saya tetep menghargai anda yang mungkin tidak sependapat.

meski demikian, tak bisa dipungkiri bahwasanya disadari ato tidak, dalam keseharian kita, maksudnya dalam kehidupan kita sehari hari, seringkali kita menggunakan istilah ato kata 'kebetulan'. bener nggak?! kebetulan lewat. kebetulan ketemu. kebetulan ini. kebetulan itu. dan kebetulan kebetulan lainnya. dan itu tentu saja boleh boleh saja. sah sah saja. lagian juga nggak ada aturan ato hukum yang ngelarang kita bilang 'kebetulan'.

dan saya akui, saya sendiri juga (cukup) sering menggunakan kata 'kebetulan'. tapi meski demikian, seperti yang saya nyatakan di awal, saya adalah orang yang teramat sangat tidak percaya sekali dengan yang namanya kebetulan. jadi kalopun saya cukup lumayan sering menggunakan kata 'kebetulan', maksud saya semata mata hanyalah untuk 'memperhalus' kalimat saja ketika berbicara dengan orang laen. biasanya untuk berbasa basi dengan lawan bicara. mungkin anda anda juga sering mengalami situasi situasi dimana kita berusaha menjadi se 'sopan' mungkin dengan lawan bicara. salah satunya ya dengan itu tadi. basa basi. asal jangan kelewat basi ;)

trus, kalo nggak ada yang kebetulan, dalam artian semuanya sudah ditentukan, buat apa dong kita 'berusaha' susah payah dalam hidup ini. toh semuanya juga sudah ditentukan?! mungkin begitu 'pertanyaan' yang kemudian muncul. kalo semuanya sudah ditentuin, ngapain juga kita repot repot, susah susah untuk melakukan sesuatu ato mencapai sesuatu dalam hidup kita. bukannya semua udah ditentukan.

heehee.. sebenernya saya juga nggak ngerti jawabannya. kalo ada dari anda yang bisa jawab, tolong saya di kasih tau. tapi coba deh kita sedikit lebih 'dalem' ngeliatnya.

kalo di dalam ajaran agama saya, dan saya meyakininya, ada dua macem ketentuan yang sudah di 'buat' oleh Tuhan Yang Maha Esa. qodo dan qadar namanya. kalo saya nggak salah. yang pertama, adalah ketentuan yang telah ditetapkan oleh Tuhan sebelumnya. maksudnya sebelum penciptaan segala sesuatu yang sekarang ada. termasuk sebelum penciptaan manusia tentunya. seperti contohnya, sebelum seorang manusia dilahirkan, dalam artian masih di dalem perutnya si ibu, telah ditentukan bagi si jabang bayi akan umur, rejeki, (termasuk jodoh kalo nggak salah) dan matinya. dan apalagi ya. saya lupa. cuman itu yang saya ingat. hee.. intinya, bahkan sebelum seorang bayi, seorang manusia terlahir ke dunia, telah ditentukan baginya ketentuan ketentuan tersebut yang akan terjadi padanya kelak. yang akan terjadi ketika ia manjalani hidup di dunia. ketentuan ini sifatnya udah fixed. nggak bisa diubah. dan nggak bisa digangu gugat.

sedang yang kedua, kalo nggak salah, adalah ketentuan ketentuan yang berkaitan dengan apa apa yang terjadi dalam kehidupan seekor manusia. maksudnya seorang manusia. takdir salah satu contohnya. ato bahasa yang lebih gampang biasanya disebut nasib. ketentuan yang ini sifatnya masih bisa berubah sesuai kehendakNya. sekali lagi maap kalo saya salah. karena keterbatasan pengetahuan saya akan agama. harap maklum.

kembali ke soal pertanyaan yang tadi. terus ngapain dong kita repot repot di dunia ini kalo semuanya udah ditentuin?? sekali lagi, saya emang nggak tau jawabannya. tapi kalo anda bertanya kepada saya, ngapain kita repot repot di dunia ini kalo semuanya udah ditentuin?? saya akan jawab, ngapain hidup kalo nggak mau repot. hee.. jawaban yang mungkin nggak menjawab.

tapi coba deh kita pikirin, ngapain juga kita hidup kalo nggak mau repot. bukannya semua orang (hidup) juga repot. tentu saja dalam kapasitasnya masing masing. terus seandainya kita nggak repot, kita nggak nglakuin apa apa, bukannya hidup kita justru bakalan membosankan. segala hal yang sudah ditentukan oleh Nya nggak berarti lantas kita hidup cuman buat tiduran kan?! segala 'kerepotan' kita dalam hidup, menurut saya justru sangatlah wajar. justru segala kerepotan itulah yang bikin hidup kita lebih berasa. betul?!

saya sama sekali tidak bermaksud mengesampingkan anda yang mungkin hidupnya super duper repotnya. saya sendiri kadang juga suka 'mengeluh', ato bahkan nyaris strss ketika menghadapi suatu permasalahan. dan nggak jarang saya 'kalah' dengan masalah yang saya hadapi. saya nggak sedikitpun bermaksud menganggap remeh anda yang mungkin sedang menghadapi masalah ato persoalan yang 'berat'. di sini saya cuman pengen mencoba memandang dari sisi normatif saja. memandang dari sisi manusiawinya. dari sisi kewajarannya. bahwasanya manusia hidup memang selalu penuh dengan berbagai hal, masalah, persoalan dan sebagainya dan sebagainya. bukannya kita akan semakin 'kuat' kala kita sudah terbiasa menghadapi dan menyelelesaikan berbagai masalah dan persoalan yang kita hadapi?! yang biasa saya denger sih katanya begitu. hehee.

jadi, mari nikmati hidup kita ini yang sebenernya amat terlalu singkat untuk di sia siakan. nikmati setiap hal yang hadir dalam hidup kita. karena kita tak pernah tau kapan hidup kita akan berakhir. mungkin esok, mungkin lusa, ato entah kapan, tak pernah ada yang tau kecuali hanya Dia yang membuat kita hidup.


just enjoy our life... and live it!

cheers.

No comments: