judulnya nyontek dari salah satu judul albumnya the used. salah satu album favorit, dan termasuk yang paling sering saya dengerin. lies for the liars. kata kata yang menarik. menurut saya.
saya yakin, dua ratus persen, kalo (hampir) semua dari kita pasti pernah ngelakuin yang namanya berbohong. dan begitu juga, disadari ato tidak, (hampir) semua dari kita pasti juga pernah ngerasain yang namanya dibohongi. baik tentang hal hal kecil ato sepele, maupun tentang hal hal 'besar' ato serius. tapi saya juga yakin tiga ratus persen, kalo (hampir) semua dari kita pasti nggak seneng berbohong. dan yakin tiga ribu persen kalo (hampir) semua dari kita kagak ada yang mau dibohongi. nggak pernah. dan nggak bakalan pernah. selama masih jadi manusia normal, kita pasti nggak pernah mau dibohongi. saya bilang hampir, karena saya juga nggak tau kalo mungkin ada dari anda yang seneng berbohong. ato mungkin yang lebih parah, seneng dibohongi. salut saya kalo ada dari anda yang seneng dibohongi. anda luar biasa.
bagaimanapun, di mana mana yang namanya bohong adalah tindakan yang tidak baik. tidak baik untuk diri kita sendiri, dan terutama tidak baik untuk orang lain. orang yang kita bohongi. tidak baik untuk kita sendiri, karena sudah jelas berbohong itu dosa. dan kalo ketauan kita bohong, kita jadinya disebut pembohong. nggak enak banget kan rasanya dibilang pembohong. dan nggak baik buat orang lain, karena sudah jelas orang lain tertipu oleh kebohongan kita. dan kalo misalnya ketauan kita bohong, bisa repot kita. ya kalo yang kita bo'ongin itu orang yang baik dan pemaaf, kalo yang kita bo'ongin itu preman?? ato pembunuh berantai?? bisa mati kita dibunuh pake rante. hehee.
namun demikian, ada kalanya di mana kita nggak bisa 'menolak' untuk berbohong. ada kalanya di mana kita nggak bisa tidak untuk berbohong. karena ada kalanya di mana kita menginginkan 'sesuatu' yang menjadi alasan kita berbohong. tul nggak?! dah ngaku aja. hee.. banyak sekali alesan yang melatarbelakangi kita untuk berbohong. dan setiap pembohong pasti punya alesannya sendiri sendiri. giamana kreatifnya mereka aja. ;)
dan saya tentu bukan pengecualian. sebagai manusia biasa, dan juga normal, saya juga pernah (baca ; sering) berbohong. walopun sebenernya saya malu mengakuinya, seumur hidup, sudah cukup banyak orang yang sudah saya bohongi. mungkin anda salah satunya. hee.. yang lebih 'menyakitkan' bagi saya adalah, saya ngerasa paling banyak berbohong kepada orang yang justru paling jujur kepada saya. kayak peribahasanya, air susu di bales air aki.
dan Tuhan pun maha Adil. sebanyak saya ngebohongi orang lain, sebanyak itu pula saya (ngerasa) pernah dibohongi. mungkin malah lebih banyak ;). tapi mungkin memang sudah seharusnya begitu. yang bisa jadi pelajaran bagi kita, terutama bagi saya. jika tidak ingin dibohongi, maka jangan membohongi.
dan setiap kita berbohong, dalam lubuk hati kita yang paling dalam, ato kalo saya, dari lubuk hati saya yang cukup dalam, pasti ada gejolak yang sebenernya 'menentang' kebohongan kita. kalo bahasa fisikanya, ada konflik batin lah. (fisika?!)
kita mungkin 'seneng' bisa berbohong kepada orang lain, tapi nggak bakalan pernah seneng bisa berbohong kepada diri sendiri. kenapa? karena kita mungkin bisa berbohong kepada orang lain, tapi nggak bakalan pernah bisa berbohong kepada diri kita sendiri. apalagi berbohong kepada Tuhan. mungkin anda juga pernah ngerasain. kalo anda nggak pernah, saya pernah. nggak mudah, ato lebih tepatnya nggak bisa, untuk berbohong pada diri sendiri. tapi hal itu justru selalu mengingatkan saya tiap kali saya 'berniat' hendak berbohong akan suatu hal kepada orang lain. saya mungkin bisa berbohong kepada orang lain, tapi nggak kan pernah bisa berbohong kepada diri saya sendiri. dan percaya ato tidak, hal itu 'menghantui' saya seumur hidup. selama saya bisa mengingat suatu kebohongan yang pernah saya lakukan kepada orang lain, selama itu pula saya 'dihantui' oleh kebohongan itu sendiri. semacem kayak rasa bersalah. begitulah.
dan sungguh bodoh lah saya, dan anda, yang berusaha untuk membohongi diri sendiri. berusaha membohongi diri sendiri mungkin salah satu perbuatan terbodoh yang pernah saya lakukan. salah satu perbuatan terbodoh yang pernah dilakukan oleh orang bodoh. bahkan mungkin bisa jadi salah satu ciri orang tolol. setolol tololnya orang tolol, sebego begonya orang bego, adalah mereka yang sudah tau kalo nggak bakalan bisa, tapi tetep berusaha membohongi diri sendiri. dan saya akui, saya pernah menjadi orang bodoh, bego dan tolol itu.
saya sendiri, mungkin juga anda, sebenernya kalo bisa milih juga nggak bakalan pernah mau berbohong. namun terkadang ada kalanya di mana kita 'terpaksa' oleh suatu keadaan yang 'mengharuskan' kita berbohong. sehingga dalam situasi situasi tertentu, mungkin anda juga sering denger, muncul istilah 'berbohong demi kebaikan'. ato kalo dalam bahasa jurnalistiknya biasa disebut white lies.
bukannya bermaksud tidak setuju, tapi menurut saya, apapun yang di dalamnya memakai unsur kebohongan, biasanya nggak pernah berakhir baik. karena kebohongan itu sendiri tidak baik. sulit rasanya mengharapkan akhir yang baik jika dari awal sudah dimulai dengan sesuatu yang tidak baik. mungkin begitu gampangannya. tapi mungkin juga pendapat saya salah.
walopun hingga saat inipun, saya masih sering berbohong kepada orang orang di sekitar saya, saya selalu berharap semoga diberi kemudahan untuk tidak harus berbohong.
buat orang orang yang pernah saya bohongi, setulus hati saya mohon maaf. semoga maaf anda semua menjadi 'petunjuk' bagi saya untuk tidak berbohong lagi di waktu yang akan datang.
amin.
saya yakin, dua ratus persen, kalo (hampir) semua dari kita pasti pernah ngelakuin yang namanya berbohong. dan begitu juga, disadari ato tidak, (hampir) semua dari kita pasti juga pernah ngerasain yang namanya dibohongi. baik tentang hal hal kecil ato sepele, maupun tentang hal hal 'besar' ato serius. tapi saya juga yakin tiga ratus persen, kalo (hampir) semua dari kita pasti nggak seneng berbohong. dan yakin tiga ribu persen kalo (hampir) semua dari kita kagak ada yang mau dibohongi. nggak pernah. dan nggak bakalan pernah. selama masih jadi manusia normal, kita pasti nggak pernah mau dibohongi. saya bilang hampir, karena saya juga nggak tau kalo mungkin ada dari anda yang seneng berbohong. ato mungkin yang lebih parah, seneng dibohongi. salut saya kalo ada dari anda yang seneng dibohongi. anda luar biasa.
bagaimanapun, di mana mana yang namanya bohong adalah tindakan yang tidak baik. tidak baik untuk diri kita sendiri, dan terutama tidak baik untuk orang lain. orang yang kita bohongi. tidak baik untuk kita sendiri, karena sudah jelas berbohong itu dosa. dan kalo ketauan kita bohong, kita jadinya disebut pembohong. nggak enak banget kan rasanya dibilang pembohong. dan nggak baik buat orang lain, karena sudah jelas orang lain tertipu oleh kebohongan kita. dan kalo misalnya ketauan kita bohong, bisa repot kita. ya kalo yang kita bo'ongin itu orang yang baik dan pemaaf, kalo yang kita bo'ongin itu preman?? ato pembunuh berantai?? bisa mati kita dibunuh pake rante. hehee.
namun demikian, ada kalanya di mana kita nggak bisa 'menolak' untuk berbohong. ada kalanya di mana kita nggak bisa tidak untuk berbohong. karena ada kalanya di mana kita menginginkan 'sesuatu' yang menjadi alasan kita berbohong. tul nggak?! dah ngaku aja. hee.. banyak sekali alesan yang melatarbelakangi kita untuk berbohong. dan setiap pembohong pasti punya alesannya sendiri sendiri. giamana kreatifnya mereka aja. ;)
dan saya tentu bukan pengecualian. sebagai manusia biasa, dan juga normal, saya juga pernah (baca ; sering) berbohong. walopun sebenernya saya malu mengakuinya, seumur hidup, sudah cukup banyak orang yang sudah saya bohongi. mungkin anda salah satunya. hee.. yang lebih 'menyakitkan' bagi saya adalah, saya ngerasa paling banyak berbohong kepada orang yang justru paling jujur kepada saya. kayak peribahasanya, air susu di bales air aki.
dan Tuhan pun maha Adil. sebanyak saya ngebohongi orang lain, sebanyak itu pula saya (ngerasa) pernah dibohongi. mungkin malah lebih banyak ;). tapi mungkin memang sudah seharusnya begitu. yang bisa jadi pelajaran bagi kita, terutama bagi saya. jika tidak ingin dibohongi, maka jangan membohongi.
dan setiap kita berbohong, dalam lubuk hati kita yang paling dalam, ato kalo saya, dari lubuk hati saya yang cukup dalam, pasti ada gejolak yang sebenernya 'menentang' kebohongan kita. kalo bahasa fisikanya, ada konflik batin lah. (fisika?!)
kita mungkin 'seneng' bisa berbohong kepada orang lain, tapi nggak bakalan pernah seneng bisa berbohong kepada diri sendiri. kenapa? karena kita mungkin bisa berbohong kepada orang lain, tapi nggak bakalan pernah bisa berbohong kepada diri kita sendiri. apalagi berbohong kepada Tuhan. mungkin anda juga pernah ngerasain. kalo anda nggak pernah, saya pernah. nggak mudah, ato lebih tepatnya nggak bisa, untuk berbohong pada diri sendiri. tapi hal itu justru selalu mengingatkan saya tiap kali saya 'berniat' hendak berbohong akan suatu hal kepada orang lain. saya mungkin bisa berbohong kepada orang lain, tapi nggak kan pernah bisa berbohong kepada diri saya sendiri. dan percaya ato tidak, hal itu 'menghantui' saya seumur hidup. selama saya bisa mengingat suatu kebohongan yang pernah saya lakukan kepada orang lain, selama itu pula saya 'dihantui' oleh kebohongan itu sendiri. semacem kayak rasa bersalah. begitulah.
dan sungguh bodoh lah saya, dan anda, yang berusaha untuk membohongi diri sendiri. berusaha membohongi diri sendiri mungkin salah satu perbuatan terbodoh yang pernah saya lakukan. salah satu perbuatan terbodoh yang pernah dilakukan oleh orang bodoh. bahkan mungkin bisa jadi salah satu ciri orang tolol. setolol tololnya orang tolol, sebego begonya orang bego, adalah mereka yang sudah tau kalo nggak bakalan bisa, tapi tetep berusaha membohongi diri sendiri. dan saya akui, saya pernah menjadi orang bodoh, bego dan tolol itu.
saya sendiri, mungkin juga anda, sebenernya kalo bisa milih juga nggak bakalan pernah mau berbohong. namun terkadang ada kalanya di mana kita 'terpaksa' oleh suatu keadaan yang 'mengharuskan' kita berbohong. sehingga dalam situasi situasi tertentu, mungkin anda juga sering denger, muncul istilah 'berbohong demi kebaikan'. ato kalo dalam bahasa jurnalistiknya biasa disebut white lies.
bukannya bermaksud tidak setuju, tapi menurut saya, apapun yang di dalamnya memakai unsur kebohongan, biasanya nggak pernah berakhir baik. karena kebohongan itu sendiri tidak baik. sulit rasanya mengharapkan akhir yang baik jika dari awal sudah dimulai dengan sesuatu yang tidak baik. mungkin begitu gampangannya. tapi mungkin juga pendapat saya salah.
walopun hingga saat inipun, saya masih sering berbohong kepada orang orang di sekitar saya, saya selalu berharap semoga diberi kemudahan untuk tidak harus berbohong.
buat orang orang yang pernah saya bohongi, setulus hati saya mohon maaf. semoga maaf anda semua menjadi 'petunjuk' bagi saya untuk tidak berbohong lagi di waktu yang akan datang.
amin.
No comments:
Post a Comment