nggak kerasa, hari ini, jum'at legi, tanggal 17 juli, tepat dua puluh dua taon saya hidup di dunia. ya kerasa ding, cuman rasanya kayaknya kok cepet banget waktu berlalu. halahh.. walopun juga nggak inget persis gimana rasanya waktu dulu dilahirin, rasanya kok baru kemarin saya dilahirkan. baru kemarin rasanya melihat dunia. dan kayaknya baru kemaren ngerasain masa masa 'indah' menjadi anak anak. walopun semuanya serba 'nggak kerasa', tapi apa yang sekarang saya alami benar benar kerasa, karena emang bisa dirasain, ternyata sekarang udah dua puluh dua taon. udah mulai menua. semakin tua. dan semakin tua.
dua puluh dua. angka yang (relatif) nggak sedikit. bagi saya. apalagi kalo angkanya menyangkut masalah umur atau usia. secara umum, maksudnya secara umumnya umur manusia hidup, angka dua puluh dua mungkin bisa dibilang (relatif) masih 'muda'. bagi saya sendiri, usia dua puluh dua adalah angka yang sudah banyak. udah kepala dua, istilahnya. lebih dua malah.
walopun sebenernya masih pantes disebut anak muda, rasanya kok sekarang saya sudah ngerasa tua. beneran. ngerasa tua. walopun masih ada benernya, terkadang saya malu menyebut diri saya anak muda. soalnya kayaknya udah tua. tua banget kalo dibandingin ma balita. hee.. ato emang sebenernya udah tua. kalo saja misalnya usia rata rata manusia normal antara enam puluh sampe tuju puluh taon, berarti 'minimal' udah saya jalani sepertiganya. sepertiga. dan bagi saya, itu bagian yang cukup besar. udah di habiskan yang sepertiga, berarti tinggal dua pertiga yang tersisa. semoga. semoga lebih dari dua pertiga maksudnya. ;)
kayaknya rada 'aneh' menyebutnya 'ulang taon', karena sejujurnya, seumur hidup saya nggak pernah 'kenal' ma yang namanya ulang taon. 'ngerayain' ulang taon orang laen mungkin pernah, ato sering, tapi kalo ulang taon sendiri, sejauh yang bisa saya ingat, saya belum pernah ngerayain ulang taon saya sendiri. selain emang nggak ada 'tradisi' seperti itu dalam kehidupan pribadi saya yang masih sangat kuper alias katrok, ulang taon kok kesannya kayak anak kecil (bagi saya ulang taon 'cuman' untuk anak kecil). anda yang udah gede tapi tetep ulang taon nggak usah tersinggung. ;) anda mungkin punya pandangan yang beda ma saya. dan itu boleh boleh saja. toh nggak ada orang yang ngelarang anda ngerayain ulang taon.
namun begitu, hari ini, ulang taon kali ini, mungkin adalah ulang taon paling 'berkesan' yang pernah saya alami seumur hidup. walopun sebenernya sama saja kayak yang dulu dulu, dalam artian nggak ada 'perayaan' apapun, ulang taon kali ini rasanya lebih berasa. rasanya banyak banget. dan yang paling terasa, tentu saja, adalah rasanya sakit kepala. hee.. ulang taon yang 'indah' kali ini diisi dengan tidur. ato lebih tepatnya tiduran. karena sakit kepala yang terlalu menyiksa membuat nggak bisa tertidur. kepala senut senut. sekujur badan panas. saking panasnya, tanpa perlu menangispun mata saya bisa mengeluarkan air mata. heran. tenggorokan kering dan pait disertai batuk batuk yang bener bener membuat hari ini terasa begitu lama. membuat nggak nafsu makan. di samping emang nggak ada yang bisa dimakan tentu saja. ;)
hari yang aneh. begitulah hari ini. menurut saya. tepat di hari 'ulang taon', saya mendadak sakit. sakit beneran. sakit kepala. dan sakitnya nyebar ke seluruh badan. tulang tulang rasanya pegel. dan linu. dan ngilu. dan entah apalagi istilahnya. pokoknya rasanya nggak enak banget. emang sejak kapan sakit terasa enak?! hee.. sakit kali ini membuat saya seharian tak berdaya dan hanya terkapar di tempat tidur. sayapun jadi berpikir sembari bertanya tanya, dalam hati, mungkin saya kena flu babi. maklum, flu babi lagi happening benget sekarang ini. kalo nggak flu babi mungkin flu burung. ato mungkin juga flu flu lain yang belum di kasih nama. flu kuda misalnya. tapi karena di sekitar saya nggak ada babi, nggak ada burung, apalagi kuda, kesimpulan saya paling cuma flu biasa. biarpun kesimpulan saya mengatakan sakit flu, saya minumnya obat sakit kepala. kenapa? soalnya obat flunya ternyata habis. yang ada tinggal obat sakit kepala. heehee.. jayus!
walau bagaimanapun, saya tetap mensyukurinya. sakitpun perlu disyukuri. bagi saya, yang saya yakini, sakit adalah salah satu cara 'menebus' dosa. jadi setiap kali kita sakit, sebagian dari dosa kita digugurkan. walopun kita nggak pernah tau seberapa besarnya bagian itu. intinya, saya tetap bersukur. bersukur untuk sakit yang saya alami hari ini, dan bersukur untuk umur yang diberikan kepada saya hingga hari ini.
seringkali saya ngerasa, mungkin anda juga pernah ngerasa, terkadang kita ngerasa terlalu tua dari yang seharusnya. ato mungkin juga sebaliknya, ngerasa terlalu muda dari yang seharusnya. ato lebih gampangnya, saya sering ngerasa terlalu muda untuk jadi orang tua, tapi juga terlalu tua untuk jadi anak muda. ada kalanya di mana saya ngerasa masih ingin menikmati hidup yang penuh kegembiraan, penuh kebebasan layaknya anak muda. ato lebih ekstrimnya seperti anak anak. tapi maksud saya bukan berarti orang tua nggak bisa hidup seneng, hidup dengan gembira. tapi di sisi yang lain, saya juga ngerasa udah nggak pantes lagi untuk hidup seperti anak muda, ato anak anak, yang isinya cuma seneng seneng. bener bener dilematis. complicated. bener bener rumit. susah untuk dijelaskan.
tapi umur dua puluh dua seolah menyadarkan saya, kalo ternyata saya tak lagi muda. ato dengan kata lain ya sudah tua. udah seharusnya bisa berpikir, bersikap, dan bertindak seperti orang tua. tapi setiap kali dihadapkan pada hal hal seperti itu, di mana saya harus bisa berpikir, bersikap dan bertindak seperti layaknya orang tua, saya sendiri sering bingung. karena jujur saja, saya nggak ngerti gimana harus melakukannya.
mungkin kita sering denger, dan saya sangat sependapat, bahwa umur nggak menjamin seseorang untuk menjadi dewasa. dewasa dalam hal pemikiran maksud saya. semakin hari sudah barang pasti kita semakin tua, tapi nggak menjamin kita semakin dewasa. saya sendiri masih nggak tau tentang gimana seharusnya menjadi dewasa. dan semata mata itu karena kebodohan saya. saya yakin kalo setiap hari saya semakin tua, tapi saya nggak yakin apakah tiap hari saya semakin dewasa. itulah kenapa terkadang saya ngiri kepada orang orang yang umurnya lebih muda, ato bahkan jauh lebih muda daripada saya, tapi menurut saya bisa berpikir jauh lebih dewasa dari saya. dan di dalam hati, saya bener bener pengen mencontohnya. menirunya. dan saya nggak malu untuk mengakuinya. karena kalo mau jujur, saya ngerasa saya sangat belum dewasa. kelakuannya masih jauh dari dewasa.
bagaimana pun, saya percaya bahwa segala sesuatu butuh proses. tak terkecuali untuk menjadi dewasa. setiap hari, setiap saat, selalu saya anggap sebagai suatu proses untuk menjadi sesuatu yang disebut dewasa. walopun sekali lagi saya nggak ngerti, dan mungkin memang nggak ada, standar pasti yang menyatakan seseorang bisa bilang dewasa. andapun mungkin punya pendapat ato pandangan yang beda beda tentang dewasa dan menjadi dewasa.
bagi saya, setiap kejadian dalam hidup, yang baik maupun yang buruk, yang menyenangkan maupun yang menyedihkan, semuanya adalah 'sarana' pendewasaan diri dalam rangka proses menjadi dewasa itu sendiri. saya, anda, kita, setiap hari mengalami berbagai kejadian dalam hidup yang berbeda beda. tapi semuanya bisa kita jadikan 'pelajaran' untuk belajar bagaimana menjadi dewasa. dan sayapun, menjalani setiap hari dengan harapan yang mungkin tak terlalu berbeda dengan anda. menjadi dewasa. dan lebih dewasa.
bagi saya, yang penting bukanlah mengetahui apakah kita sudah dewasa. yang lebih penting adalah bagaimana cara kita berpikir, bersikap dan bertindak bisa 'mencerminkan' sesuatu yang dinamakan kedewasaan.
usia bertambah, berarti jatah hidup semakin berkurang. berarti pula, makin hari makin dekat dengan akhir. semoga sebelum hidup (saya dan anda) berakhir, kita bisa melakukan sesuatu yang benar benar berarti, yang membuat hidup kita menjadi hidup yang juga penuh arti. bagi kita, maupun bagi kehidupan itu sendiri.
make each day count, coz each day is a gift.
cheers.
dua puluh dua. angka yang (relatif) nggak sedikit. bagi saya. apalagi kalo angkanya menyangkut masalah umur atau usia. secara umum, maksudnya secara umumnya umur manusia hidup, angka dua puluh dua mungkin bisa dibilang (relatif) masih 'muda'. bagi saya sendiri, usia dua puluh dua adalah angka yang sudah banyak. udah kepala dua, istilahnya. lebih dua malah.
walopun sebenernya masih pantes disebut anak muda, rasanya kok sekarang saya sudah ngerasa tua. beneran. ngerasa tua. walopun masih ada benernya, terkadang saya malu menyebut diri saya anak muda. soalnya kayaknya udah tua. tua banget kalo dibandingin ma balita. hee.. ato emang sebenernya udah tua. kalo saja misalnya usia rata rata manusia normal antara enam puluh sampe tuju puluh taon, berarti 'minimal' udah saya jalani sepertiganya. sepertiga. dan bagi saya, itu bagian yang cukup besar. udah di habiskan yang sepertiga, berarti tinggal dua pertiga yang tersisa. semoga. semoga lebih dari dua pertiga maksudnya. ;)
kayaknya rada 'aneh' menyebutnya 'ulang taon', karena sejujurnya, seumur hidup saya nggak pernah 'kenal' ma yang namanya ulang taon. 'ngerayain' ulang taon orang laen mungkin pernah, ato sering, tapi kalo ulang taon sendiri, sejauh yang bisa saya ingat, saya belum pernah ngerayain ulang taon saya sendiri. selain emang nggak ada 'tradisi' seperti itu dalam kehidupan pribadi saya yang masih sangat kuper alias katrok, ulang taon kok kesannya kayak anak kecil (bagi saya ulang taon 'cuman' untuk anak kecil). anda yang udah gede tapi tetep ulang taon nggak usah tersinggung. ;) anda mungkin punya pandangan yang beda ma saya. dan itu boleh boleh saja. toh nggak ada orang yang ngelarang anda ngerayain ulang taon.
namun begitu, hari ini, ulang taon kali ini, mungkin adalah ulang taon paling 'berkesan' yang pernah saya alami seumur hidup. walopun sebenernya sama saja kayak yang dulu dulu, dalam artian nggak ada 'perayaan' apapun, ulang taon kali ini rasanya lebih berasa. rasanya banyak banget. dan yang paling terasa, tentu saja, adalah rasanya sakit kepala. hee.. ulang taon yang 'indah' kali ini diisi dengan tidur. ato lebih tepatnya tiduran. karena sakit kepala yang terlalu menyiksa membuat nggak bisa tertidur. kepala senut senut. sekujur badan panas. saking panasnya, tanpa perlu menangispun mata saya bisa mengeluarkan air mata. heran. tenggorokan kering dan pait disertai batuk batuk yang bener bener membuat hari ini terasa begitu lama. membuat nggak nafsu makan. di samping emang nggak ada yang bisa dimakan tentu saja. ;)
hari yang aneh. begitulah hari ini. menurut saya. tepat di hari 'ulang taon', saya mendadak sakit. sakit beneran. sakit kepala. dan sakitnya nyebar ke seluruh badan. tulang tulang rasanya pegel. dan linu. dan ngilu. dan entah apalagi istilahnya. pokoknya rasanya nggak enak banget. emang sejak kapan sakit terasa enak?! hee.. sakit kali ini membuat saya seharian tak berdaya dan hanya terkapar di tempat tidur. sayapun jadi berpikir sembari bertanya tanya, dalam hati, mungkin saya kena flu babi. maklum, flu babi lagi happening benget sekarang ini. kalo nggak flu babi mungkin flu burung. ato mungkin juga flu flu lain yang belum di kasih nama. flu kuda misalnya. tapi karena di sekitar saya nggak ada babi, nggak ada burung, apalagi kuda, kesimpulan saya paling cuma flu biasa. biarpun kesimpulan saya mengatakan sakit flu, saya minumnya obat sakit kepala. kenapa? soalnya obat flunya ternyata habis. yang ada tinggal obat sakit kepala. heehee.. jayus!
walau bagaimanapun, saya tetap mensyukurinya. sakitpun perlu disyukuri. bagi saya, yang saya yakini, sakit adalah salah satu cara 'menebus' dosa. jadi setiap kali kita sakit, sebagian dari dosa kita digugurkan. walopun kita nggak pernah tau seberapa besarnya bagian itu. intinya, saya tetap bersukur. bersukur untuk sakit yang saya alami hari ini, dan bersukur untuk umur yang diberikan kepada saya hingga hari ini.
seringkali saya ngerasa, mungkin anda juga pernah ngerasa, terkadang kita ngerasa terlalu tua dari yang seharusnya. ato mungkin juga sebaliknya, ngerasa terlalu muda dari yang seharusnya. ato lebih gampangnya, saya sering ngerasa terlalu muda untuk jadi orang tua, tapi juga terlalu tua untuk jadi anak muda. ada kalanya di mana saya ngerasa masih ingin menikmati hidup yang penuh kegembiraan, penuh kebebasan layaknya anak muda. ato lebih ekstrimnya seperti anak anak. tapi maksud saya bukan berarti orang tua nggak bisa hidup seneng, hidup dengan gembira. tapi di sisi yang lain, saya juga ngerasa udah nggak pantes lagi untuk hidup seperti anak muda, ato anak anak, yang isinya cuma seneng seneng. bener bener dilematis. complicated. bener bener rumit. susah untuk dijelaskan.
tapi umur dua puluh dua seolah menyadarkan saya, kalo ternyata saya tak lagi muda. ato dengan kata lain ya sudah tua. udah seharusnya bisa berpikir, bersikap, dan bertindak seperti orang tua. tapi setiap kali dihadapkan pada hal hal seperti itu, di mana saya harus bisa berpikir, bersikap dan bertindak seperti layaknya orang tua, saya sendiri sering bingung. karena jujur saja, saya nggak ngerti gimana harus melakukannya.
mungkin kita sering denger, dan saya sangat sependapat, bahwa umur nggak menjamin seseorang untuk menjadi dewasa. dewasa dalam hal pemikiran maksud saya. semakin hari sudah barang pasti kita semakin tua, tapi nggak menjamin kita semakin dewasa. saya sendiri masih nggak tau tentang gimana seharusnya menjadi dewasa. dan semata mata itu karena kebodohan saya. saya yakin kalo setiap hari saya semakin tua, tapi saya nggak yakin apakah tiap hari saya semakin dewasa. itulah kenapa terkadang saya ngiri kepada orang orang yang umurnya lebih muda, ato bahkan jauh lebih muda daripada saya, tapi menurut saya bisa berpikir jauh lebih dewasa dari saya. dan di dalam hati, saya bener bener pengen mencontohnya. menirunya. dan saya nggak malu untuk mengakuinya. karena kalo mau jujur, saya ngerasa saya sangat belum dewasa. kelakuannya masih jauh dari dewasa.
bagaimana pun, saya percaya bahwa segala sesuatu butuh proses. tak terkecuali untuk menjadi dewasa. setiap hari, setiap saat, selalu saya anggap sebagai suatu proses untuk menjadi sesuatu yang disebut dewasa. walopun sekali lagi saya nggak ngerti, dan mungkin memang nggak ada, standar pasti yang menyatakan seseorang bisa bilang dewasa. andapun mungkin punya pendapat ato pandangan yang beda beda tentang dewasa dan menjadi dewasa.
bagi saya, setiap kejadian dalam hidup, yang baik maupun yang buruk, yang menyenangkan maupun yang menyedihkan, semuanya adalah 'sarana' pendewasaan diri dalam rangka proses menjadi dewasa itu sendiri. saya, anda, kita, setiap hari mengalami berbagai kejadian dalam hidup yang berbeda beda. tapi semuanya bisa kita jadikan 'pelajaran' untuk belajar bagaimana menjadi dewasa. dan sayapun, menjalani setiap hari dengan harapan yang mungkin tak terlalu berbeda dengan anda. menjadi dewasa. dan lebih dewasa.
bagi saya, yang penting bukanlah mengetahui apakah kita sudah dewasa. yang lebih penting adalah bagaimana cara kita berpikir, bersikap dan bertindak bisa 'mencerminkan' sesuatu yang dinamakan kedewasaan.
usia bertambah, berarti jatah hidup semakin berkurang. berarti pula, makin hari makin dekat dengan akhir. semoga sebelum hidup (saya dan anda) berakhir, kita bisa melakukan sesuatu yang benar benar berarti, yang membuat hidup kita menjadi hidup yang juga penuh arti. bagi kita, maupun bagi kehidupan itu sendiri.
make each day count, coz each day is a gift.
cheers.
No comments:
Post a Comment