judulnya 'diadaptasi' dari judul lagunya nickelback ;)
sebenernya lebih cocok jadi judul pilem horor, tapi berhubung saya nggak bisa bikin pilem, dijadiin judul tulisan aja dulu. heehee.
nggak tau kenapa kok tiba tiba pertanyaan kayak gitu terlintas di kepala. kepala saya maksudnya. pertanyaan yang mungkin memang bisa dibilang sedikit rada 'aneh' sekali. sedikit rada 'aneh' sekali?? ya maksudnya sedikit aneh. tapi juga aneh sekali. ngerti nggak?? ya pokoknya begitulah. nggak usah dipusingin.
saya pun jadi (sok) belagak mikir. kebayang nggak sih, ato barangkali udah ada yang mikirin, gimana kalo saat ini, hari ini.. adalah hari terakhir kita? hari terakhir kita di dunia? hari terakhir kita hidup? seandainya loh ya...
kenapa saya jadi 'mikir'??
sebenernya juga nggak mikir mikir amat sih. cuman daripada mikir yang aneh aneh. mending mikir yang rada aneh saja. ;)
tapi gimana nggak mikir?! coba deh bayangin (beneran dibayangin loh ya!!) gimana kalo (misalnya) hari ini bener bener jadi hari terakhir kita hidup. apa yang mau kita lakukan?? pada tau jawabannya nggak? pada tau nggak pada mau ngapain?
sebelumnya mungkin perlu sedikit diperjelas, yang saya maksud 'hari terakhir' di sini adalah bukan karena bumi diserang makhluk aneh, alien ato decepticon yang ingin menguasai bumi seperti yang di pilem pilem, tapi maksud saya adalah hari terakhir di mana (karena takdir) besok kita sudah 'berpulang' kepadaNya. alias 'lewat'. alias .co.id (baca dot co dot id). alias ko'id. alias mati lahh. susah amat.
singkat kata, besok kita nggak hidup lagi. nah, kalo ditanya apa yang mau dilakuin di hari terakhir hidup pasti pada bingung. ya nggak sih? sukur lah kalo ada yang nggak bingung. ato mungkin sudah punya rencana pasti mau ngapain. jujur saja, saya sendiri juga bingung kalo ditanya begitu. tapi wajar kan ya. bingung kan manusiawi.
kebanyakan dari kita (mungkin tidak termasuk saya sendiri) biasanya selalu senang dengan yang namanya rencana jangka panjang. setiap mau nglakuin segala sesuatu selalu dipikir akibat ato dampaknya di masa mendatang. ato seperti yang saya bilang tadi, dipikirkan efek jangka panjangnya. dan menurut saya itu bagus. sah sah saja.
ketika kita masih kecil, ketika ditanya mau jadi apa di masa depan, selalu saja muncul jawaban jawaban lucu nan lugu khas anak kecil. walopun anak kecil belum tau pasti tentang rencananya di masa depan, tapi setidaknya mereka sudah mempunyai 'tujuan' di masa mendatang. ketika sudah dewasa pun kita tetap memiliki rencana rencana tentang apa apa yang mau kita lakukan ato apa yang mau kita raih di masa depan. dan itu wajar. dan memang mungkin seharusnya begitu.
untuk yang satu itu, jujur saja saya sendiri bukan orang yang pinter membuat rencana. apalagi rencana jangka panjang. apalagi rencana jangka panjang yang sangat diperhitungkan. nggak. bukan. saya sama sekali bukan orang seperti itu. walopun nggak bisa dibilang bangga, tapi jujur saja saya emang bukan tipe orang yang suka berencana. untuk hal hal tertentu, saya lebih seneng melakukannya dengan spontan. tanpa rencana. di samping unsur kejutan yang menurut saya selalu menarik untuk dinanti, melakukan sesuatu dengan spontan membuat apa yang saya lakukan terasa lebih 'ringan'. heehee.. cuman pendapat pribadi.
walopun begitu, bukan berarti saya nggak pernah berencana sama sekali. saya justru belajar gimana caranya agar bisa hidup sesuai rencana. rencana saya sendiri tentunya. walopun mungkin nggak persis seperti yang direncanakan, minimal hidup nggak jauh jauh dari rencana.
kembali pada soal 'hari terakhir'.
kalo ditanya pada mau ngapain di hari terakhir hidup, pasti jawabannya macem macem. setiap orang mungkin punya jawaban beda beda. setiap orang kan beda beda keinginannya.
suatu ketika, saat terlibat dalam suatu percakapan dengan teman teman, iseng iseng sayabertanya kepada mereka. kira kira apa yang akan mereka lakukan kalo seandainya hari itu hari terakhir mereka hidup. dengan kata lain, besoknya mereka sudah (akan) mati. dan jawabannya sungguh lucu. dan menggelikan. menurut saya. dua dari tiga teman saya ternyata bilang kalo hari itu adalah hari terakhir mereka hidup, mereka akan berdo'a sebanyak banyaknya. i will pray to my God. kata mereka. karena jawabannya dalam bahasa inggris, secara lebih luas dapat diartikan kalo mereka akan beribadah sebanyak banyaknya. walopun kedengarannya kayak iklan pembalut, tapi memang begitulah jawaban yang saya terima dari teman teman saya. saat itu. banyak dari mereka yang mengatakan demikian walopun dengan kalimat yang beda beda.
sayapun tersenyum 'geli' mendengar jawaban mereka. kayaknya mereka bener bener 'menghayati' nasehat yang mengatakan 'beribadahlah kamu seolah olah besok akan mati'. lucu sekali mereka itu. hehee.
gimana nggak lucu. coba deh disimak lebih seksama jawaban mereka itu. mereka bilang akan berdo'a, ato beribadah sebanyak banyaknya ketika dibilang besok akan mati. tau nggak lucunya di mana?? kayaknya sih emang nggak ada. hiihii..
tanpa bermaksud menggeneralisasikan, jawaban mereka mungkin dapat kita anggap 'mewakili' sebagian dari kita. kali ini mungkin termasuk saya. bahwasanya kita pengennya berdo'a dan beribadah sebanyak banyaknya. pengen nyari pahala sebanyak banyaknya mungkin. ato pengen sebanyak mungkin mendekatkan diri kepada Tuhan.
yang membuat 'lucu' menurut saya, kenapa kita baru bertindak demikian ketika tau kalo besok akan mati. kita seolah akan melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan ke-Tuhanan. dan sekali lagi, itu ketika tau besok akan mati. kenapa nggak setiap hari kita beranggapan bahwa besok bener bener akan mati sehingga kita bisa berusaha sekuat tenaga untuk melakukan hal hal yang mungkin selama ini belum (sempat) kita lakukan. bukankah memang setiap hari bisa jadi hari terakhir kita?!
mendekatkan diri kepada Tuhan tentu bisa jadi salah satu contohnya. walopun itu tentu tidak bisa dikatakan mewakili jawaban sebagian yang lain. sekali lagi, jawaban orang pasti beda beda.
tapi 'untungnya' kita nggak ada yang tau kapan kita akan mati. walopun mati adalah sesuatu yang pasti. kenapa saya bilang beruntung? coba deh kalo kita tau kapan kita akan mati, bukankah justru setiap hari kita akan merasa semakin dekat dengan mati sehingga hidup hanya dipenuhi perasaan gundah resah dan gelisah?! halahh.
sekarang coba kita tanyakan pada diri kita masing masing, kira kira apa yang mau kita lakukan hari ini kalo seandainya besok kita mati. adakah hal hal yang ingin kita lakukan sebelum kita mati? heeheee.. kayaknya kok mulai rada ngeri ya. nggak lahh. makanya bacanya sambil dengerin musik!
saya sendiri, kalo misalnya ditanya apa yang mau dilakukan kalo besok mati, sebenernya juga bingung. tapi misalnya 'harus' menjawab, saya akan bilang apa yang saat ini ada di kepala saja.
kalo (misalnya) hari ini adalah hari terakhir saya hidup, saya cuman pengen telphon ibu saya yang jauh di sana (karena kayaknya nggak mungkin ketemu) dan bilang betapa anaknya yang 'rada' bengal ini sebenernya sayang sekali padanya. mohon maaf belum bisa membahagiakan dan terima kasih sudah 'memberi' saya hidup hingga hari ini.
itu saja yang saat ini kepikiran. jawaban yang singkat, padat dan kayaknya nggak jelas. heehee. itu cuman jawaban spontan saya saja. tapi pasti bener bener saya lakukan kalo misalnya saya tau besok saya akan mati.
sekarang coba tanyakan pada diri anda sendiri, misalnya anda 'harus' menjawab apa yang akan anda lakukan hari ini seandainya besok anda mati, apa jawaban anda??
seru lohh, coba saja!! heeheee.
saya kira sekian dulu lanturan saya. terima kasih udah meluangkan waktu untuk tulisan nggak penting ini. tulisan ini tidak bermaksud menjudge atopun menggurui. saya menulisnya semata mata sebagai bahan renungan saya pribadi. dan mungkin bisa jadi bahan renungan kita bersama. mohon maaf kalo ada salah kata.
make each day count, 'coz everyday can be our last day.
cheers.
sebenernya lebih cocok jadi judul pilem horor, tapi berhubung saya nggak bisa bikin pilem, dijadiin judul tulisan aja dulu. heehee.
nggak tau kenapa kok tiba tiba pertanyaan kayak gitu terlintas di kepala. kepala saya maksudnya. pertanyaan yang mungkin memang bisa dibilang sedikit rada 'aneh' sekali. sedikit rada 'aneh' sekali?? ya maksudnya sedikit aneh. tapi juga aneh sekali. ngerti nggak?? ya pokoknya begitulah. nggak usah dipusingin.
saya pun jadi (sok) belagak mikir. kebayang nggak sih, ato barangkali udah ada yang mikirin, gimana kalo saat ini, hari ini.. adalah hari terakhir kita? hari terakhir kita di dunia? hari terakhir kita hidup? seandainya loh ya...
kenapa saya jadi 'mikir'??
sebenernya juga nggak mikir mikir amat sih. cuman daripada mikir yang aneh aneh. mending mikir yang rada aneh saja. ;)
tapi gimana nggak mikir?! coba deh bayangin (beneran dibayangin loh ya!!) gimana kalo (misalnya) hari ini bener bener jadi hari terakhir kita hidup. apa yang mau kita lakukan?? pada tau jawabannya nggak? pada tau nggak pada mau ngapain?
sebelumnya mungkin perlu sedikit diperjelas, yang saya maksud 'hari terakhir' di sini adalah bukan karena bumi diserang makhluk aneh, alien ato decepticon yang ingin menguasai bumi seperti yang di pilem pilem, tapi maksud saya adalah hari terakhir di mana (karena takdir) besok kita sudah 'berpulang' kepadaNya. alias 'lewat'. alias .co.id (baca dot co dot id). alias ko'id. alias mati lahh. susah amat.
singkat kata, besok kita nggak hidup lagi. nah, kalo ditanya apa yang mau dilakuin di hari terakhir hidup pasti pada bingung. ya nggak sih? sukur lah kalo ada yang nggak bingung. ato mungkin sudah punya rencana pasti mau ngapain. jujur saja, saya sendiri juga bingung kalo ditanya begitu. tapi wajar kan ya. bingung kan manusiawi.
kebanyakan dari kita (mungkin tidak termasuk saya sendiri) biasanya selalu senang dengan yang namanya rencana jangka panjang. setiap mau nglakuin segala sesuatu selalu dipikir akibat ato dampaknya di masa mendatang. ato seperti yang saya bilang tadi, dipikirkan efek jangka panjangnya. dan menurut saya itu bagus. sah sah saja.
ketika kita masih kecil, ketika ditanya mau jadi apa di masa depan, selalu saja muncul jawaban jawaban lucu nan lugu khas anak kecil. walopun anak kecil belum tau pasti tentang rencananya di masa depan, tapi setidaknya mereka sudah mempunyai 'tujuan' di masa mendatang. ketika sudah dewasa pun kita tetap memiliki rencana rencana tentang apa apa yang mau kita lakukan ato apa yang mau kita raih di masa depan. dan itu wajar. dan memang mungkin seharusnya begitu.
untuk yang satu itu, jujur saja saya sendiri bukan orang yang pinter membuat rencana. apalagi rencana jangka panjang. apalagi rencana jangka panjang yang sangat diperhitungkan. nggak. bukan. saya sama sekali bukan orang seperti itu. walopun nggak bisa dibilang bangga, tapi jujur saja saya emang bukan tipe orang yang suka berencana. untuk hal hal tertentu, saya lebih seneng melakukannya dengan spontan. tanpa rencana. di samping unsur kejutan yang menurut saya selalu menarik untuk dinanti, melakukan sesuatu dengan spontan membuat apa yang saya lakukan terasa lebih 'ringan'. heehee.. cuman pendapat pribadi.
walopun begitu, bukan berarti saya nggak pernah berencana sama sekali. saya justru belajar gimana caranya agar bisa hidup sesuai rencana. rencana saya sendiri tentunya. walopun mungkin nggak persis seperti yang direncanakan, minimal hidup nggak jauh jauh dari rencana.
kembali pada soal 'hari terakhir'.
kalo ditanya pada mau ngapain di hari terakhir hidup, pasti jawabannya macem macem. setiap orang mungkin punya jawaban beda beda. setiap orang kan beda beda keinginannya.
suatu ketika, saat terlibat dalam suatu percakapan dengan teman teman, iseng iseng sayabertanya kepada mereka. kira kira apa yang akan mereka lakukan kalo seandainya hari itu hari terakhir mereka hidup. dengan kata lain, besoknya mereka sudah (akan) mati. dan jawabannya sungguh lucu. dan menggelikan. menurut saya. dua dari tiga teman saya ternyata bilang kalo hari itu adalah hari terakhir mereka hidup, mereka akan berdo'a sebanyak banyaknya. i will pray to my God. kata mereka. karena jawabannya dalam bahasa inggris, secara lebih luas dapat diartikan kalo mereka akan beribadah sebanyak banyaknya. walopun kedengarannya kayak iklan pembalut, tapi memang begitulah jawaban yang saya terima dari teman teman saya. saat itu. banyak dari mereka yang mengatakan demikian walopun dengan kalimat yang beda beda.
sayapun tersenyum 'geli' mendengar jawaban mereka. kayaknya mereka bener bener 'menghayati' nasehat yang mengatakan 'beribadahlah kamu seolah olah besok akan mati'. lucu sekali mereka itu. hehee.
gimana nggak lucu. coba deh disimak lebih seksama jawaban mereka itu. mereka bilang akan berdo'a, ato beribadah sebanyak banyaknya ketika dibilang besok akan mati. tau nggak lucunya di mana?? kayaknya sih emang nggak ada. hiihii..
tanpa bermaksud menggeneralisasikan, jawaban mereka mungkin dapat kita anggap 'mewakili' sebagian dari kita. kali ini mungkin termasuk saya. bahwasanya kita pengennya berdo'a dan beribadah sebanyak banyaknya. pengen nyari pahala sebanyak banyaknya mungkin. ato pengen sebanyak mungkin mendekatkan diri kepada Tuhan.
yang membuat 'lucu' menurut saya, kenapa kita baru bertindak demikian ketika tau kalo besok akan mati. kita seolah akan melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan ke-Tuhanan. dan sekali lagi, itu ketika tau besok akan mati. kenapa nggak setiap hari kita beranggapan bahwa besok bener bener akan mati sehingga kita bisa berusaha sekuat tenaga untuk melakukan hal hal yang mungkin selama ini belum (sempat) kita lakukan. bukankah memang setiap hari bisa jadi hari terakhir kita?!
mendekatkan diri kepada Tuhan tentu bisa jadi salah satu contohnya. walopun itu tentu tidak bisa dikatakan mewakili jawaban sebagian yang lain. sekali lagi, jawaban orang pasti beda beda.
tapi 'untungnya' kita nggak ada yang tau kapan kita akan mati. walopun mati adalah sesuatu yang pasti. kenapa saya bilang beruntung? coba deh kalo kita tau kapan kita akan mati, bukankah justru setiap hari kita akan merasa semakin dekat dengan mati sehingga hidup hanya dipenuhi perasaan gundah resah dan gelisah?! halahh.
sekarang coba kita tanyakan pada diri kita masing masing, kira kira apa yang mau kita lakukan hari ini kalo seandainya besok kita mati. adakah hal hal yang ingin kita lakukan sebelum kita mati? heeheee.. kayaknya kok mulai rada ngeri ya. nggak lahh. makanya bacanya sambil dengerin musik!
saya sendiri, kalo misalnya ditanya apa yang mau dilakukan kalo besok mati, sebenernya juga bingung. tapi misalnya 'harus' menjawab, saya akan bilang apa yang saat ini ada di kepala saja.
kalo (misalnya) hari ini adalah hari terakhir saya hidup, saya cuman pengen telphon ibu saya yang jauh di sana (karena kayaknya nggak mungkin ketemu) dan bilang betapa anaknya yang 'rada' bengal ini sebenernya sayang sekali padanya. mohon maaf belum bisa membahagiakan dan terima kasih sudah 'memberi' saya hidup hingga hari ini.
itu saja yang saat ini kepikiran. jawaban yang singkat, padat dan kayaknya nggak jelas. heehee. itu cuman jawaban spontan saya saja. tapi pasti bener bener saya lakukan kalo misalnya saya tau besok saya akan mati.
sekarang coba tanyakan pada diri anda sendiri, misalnya anda 'harus' menjawab apa yang akan anda lakukan hari ini seandainya besok anda mati, apa jawaban anda??
seru lohh, coba saja!! heeheee.
saya kira sekian dulu lanturan saya. terima kasih udah meluangkan waktu untuk tulisan nggak penting ini. tulisan ini tidak bermaksud menjudge atopun menggurui. saya menulisnya semata mata sebagai bahan renungan saya pribadi. dan mungkin bisa jadi bahan renungan kita bersama. mohon maaf kalo ada salah kata.
make each day count, 'coz everyday can be our last day.
cheers.
No comments:
Post a Comment