judul yang terdengar rada 'aneh'. mungkin. andapun ketika sekilas membacanya pasti juga menganggapnya aneh. lha wong mendengar saja kok susah. asal nggak tunarungu alias (maaf) budeg, yang namanya mendengar kayaknya gampang gampang saja. ya nggak sih?! mendengar kan termasuk.. indera yang otomatis itu namanya apa sih? lupa saya. hee.. pokoknya termasuk indera yang bisa 'bekerja' tanpa harus kita 'perintah'. jadi sederhananya, kita bisa denger tanpa harus memberi 'perintah' kepada telinga untuk mendengar. dan sekali lagi, dengan catatan kupingnya masih normal. alias nggak budeg! ;)
sayapun nggak menyalahkan jika anda menganggapnya aneh. pendapat pendapat anda, ya terserah anda. namun yang saya maksud mendengar di sini mungkin bukan mendengar dalam artian mendengar suara ato bunyi secara umum, namun lebih kepada mendengar dalam artian yang lebih luas. bingung?! heehee.
sebagian dari kita, mungkin ada yang sangat seneng ngomong. dikit dikit ngomong. apa apa pengennya ngomong. jadinya banyak omong. ato cerewet istilah gampangnya. tapi saya nggak menganggap cerewet sebagai sesuatu yang negatif. asal nggak berlebihan tentunya. dan sebagian kita yang lain, mungkin ada yang tidak terlalu suka ngomong. nggak terlalu banyak omong. saya nggak mau menyebutnya pendiam, karena orang yang nggak banyak omong belum tentu pendiam. bisa aja kan, nggak banyak omong tapi hiperaktif?! hehee.
untuk yang nggak banyak omong, mungkin juga nggak perlu ato nggak pengen denger orang laen ngomong. tapi untuk yang seneng ngomong? tentu saja 'harus' ada yang diajak ngomong. ato dengan kata lain, ada yang mendengar. tapi saya nggak tau juga kalo mungkin ada yang seneng ngomong sendiri. ;)
sebagian dari kita, terutama yang suka ngomong, biasanya akan ngerasa lebih seneng kalo bisa terus ngomong. lebih seneng kalo dia yang selalu ngomong. dan tentu saja ada yang mendengar ketika dia ngomong. dengan kata lain, lebih seneng di dengar daripada mendengar. sebagian dari kita, mungkin sebagian besar, lebih senang jadi yang didengar daripada menjadi yang mendengar. betul nggak? kalo nggak betul berarti saya salah. ;)
saya sering liat di tv tv, ketika ada dua ato beberapa orang (pihak) yang sedang berdebat tentang suatu permasalahan, terutama permasalahan yang menyangkut kepentingan mereka, mereka seolah nggak mau kalah 'suara'. mereka pada berebut pengen ngomong. yang satu belom selesai ngomong, yang kedua sudah ikutan ngomong. yang kedua baru ngomong, yang selanjutnya sudah motong. begitu seterusnya. dan seterusnya.
kesimpulan sederhananya, mereka berebut pengen ngomong. pengen menjadi yang didengar. nggak mau cuman jadi pendengar. terkadang saya sendiri sampe heran, bisa berdebat 'sepanas' itu kok ya nggak pada berantem. hehee.. walopun nggak jarang juga sampe berantem beneran.
saya tidak bermaksud menggeneralisasikan semua orang. karena saya yakin nggak semua orang seneng 'didengar'. karena emang nggak semua seneng ngomong tentunya. saya sendiri, mungkin termasuk yang golput. hehee, cari aman. jika menurut saya memang waktunya saya ngomong, tentu saja saya pengen didengar. jika memang waktunya orang laen ngomong dan harus didengar, ya saya mendengar. namun begitu, mungkin saya sendiri lebih condong pada yang lebih suka mendengar daripada menjadi yang didengar. saya juga nggak tau kenapa. mungkin karena saya termasuk orang yang nggak terlalu banyak ngomong. di samping karena suara saya jelek pastinya. tapi saya tetep seneng nyanyi. ;)
mungkin susah juga kalo kita jadi bertanya kenapa sebagian dari kita, cenderung lebih seneng didengar daripada mendengar. saya juga nggak tau jawabannya. mungkin memang sudah tabiat dari sononya kalo manusia pengennya (selalu) didengar.
bagaimanapun, sudah seharusnya kita dapat 'mendengar' dengan bijak. kita mendengar disaat kita memang harusnya mendengar. karena ada kalanya kita didengar, ada kalanya kita mendengar.
dan yang nggak kalah penting, jangan lupa bersyukur, kita masih bisa mendengar.
cheers.
sayapun nggak menyalahkan jika anda menganggapnya aneh. pendapat pendapat anda, ya terserah anda. namun yang saya maksud mendengar di sini mungkin bukan mendengar dalam artian mendengar suara ato bunyi secara umum, namun lebih kepada mendengar dalam artian yang lebih luas. bingung?! heehee.
sebagian dari kita, mungkin ada yang sangat seneng ngomong. dikit dikit ngomong. apa apa pengennya ngomong. jadinya banyak omong. ato cerewet istilah gampangnya. tapi saya nggak menganggap cerewet sebagai sesuatu yang negatif. asal nggak berlebihan tentunya. dan sebagian kita yang lain, mungkin ada yang tidak terlalu suka ngomong. nggak terlalu banyak omong. saya nggak mau menyebutnya pendiam, karena orang yang nggak banyak omong belum tentu pendiam. bisa aja kan, nggak banyak omong tapi hiperaktif?! hehee.
untuk yang nggak banyak omong, mungkin juga nggak perlu ato nggak pengen denger orang laen ngomong. tapi untuk yang seneng ngomong? tentu saja 'harus' ada yang diajak ngomong. ato dengan kata lain, ada yang mendengar. tapi saya nggak tau juga kalo mungkin ada yang seneng ngomong sendiri. ;)
sebagian dari kita, terutama yang suka ngomong, biasanya akan ngerasa lebih seneng kalo bisa terus ngomong. lebih seneng kalo dia yang selalu ngomong. dan tentu saja ada yang mendengar ketika dia ngomong. dengan kata lain, lebih seneng di dengar daripada mendengar. sebagian dari kita, mungkin sebagian besar, lebih senang jadi yang didengar daripada menjadi yang mendengar. betul nggak? kalo nggak betul berarti saya salah. ;)
saya sering liat di tv tv, ketika ada dua ato beberapa orang (pihak) yang sedang berdebat tentang suatu permasalahan, terutama permasalahan yang menyangkut kepentingan mereka, mereka seolah nggak mau kalah 'suara'. mereka pada berebut pengen ngomong. yang satu belom selesai ngomong, yang kedua sudah ikutan ngomong. yang kedua baru ngomong, yang selanjutnya sudah motong. begitu seterusnya. dan seterusnya.
kesimpulan sederhananya, mereka berebut pengen ngomong. pengen menjadi yang didengar. nggak mau cuman jadi pendengar. terkadang saya sendiri sampe heran, bisa berdebat 'sepanas' itu kok ya nggak pada berantem. hehee.. walopun nggak jarang juga sampe berantem beneran.
saya tidak bermaksud menggeneralisasikan semua orang. karena saya yakin nggak semua orang seneng 'didengar'. karena emang nggak semua seneng ngomong tentunya. saya sendiri, mungkin termasuk yang golput. hehee, cari aman. jika menurut saya memang waktunya saya ngomong, tentu saja saya pengen didengar. jika memang waktunya orang laen ngomong dan harus didengar, ya saya mendengar. namun begitu, mungkin saya sendiri lebih condong pada yang lebih suka mendengar daripada menjadi yang didengar. saya juga nggak tau kenapa. mungkin karena saya termasuk orang yang nggak terlalu banyak ngomong. di samping karena suara saya jelek pastinya. tapi saya tetep seneng nyanyi. ;)
mungkin susah juga kalo kita jadi bertanya kenapa sebagian dari kita, cenderung lebih seneng didengar daripada mendengar. saya juga nggak tau jawabannya. mungkin memang sudah tabiat dari sononya kalo manusia pengennya (selalu) didengar.
bagaimanapun, sudah seharusnya kita dapat 'mendengar' dengan bijak. kita mendengar disaat kita memang harusnya mendengar. karena ada kalanya kita didengar, ada kalanya kita mendengar.
dan yang nggak kalah penting, jangan lupa bersyukur, kita masih bisa mendengar.
cheers.
No comments:
Post a Comment