Jun 6, 2009

Susahnya Jadi Orang Baik

Kalau boleh bertanya naif, berapa sih orang baik yang ada di muka badak, ehh, muka bumi ini? Kalaupun ada banyak orang baik di dunia ini, mungkin saya nggak termasuk salah satunya. Dan begitulah, saya memang bukan orang baik. Dan saya nggak malu untuk mengakuinya.

Mungkin susah juga kali ya, bagaimana seseorang bisa di bilang baik atau nggak baik. Tapi saya selalu menilai diri saya dengan melihat ke orang lain di sekitar. Semacem study banding gitu lahh. Saya suka iseng ngeliat tingkah laku orang (dan jadi kebiasaan!! heehee). Dari ngeliat apa yang orang lain lakukan, setidaknya kita bisa (sok) mengambil gambaran bagaimana 'tipe' orang. Itu menurut saya. Dan kemampuan 'membaca' tipe orang ini sudah sering saya asah, walaupun nggak tajem tajem juga! Hehee.


Dari melihat apa yang orang (baik) lakukan, sayapun tak jarang kemudian bertanya pada diri sendiri, apakah saya sudah melakukan hal yang sama? Atau setidaknya, bisa nggak ya saya ngelakuin hal yang sama? Dengan begitu, biasanya jadi ada semangat untuk melakukan hal yang sama baiknya, bahkan kalau bisa, lebih baik, yang mungkin sama sekali belum pernah terpikirkan sebelumnya oleh saya. Dan kalopun nggak samapi menimbulkan semangat, minimal memunculkan niat. Halahh.


Sebenernya, saya juga pengen jadi orang baik. Siapa sih yang nggak pengen jadi orang baik. Siapa yang nggak pengen di bilang orang baik. Saya pikir hampir sebagian besar orang, kalo nggak mau dibilang semua orang, sejauh masih manusia normal, pasti ingin jadi orang baik. Pasti inginnya di bilang orang baik. Tapi sekali lagi, jadi orang baik ternyata nggak gampang. Dan sekali lagi itu menurut saya. Kenapa saya bilang nggak gampang? Ya karena sussah! Hahaa. Terkadang saya sudah berusaha jadi orang baik, tapi emang dasar preman amatiran, mau berusaha jadi baik kayak gimana, tetap saja auranya aura kasih. Maksudnya auranya tetep saja jelek. Tetep saja bawaannya nggak baik. Nasib.
 

Kadang niat baik pun, nggak selalu ditanggepin dengan baik pula oleh orang lain. Mungkin kita maksudnya begini, orang lain nyangkanya begitu. Jadi, begini apa begitu? Opo sih. Walaupun jujur saja saya bukanlah (atau belum) bisa dikatakan orang baik, bukan berarti saya nggak berusaha untuk jadi lebih baik. Kayak slogan orang-orang kebanyakan, i'll try to be better! Meski begitu, saya tetap beranggapan bahwa, lebih baik disangka jelek tapi sebenernya punya sisi baik, daripada kita pura-pura baik di depan orang lain, tapi di belakang ternyata kadal juga.

Dan saya tetap bersyukur jadi orang 'nggak baik', karena dengan begitu, saya bisa selalu belajar untuk menjadi orang yang lebih baik.

 
Semoga.

No comments: