Jun 9, 2009

Memori 9 Juni

tak sengaja liat kalender. bulan juni ternyata sudah 'menginjak' angka 9. perasaan baru kemaren tahun baru. heehhh??

bulan juni kayaknya lagi banyak yang ulang taon. heran. bulan kemaren kayaknya nggak banyak gini yang ulang taon. jangan jangan bulan juni emang bulannya melahirkan. mungkin dulu ibu ibu udah pada janjian. pada kompak mau ngelahirin bareng bareng di bulan juni. biar rame. mungkin. saya juga nggak tau.

bagi saya, bulan juni nggak ada bedanya dengan bulan bulan laen. sama sama bulan. hehee.. pokoknya maksudnya sama saja. nggak ada yang istimewa. satu satunya bulan yang istimewa buat saya ya cuma bulan ramadhan. hiiiihhhiii....

sampe tak sengaja terlintas dipikiran. hari ini ternyata tanggal 9. saya jadi teringat. sesuatu. apa itu?? sesuatu. sesuatu apa? pokoknya sesuatu. hehee..

dan suasanapun mendadak mellow. hari ini, tiga taon yang lalu, ato tepatnya 9 juni 2006 adalah hari pertama putaran final piala dunia 2006. germany 2006. piala dunia terbaik yang pernah saya saksikan. sekaligus piala dunia paling berkesan dalam hidup saya. sejauh ini.

tanggal 9 juni adalah hari pertama turnamen itu digelar. menyaksikannya di layar tipi. sejak upacara pembukaan. seperti nggak mau ketinggalan sedetikpun momen empat taon sekali itu. dan partai pembuka adalah jerman melawan.. costa rica. kalo saya nggak salah.

nonton di rumah yang setengah ambruk. ya. setengah ambruk. setengah bagian rumah saya rubuh karena diguncang gempa dua minggu sebelumnya. tanggal 27 mei 2006 tepatnya. anda sekalian pasti juga tau peristiwa itu. saya sekeluarga dan beberapa tetangga nonton bareng di rumah saya yang sudah mirip pendopo karena sudah nggak ada pintu dan tembok di depan. tinggal tembok di kiri kanan. meski begitu, saya dan beberapa tetangga yang ikut nonton seperti sejenak melupakan duka yang menimpa kami saat itu. seperti nggak pernah terjadi bencana yang benar benar mengguncang jiwa raga.

tenggelam dalam euforia piala dunia. maklum juga, piala dunia cuma empat taon sekali. tentu saat itu jadi moment yang bisa dibilang jarang. nggak setiap hari bisa nonton piala dunia. apalagi bisa nonton bareng bareng, rame rame dengan teman teman. keluarga. sodara sodara. dan tetangga tetangga yang mungkin sebelumnya jarang ngumpul bersama kecuali ketika ada hajatan.

hampir setiap hari kami melakukan hal itu. nonton bareng pertandingan piala dunia. walopun nggak selalu dirumah saya. ketika ada pertandingan, nyaris nggak pernah dilewatkan. bahkan sudah siap di depan tipi sebelum kick off. orang orang sekampung mendadak jadi penggila bola. bahkan kakek nenek saya. dan kakek nenek yang lainpun juga nggak mau ketinggalan. lucu. tapi juga seneng. emang luar biasa yang namanya sepak bola.

hampir kurang lebih sebulan 'fenomena' nonton bareng itu berjalan. dan saya benar benar sangat menikmatinya. bahkan mensyukurinya. dari situ saya bisa ngerasain yang namanya keakraban. persodaraan. rasa kekeluargaan. kehangatan bisa berkumpul dengan keluarga dan para tetangga tetangga yang lumayan banyak. lumayan rame. kita seperti jadi satu keluarga. keluarga besar. indah sekali. dan saya bahagia sekali saat itu ikut berada di tengah tengah itu semua.

dan sampe saat ini saya masih sering mengingat ingat kejadian di bulan juni itu. bulan juni yang pilu. tapi juga bulan juni yang indah. mungkin bulan juni terindah dalam hidup saya. dan sesekali mata saya berair saat mengingatnya.

terima kasih buat tipi tipi yang saat itu menayangkan piala dunia terhebat sepanjang hidup saya. terima kasih buat teman teman, sodara sodara, para tetangga. yang telah memberi saya arti indahnya sebuah kebersamaan.


terima kasih.

1 comment:

ipunkers said...

bagiku semua sangat berarti!!
semua ujian pasti ada jalan!!!!!!
jalan menuju keberhassilan!!!!!!!

jangan pernah berhenti menulis abang iklik!!!!
jangan pernah berputus asa karena musibah!!!!!!!
dari situlah kita dapt menatap cerahnya masa depan!!!!!!!