Jun 23, 2009

Ketika Wanita Menangis

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya.

"Ibu, mengapa Ibu menangis?"

Ibunya menjawab, "Sebab Ibu seorang wanita".

"Aku tak mengerti.", kata si anak lagi.

Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.

"Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti."

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya.

"Ayah, mengapa Ibu menangis? Ibu menangis tanpa sebab yang jelas."

Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan."

Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita 'suka' menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.

"Ya Tuhan, mengapa wanita mudah sekali menangis?"

Dalam mimpinya itu ia merasa seolah Tuhan menjawab,

"Saat Ku ciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Ku ciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Ku berikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Ku berikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Kepada wanita, Ku berikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Ku berikan kepada wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan pada bayi bayi saat didekap dengan lembut olehnya.

Ku berikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?!

Ku berikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

Dan akhirnya Ku berikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Ku berikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah 'kelemahan' yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan."

###

1 comment:

ipunkers said...

begitu indah nya Tuhan menciptakan wanita!!!!!!!!
@ pak iklik bahasamu semakin hari semakin bagus aja saluuuuuuud te